Gaji ke-13 PNS Akan Diterima Juli 2011

14 Juni 2011

Sumber: VIVAnews.com

Kabar gembira bagi Pegawai Negeri
Sipil (PNS). Gaji ke 13 akan dibayarkan pada bulan
Juli nanti.
Menurut Dirjen Perbendaharaan Kementerian
Keuangan Agus Suprijanto, peraturan pemerintah
(PP) terkait pembayaran gaji ke 13 sudah terbit.
Agus tengah menyiapkan peraturan Dirjennya.
“Insya Allah tanggal 1 Juli sudah bisa dibayar” ujar
dia kepada VIVAnews.com
Pemerintah tahun ini menaikkan gaji PNS sebesar
sekitar 10-15 persen. Kenaikan gaji pokok itu
tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor
11 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketigabelas atas
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977
Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.
Dengan adanya kenaikan gaji tersebut, gaji pokok
terendah PNS sebesar Rp1.175.000 bagi pegawai
Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Gaji
pokok tertinggi dinikmati oleh pejabat eselon I
atau Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun
sebesar Rp4.100.000.
Untuk gaji pokok anggota TNI/Polri dengan
pangkat terendah sebesar Rp1,23 juta. Gaji itu
diberikan untuk Prajurit Dua Kelasi Dua (TNI) dan
anggota Kepolisian Bhayangkara Dua dengan
masa kerja 0 tahun. Sedangkan gaji pokok
terbesar, Rp4,2 juta, diperuntukkan bagi pangkat
tertinggi yaitu jenderal, laksamana, marsekal, atau
jenderal polisi dengan masa kerja 32 tahun. Untuk
gaji pokok TNI/Polrilihat link ini.
Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan
alokasi belanja pegawai pada 2011 sebesar
Rp180,6 triliun atau 2,6 persen terhadap produk
domestik bruto (PDB). Dari jumlah itu, sekitar
Rp91,2 triliun atau 50,5 persen dialokasikan pada
pos belanja gaji dan tunjangan pegawai.
Alokasi anggaran tersebut tertuang dalam Nota
Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara 2011. Alokasi anggaran belanja
pegawai tahun depan mengalami kenaikan Rp17,9
triliun atau 11 persen bila dibandingkan alokasi
dalam APBN-Perubahan 2010 sebesar Rp162,7
triliun.
Peningkatan itu terutama disebabkan kebijakan
pemerintah dalam kerangka reformasi birokrasi
baik dalam memperbaiki maupun menjaga
kesejahteraan aparatur pemerintah dan
pensiunan.
Sementara itu, alokasi pada pos belanja gaji dan
tunjangan 2011 sebesar Rp91,2 triliun naik sebesar
Rp10,1 triliun atau 12,5 persen dibandingkan
anggaran APBN-P 2010 sebesar Rp 81,1 triliun.
(adi)


Penjelasan mengenai Pengupahan bisa ditetapkan atas kesepakatan bersama

24 Mei 2011

Dalam komentar. di blog ini terkait perhitungan upah lembur, penulis sering menyebutkan bahwa upah lembur atau upah lain bisa diatur sendiri-sendiri oleh masing-masing perusahaan atas dasar kesepakatan bersama.
Pernyataan tsb mungkin sedikit membingungkan, namun tulisan yang dikutip dari situs depnakertrans dibawah ini mungkin bisa sedikit menjelakan hal tsb, yang menyatakan bahwa:

1. Hal-hal yang tercakup dalam “pengaturan pengupahan” sebagaimana tersebut pada Pasal 91 ayat (1) UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan adalah klausal-klausal yang mengatur segala sesuatu mengenai upah yang telah disepakati oleh para pihak (pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh) dan dituangkan dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PP/PKB), antara lain ketentuan mengenai besaran upah dan perincian komponen upah, ketentuan mengenai upah lembur serta ketentuan mengenai pembayaran upah bagi pekerja/buruh yang tidak melakukan pekerjaan bukan karena mangkir.
Pengaturan pengupahan yang telah disepakati dan dituangkan dalam PP/PKB tersebut tidak boleh mengatur kurang atau lebih rendah dari ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-perundangan serta kebijaksanaan mengenai pengupahan, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah, atau oleh lembaga pengupahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Apabila dalam PP/PKB telah disepakati bahwa kenaikan upah merupakan salah satu klausal dalam pengaturan pengupahan dan harus disepakati antara pengusaha dengan pekerja/buruh maka dengan sendirinya menjadi norma yang mengikat dan harus dipatuhi oleh para pihak.
Pada prinsipnya kenaikan upah ditentukan oleh perusahaan dengan tetap mempertimbangkan masukan/pemikiran dari serikat pekerja/serikat buruh yang akan dibahas dalam pembahasan.
Peraturan perundang-undangan tidak mengatur mengenai besaran atau persentase kenaikan upah diatas upah minimum, tetapi hanya mengatur mengenai besarnya upah minimum berdasarkan wilayah atau sektor tertentu.


Gaji Baru PNS akan diterima Mei 2011

24 Maret 2011

Sesuai dengan PP Nomor 11 tahun 2011 TENTANG PERUBAHAN KETIGABELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 1977 TENTANG PERATURAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL, per-tanggal 16 Februari 2011 gaji PNS akan dinaikan.
Gaji tersebut akan efektif diterima pada bulan Mei 2011, sementara gaji bulan sebelumnya akan dirapelkan pada bulan April pertengahan.
Kenaikan gaji PNS ini mencapai 10% dari gaji tahun sebelumnya.
Berdasarkan lampiran PP No.11 tahun 2011 tersebut rincian gaji PNS adalah sbb:

Golongan I

• Golongan Ia minimal Rp. 1.175.000,- maksimal Rp. 1.675.200,-
• Golongan Ib minimal Rp. 1.276.000,- maksimal Rp. 1.770.200,-
• Golongan Ic minimal Rp. 1.330.000,- maksimal Rp. 1.845.100,-
• Golongan Id minimal Rp. 1.386.000,- maksimal Rp. 1.923.200,-

Golongan II

• Golongan IIa minimal Rp. 1.505.400,- maksimal Rp. 2.361.400,-
• Golongan IIb minimal Rp. 1.634.800,- maksimal Rp. 2.461.300,-
• Golongan IIc minimal Rp. 1.703.900,- maksimal Rp. 2.565.400,-
• Golongan IId minimal Rp. 1.776.000,- maksimal Rp. 2.674.000,-

Golongan III

• Golongan IIIa minimal Rp. 1.902.300,- maksimal Rp. 2.943.400,-
• Golongan IIIb minimal Rp. 1.982.800,- maksimal Rp. 3.067.900,-
• Golongan IIIc minimal Rp. 2.066.600,- maksimal Rp. 3.197.600,-
• Golongan IIId minimal Rp. 2.154.100,- maksimal Rp. 3.332.900,-

Golongan IV

• Golongan IVa minimal Rp. 2.245.200,- maksimal Rp. 3.473.900,-
• Golongan IVb minimal Rp. 2.340.200,- maksimal Rp. 3.620.800,-
• Golongan IVc minimal Rp. 2.439.100.- maksimal Rp. 3.774.000,-
• Golongan IVd minimal Rp. 2.542.300,- maksimal Rp. 3.933.600,-
• Golongan IVe minimal Rp. 2.649.900,- maksimal Rp. 4.100.000,-

Selengkapnya tentang Lampiran PP No 11/2011 silahkan Download disini


SKB Menteri Untuk Aliran Ahmadiyah dan Aliran Buruh

15 Maret 2011

Membahas lagi tentang SKB Menteri tentang Ahmadiyah, mengingatkan kaum buruh pada SKB Menteri yang berkenaan dengan upah buruh.
Keberpihakan pemerintah kepada kaum pengusaha dan pemilik modal rupanya sudah terlanjur didengungkan, aturan main penetapan upah pun diatur juga dengan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri.
Lalu apa kerjanya dewan pengupahan yang notabene telah mengakomodasi semua pihak yang terlibat dalam penetapan upah? BPS, Disperindag, Perguruan tinggi, Pengusaha, Para Pakar dan lainnya.
Merujuk pada SKB tersebut, Jika penentuan upah di-Bipartitkan lagi, artinya pemerintah lepas tangan, walaupun ditentukan batas atas atau batas bawah, tetapi apakah pengusaha mau menetapkan upah diantara ambang itu, justru jika sebuah keputusan bisa dibipartitkan maka UU atau aturan takkan ada pengaruhnya. Unsur kepentingan pengusaha akan lebih dominan, intervensi dan penekanan menjadi senjata acuan.
Kecuali jika wakil buruh yang duduk di forum bipartit adalah seorang malaikat, omongan dan instruksinya didengar oleh buruh, tahu seluk beluk perusahaan, punya data segudang, punya kemampuan cas-cis-cus ngomong, pandai berargumentasi layaknya direktur SDM, dll. Rasanya kriteria ini takkan pernah ada diantara buruh Indonesia bahkan diseantero jagat, kalaupun ada, perusahaan akan habis habisan menolak dia duduk di lembaga bipartit. .
Lalu apa artinya SKB Menteri buat kita? Artinya kini kita hanya bisa menunggu “belas kasihan” pengusaha, tinggal diukur sejauhmana rasa “belaskasihan” itu, adilkah?
Meredam AHMADIYAH diperlukan SKB Menteri, maka menindas BURUH pun diperlukan SKB Menteri (walaupun dalam konteks dan Menteri yang berbeda).
Pergub (Peraturan Gubernur), Perbup/Perwalkot (Peraturan Bupati/Walikota) terkait gerakan Ahmadiyah pun kini marak diterbitkan, akankah Pergub, Perbup, Perwalkot tentang pengebirian Upah buruh marak juga dikeluarkan?
Lalu apa bedanya BURUH dan AHMADIYAH?
Gakkkkkk…gakkkkk…. T.A.I memang negeri yang lucu!
TAI (Tanah Air Indonesia).

Download :
1. SKB Menteri Untuk ‘Aliran’ Buruh
2. SKB Menteri Untuk ‘Aliran’ Buruh (Perubahan)
3. SKB Menteri Untuk Aliran Ahmadiyah


Lagi, Tertawa Ala Buruh

13 Maret 2011

Kisah buruh pabrik sapu ijuk

Perempuan lugu, Markonah, umur 13 tahun, bekerja di pabrik sapu ijuk. Setelah dua tahun bekerja, dia ingin berhenti dari pekerjaannya. Ternyata si Bos tidak setuju karena anak itu manis, lugu, pintar, jujur dan rajin.

Bos : Sudahlah jangan keluar dulu, memang kenapa sih? Gaji kecil atau ada yang jahat sama kamu?
Markonah : Ngga ada apa-apa Pak, tapi saya pengen berhenti aja!
Bos : Kalo ngga ada apa-apa ya tetap kerja di sini aja, ntar gaji kamu saya naikin!
Markonah : Ngga Pak, ga usah, terimakasih…
Bos : Lha, trus kenapa ingin keluar kerja? Kasih alasan yang jelas dong!

Karena si Bos memaksa alasan, akhirnya Markonah nekat, dan membuka celana dalamnya sambil ngomong
Markonah : Pak, gara-gara kerja disini aku jadi punya ini (sambil menunjuk “rambut” bawahnya). Sebelum kerja saya ga punya ini Pak! Ini kan seperti bulu sapu ijuk yang dibuat setiap hari dan nempel disini tuh!

Si Bos tertawa terbahak-bahak karena lucunya alasan yang dilontarkan Markonah dan Bos pun memberitahu :
Bos : Lihat nih!, punya saya juga ada bulu-nya, jadi bukan karena sapu ijuk itu… Kamu ini ada-ada saja.

Markonah kemudian melihat ”kepunyaan” si Bos, ia pun semakin takut
Markonah : Wah aku ga mau nunggu sampai Minggu depan Pak, aku keluar sekarang saja! Ga mau seperti Bapak yang kelamaan disini. Jadi yang tumbuh bukan hanya bulu ijuk saja, tapi sampai keluar gagang sapunya…!!!
Markonah langsung kabur

Sumber : http://www.jempol.biz/showthread.php/396-Kisah-buruh-pabrik-sapu-ijuk?s=b921e0bcd9f9ec86d3a0000d2e769bdd

**************************

Gaji Buruh Indonesia

Ada dua orang pekerja yang sedang berdialog. Satu orangEropa dan satunya lagi orang Indonesia.
Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?
Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.”
Lalu sisa 500 Euro untuk apa? tanya orang Indonesia.
Orang Eropa menjawab secara ketus!, “Oh … itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!”
Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. Kalau anda bagaimana?
“Gaji saya 950 ribu, 450 ribu untuk sewa kontrakan, 350 ribu untuk makan, 250 ribu untuk transport, 200 ribu untuk sekolah anak, 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, … 100 ribu untuk….”.
Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.
“Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?” kata orang Eropa itu keheranan.
Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng,” begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya,”

**********************

Banyak Mangkir

Nampak seorang Buruh pingsan didepan sebuah Pabrik. Ternyata Buruh itu adalah salah seorang pekerja yang pernah bekerja di Perusahaan tersebut. Usut punya usut ternyata buruh ini adalah type buruh yang suka mangkir, hampir tiap bulan ada aja absensinya, dengan harapan biar di PHK agar dapet pesangon, namun anehnya pihak Perusahaan gak mau memPHK-PHK juga. Loh lalu kenapa dia sampe pingsan pas didepan Pabriknya.Ternyata setelah 4 hari dia mangkir kerja, pas dia dateng ke Pabriknya didepan Pabriknya tertulis:

‚’’ PABRIK INI TELAH DITUTUP DAN PESANGON TELAH DIBAYARKAN KESELURUH KARYAWAN KECUALI KEPADA KARYAWAN YANG SAAT PENUTUPAN PABRIK , MANGKIR LEBIH DARI 3 HARI TANPA ADA KETERANGAN ‚’’

http://kuhibur.blogspot.com/2009/10/gaji-buruh-indonesia.html

***********************

Surat Dari TKI

Istriku Tercinta

Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah.
Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.

Paling cinta,
Kanda Paijo

Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:

Kanda Paijo tersayang,

Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan
pengeluaran keluarga :

Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali
membeli 5 liter minyak tanah.

Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman
per tanggal 10 setiap bulannya.

Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan
3 x ciuman setiap harinya.

Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan
yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.

Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah
dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..

Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang orang pegadaian sudah bersedia menukarkan
200 ciuman + lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan.

Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.

Kanda tersayang.
bulan ini Dinda merasa jadi orangyang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda
di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.

Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman,
apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?

Paling sayang,
dari Dinda seorang.

http://www.acehforum.or.id/showthread.php/13339-humor-buruh?s=f961ca9c0a17244b169e344cffb4b445

Lihat Juga:
Tertawa ala Buruh Sebelumnya


Gaji Presiden Versus Gaji Buruh

18 Februari 2011

Ada tulisan menarik yang saya baca di situs AKATIGA yang juga di link ke KORAN TEMPO, terkait polemik yang beberapa waktu yang lalu sempat menghangat yakni soal gaji presiden.
Seperti biasa, Polemik tersebut kini telah terkubur bersama dengan terkubur dan kaburnya kasus-kasus SUPER KORUP…. AHHH..Gak Aneh!
sekedar me-refresh inilah tulisannya:

…………………………………………………………….

Upah Layak: Presiden Versus Buruh
Oleh : Rina Herawati (PENELITI PERBURUHAN DI AKATIGA-PUSAT ANALISIS SOSIAL BANDUNG)

Berapakah gaji (=upah) yang layak bagi Presiden Indonesia? Pertanyaan ini tampaknya sedang menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menteri Keuangan menyatakan (di Tempo Interaktif, 25 Januari 2011) bahwa pada tahun ini, gaji presiden bersama sekitar 8.000 pejabat publik akan dinaikkan. Tetapi, mengenai berapa kenaikannya, itu masih dalam perhitungan, antara lain dengan mempertimbangkan biaya hidup di tiap daerah.
Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, tampaknya adalah pendukung rencana ini. Achsanul (di Kompas, 26 Januari 2011) membandingkan gaji presiden dengan gaji sejumlah direktur utama badan usaha milik negara. Menurut dia, gaji presiden sekarang kalah oleh gaji sejumlah direktur utama BUMN, padahal direktur utama itu diangkat oleh pemerintah. Gaji presiden selama tujuh tahun terakhir ini “hanya” Rp 62,7 juta per bulan atau setara dengan Rp 752,4 juta per tahun.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk ikut larut dalam perdebatan mengenai “besaran” gaji yang layak bagi presiden. Berapa besarnya, adalah sebuah keputusan politik. Tetapi, sebagai sebuah keputusan politik, masalah timing (saat) juga harus diperhitungkan. Apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk menaikkan gaji presiden?
Bahwa gaji presiden lebih rendah daripada gaji Gubernur Bank Indonesia (pada 2006 sebesar Rp 265 juta per bulan) yang secara struktural berada di bawahnya, logika awam pun akan setuju bahwa itu salah. Gaji Presiden seharusnya lebih tinggi daripada gaji Gubernur Bank Indonesia, juga lebih tinggi dibanding semua direktur utama BUMN, dibanding menteri-menteri, dibanding gubernur ataupun bupati. Tetapi apakah kesalahan itu harus dilengkapi dengan kesalahan lainnya, yaitu menaikkan gaji presiden pada saat ini?

Upah buruh

Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan gaji presiden. Mengapa tidak? Setidaknya ada dua hal yang selayaknya dipertimbangkan oleh pemerintah. Pertama, saat ini di Indonesia masih ada 31,02 juta penduduk miskin dengan perhitungan garis kemiskinan Rp 200.262 per bulan atau setara dengan Rp 2,4 juta per tahun (sekitar US$ 0,5 per hari). Bagi rakyat dalam kelompok ini, percayalah, sungguh menyakitkan mengikuti perdebatan mengenai kenaikan gaji presiden yang sekarang “hanya” Rp 752,4 juta per tahun.
Kedua, tenggelam dalam hiruk-pikuk perdebatan kenaikan gaji presiden, sejak Desember 2010 hingga saat ini, Januari 2011, ribuan bahkan ratusan ribu buruh sedang berjuang agar perusahaan tempatnya bekerja mau melaksanakan UMK (upah minimum kabupaten/kota) yang telah ditetapkan pada Desember 2010, yang besarnya rata-rata Rp 1 juta per bulan, atau Rp 12 juta per tahun. Untuk wilayah Jawa Barat, UMK terendah adalah Kota Banjar dengan Rp 732 ribu per bulan, sedangkan UMK tertinggi adalah Kota Bekasi sebesar Rp 1,275 juta per bulan.
Selama ini, besaran UMK ditetapkan oleh Dewan Pengupahan di masing-masing kota/kabupaten. Dewan pengupahan ini terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh. Salah satu alat untuk menentukan besaran UMK adalah survei pasar atas harga kebutuhan pokok. Namun, pada akhirnya, nilai UMK adalah hasil tawar-menawar di antara ketiga pihak tersebut, sehingga banyak pengamat yang menyatakan bahwa UMK tidak lain adalah produk politik.
Apakah UMK sebesar Rp 1 juta per bulan (= Rp 12 juta per tahun) itu layak bagi buruh? Sebelum menjawab ini, satu hal yang pasti, UMK itu masih jauh di bawah rata-rata pendapatan per kapita per tahun rakyat Indonesia, yang besarnya sekitar $ 3.000 pada 2010 (sumber: BPS). Untuk buruh lajang yang tidak memiliki tanggungan, UMK itu besarnya hanya 44 persen dari rata-rata pendapatan per kapita per tahun. Sedangkan bagi buruh yang sudah menikah dan memiliki dua anak, UMK itu besarnya hanya 11 persen dari rata-rata pendapatan per kapita. Apa artinya? Artinya, taraf penghidupan buruh di Indonesia sangat jauh di bawah rata-rata taraf penghidupan rakyat Indonesia. Angka itu sekaligus menunjukkan lebarnya kesenjangan tingkat kesejahteraan antara kelompok kaya dan kelompok miskin (termasuk buruh di dalamnya).
Lalu, berapa upah yang layak bagi buruh? Penelitian AKATIGA-Pusat Analisis Sosial Bandung dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) pada 2009 memperlihatkan bahwa upah layak bagi buruh lajang adalah Rp 2,45 juta per bulan atau Rp 29,4 juta per tahun. Sedangkan rata-rata upah layak (untuk lajang dan berkeluarga) sebesar Rp 4,07 juta per bulan atau Rp 48,84 juta per tahun. Bandingkan dengan gaji presiden saat ini sebesar Rp 752,4 juta per tahun. Upah layak buruh itu hanya 6,5 persen dari gaji presiden saat ini.
Apa yang menjadi ukuran layak bagi buruh? Penelitian AKATIGA-Pusat Analisis Sosial Bandung dengan SPN mengusulkan ukuran layak (=KHL = kebutuhan hidup layak) yang “agak” lebih maju dibandingkan dengan ukuran KHL yang selama ini digunakan oleh Dewan pengupahan untuk menentukan UMK. Selama ini penentuan KHL mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-17/Men/VIII/2005 yang di dalamnya termuat 46 komponen KHL. Sedangkan AKATIGA dan SPN mengajukan 79 komponen tambahan untuk menghitung KHL dan perubahan kualitas komponen. Komponen tambahan itu antara lain biaya pendidikan anak (berupa pembayaran SPP, pembelian baju seragam, buku pelajaran dan biaya transportasi ke sekolah), sebab, siapa bilang sekolah itu gratis? Sedangkan perubahan kualitas komponen KHL antara lain adalah perubahan dari sewa kamar sederhana yang diubah dengan pembelian secara kredit rumah sederhana tipe 27/72. Apabila kebutuhan-kebutuhan itu terpenuhi, bolehlah buruh disebut hidup layak. Sekarang ini, dengan upah rata-rata Rp 1 juta per bulan, kehidupan buruh masih jauh dari layak.

Kepantasan

Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, (Kompas, 26 Januari 2011) mengatakan bahwa masih banyaknya rakyat miskin di Indonesia tak bisa dijadikan alasan untuk tak menaikkan gaji presiden. Semoga Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak berpikir demikian. Alangkah bijaksananya bila saat ini pemerintah lebih berfokus pada upaya meningkatkan taraf hidup penduduk miskin (dan bukan sekadar menurunkan angka kemiskinan yang secara kasar dilakukan dengan menurunkan garis kemiskinan yang idealnya US$ 2 per hari menjadi US$ 0,5 per hari).
Pemerintah juga harus terus berupaya memperluas lapangan kerja tanpa mengorbankan upah buruh yang sudah rendah. Apabila kedua soal tersebut sudah bisa diatasi, bolehlah kita mendiskusikan berapa gaji (=upah) yang layak untuk presiden.


Pedoman Standar Gaji Minimal Pekerja Kantoran Indonesia Tahun 2011

2 Februari 2011

Salary Guide 2010/2011 Kelly Service

Logo Kelly Service

Berikut adalah Standar Upah Minimum / Standar Gaji Minimal bagi beberapa posisi jabatan pada beberapa sektor, antara lain Accounting & Finance, Banking, Call Center, Engineering & Technical, Human Resources, IT, Office Support, Logistic, Sales, Marketing, Advertising dll.
Standar upah / gaji tersebut berasal dari Kelly Service Indonesia, sayang sekali rilis tersebut hanya merinci besaran upah minimal posisi jabatan menengah ke atas (middle to high), tidak merinci upah pekerja kelas bawah misalkan office boy atau operator produksi.
Mungkin akan lebih menarik bagi kita apabila Kelly Service Indonesia juga bisa merilis standar upah sampai ke level terendah, gunanya sebagai bahan pembanding dengan besaran upah minimal yang dikeluarkan pemerintah (Dewan Pengupahan). Kelly Service adalah lembaga professional yang tentu saja sebelum mereka merilis besaran upah sebuah jabatan, dilakukan dulu survai dan kajian-kajian, hal tersebut juga dilakukan oleh Dewan pengupahan bukan?

Kelompok Accounting & Finance

• Finance Director/CFO, Standar gaji minimal Rp.70,000,000, maksimal Rp. 125,000,000
• Financial Controller, standar gaji minimal Rp.35,000,000, maksimal Rp.50,000,000
• Senior Finance Manager, Standar gaji minimal Rp.25,000,000, maximal Rp. 40,000,000
• Finance Manager , Standar gaji minimal Rp. 20,000,000, maksimal Rp. 25,000,000
• Senior Management Accountant, Standar gaji minimal Rp. 15,000,000 maksimal Rp.20,000,000
• Senior Financial Accountant, Standar gaji minimal Rp.15,000,000 maksimal Rp.20,000,000
• Financial Accountant, Standar gaji minimal Rp. 8,000,000 maksimal Rp.12,000,000
• Financial Analyst, Standar gaji minimal Rp. 9,000,000 maksimal Rp. 20,000,000
• Senior Treasury Manager, Standar gaji minimal Rp. 20,000,000 maksimal Rp.30,000,000
• Treasury Manager , Standar gaji minimal Rp.15,000,000 maksimal 20,000,000
• Internal Audit Manager, Standar gaji minimal Rp. 12,000,000 maksimal Rp.20,000,000
• Head of Internal Audit, Standar gaji minimal Rp.25,000,000 maksimal Rp.40,000,000
• Tax Senior Manager, Standar gaji minimal Rp.25,000,000 maksimal Rp. 35,000,000
• Tax Manager, Standar gaji minimal Rp. 15,000,000 maksimal Rp.20,000,000
• Tax Accountant, Standar gaji minimal Rp. 5,000,000 maksimal Rp.7,000,000

Kelompok Banking

• Bank teller, Standar gaji minimal Rp 2,000,000 maksimal Rp.2,750,000
• Customer Service Officer, Standar gaji minimal Rp 3,000,000 maksimal Rp. 6,000,000
• Bank Auditor, Standar gaji minimal Rp 3,500,000 maksimal Rp. 5,500,000
• Collection/Debt Recovery Offcer, Standar gaji minimal Rp 1,750,000 maksimal 3,500,000
• Compliance Offcer, Standar gaji minimal Rp. 3,500,000 maksimal Rp. 5,550,000
• Securities/equities Dealer , Standar gaji minimal Rp 3,500,000 maksimal 6,000,000
• FX Dealer, Standar gaji minimal Rp 2,500,000 maksimal Rp. 3,500,000
• Mortgage Sales Specialist, Standar gaji minimal Rp 3,000,000 maksimal 5,500,000
• Personal Financial Consultant/Personal Banker, Standar gaji minimal Rp 3,000,000 maksimal Rp.5,500,000
• Settlement Offcer, Standar gaji minimal Rp 4,000,000 maksimal Rp.7,000,000
• remittance/Settlement/ Loans Clerk, Standar gaji minimal Rp 1,750,000 maksimal Rp.3,500,000
• Bank Operations Offcer, Standar gaji minimal Rp 1,750,000 maksimal Rp. 2,500,000
• Trade Finance Offcer, Standar gaji minimal Rp 2,750,000 maksimal Rp.4,500,000
• Trade Finance Clerk, Standar gaji minimal Rp 2,500,000 maksimal Rp. 3,500,000

Call Center

• Call Centre Manager/Head, Standar gaji minimal Rp 10,000,000 maksimal 18,000,000
• Call Centre Supervisor/Team Leader, Standar gaji minimal Rp 4,000,000 maksimal Rp.6,000,000
• Call Centre trainers, Standar gaji minimal Rp 3,500,000 maksimal Rp.5,500,000
• Customer Service Offcer Inbound, Standar gaji minimal Rp 2,500,000 maksimal Rp. 4,500,000
• Operations Manager, Standar gaji minimal Rp 6,500,000 maksimal Rp.12,000,000
• Sales Outbound/Telemarketer, Standar gaji minimal Rp. 1,500,000 maksimal Rp. 2,500,000
• Helpdesk, Standar gaji minimal Rp.1,650,000 maksimal Rp.2,750,000

Engineering & Technical

• Engineering Director, Standar gaji minimal Rp 50,000,000 maksimal Rp.75,000,000
• Engineering Manager, Standar gaji minimal Rp 25,000,000 maksimal Rp. 40,000,000
• Project Manager, Standar gaji minimal Rp. 20,000,000 maksimal Rp.30,000,000
• Project engineer, Standar gaji minimal Rp 6,000,000 maksimal Rp.12,000,000
• Program Manager, Standar gaji minimal Rp 15,000,000 maksimal Rp.20,000,000
• Planning Manager, Standar gaji minimal Rp 7,000,000 maksimal Rp. 15,000,000
• Process engineer, Standar gaji minimal Rp 3,000,000 maksimal Rp.7,000,000
• Production engineer, Standar gaji minimal Rp 2,500,000 maksimal Rp.6,000,000
• QA engineer, Standar gaji minimal Rp 4,000,000 maksimal Rp.9,000,000

Dan seterusnya …………………
Bagaimana? Mana yang paling menjanjikan? Reach yo dream! Segera hunting posisi yang punya gaji paling HOT! Kalau pingin lengkapnya silahkan download di Kelly Service Indonesia
Atau bisa juga DISINI *pdf

Smoga bermanfaat.


%d blogger menyukai ini: