MK: Tak Digaji 3 Bulan, Buruh Bisa Minta PHK

16 Juli 2012

DENGAN PUTUSAN INI, PERUSAHAAN TAK BISA MAIN-MAIN LAGI DENGAN BURUH

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

VIVAnews – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan seorang buruh, Andriyani, yang mengajukan gugatan uji materiil Pasal 169 ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan putusan ini, maka buruh kini dapat mengajukan PHK bila tidak menerima gaji selama tiga bulan berturut-turut.

“Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua MK, Mahfud MD, saat membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Senin 16 Juli 2012.

Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan, Pasal 169 ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bertentangan dengan UUD 1945. Pasal itu dinilai telah menimbulkan ketidakpastian hukum
Pasal itu bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai “Pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha tidak membayar upah tepat waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih, meskipun pengusaha membayar upah secara tepat waktu sesudah itu”.

Menurut Mahkamah, dengan lewatnya waktu tiga bulan berturut-turut pengusaha tidak membayar upah secara tepat waktu kepada pekerja, sudah cukup alasan menurut hukum bagi pekerja untuk meminta PHK. “Hak ini tidak hapus (hilang) ketika pengusaha kembali memberi upah secara tepat waktu setelah (tiga bulan lebih) pelanggaran itu terjadi,” kata Hakim Konstitusi, Hamdan Zoelva, saat membacakan pertimbangan putusan.

Ketentuan Pasal 169 ayat 1 huruf c Undang-Undang a quo ini tidak memberi kepastian, apakah dengan pembayaran upah secara tepat waktu oleh pengusaha kepada pekerja setelah pengusaha tidak membayar upah secara tepat waktu selama lebih dari tiga bulan berturut-turut, menggugurkan alasan pekerja untuk mendapatkan PHK.

Untuk itu, dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai, hak pekerja mendapatkan PHK tidak terhalang jika pengusaha kembali membayar upah pekerja secara tepat waktu setelah adanya permohonan PHK oleh pekerja ke pengadilan. Namun dengan ketentuan, pekerja telah melakukan upaya yang diperlukan untuk mendapatkan haknya agar upah dibayarkan secara tepat waktu, namun tidak diindahkan oleh pengusaha.

Dalam permohonannya, Andriyani menyatakan, hak konstitusionalnya untuk mengajukan PHK akibat tidak menerima gaji selama tiga bulan berturut-turut telah dilanggar.

Kasus yang dialami Pemohon ini ternyata di Pengadilan Hubungan Industri (PHI) permohonan PHK-nya ditolak pengadilan, karena pengusaha kembali membayar upah pemohon secara tepat waktu setelah sebelumnya tidak membayar secara tepat waktu lebih dari tiga bulan berturut-turut.

“Walaupun Mahkamah tidak mengadili perkara konkrit, telah cukup bukti ketentuan pasal a quo telah menimbulkan ketidakpastian hukum yang adil dan hilangnya hak konstitusional pekerja untuk mendapatkan imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja yang bertentangan dengan prinsip-prinsip konstitusi,” kata Hamdan.

Pemohon Kembali Gugat Perusahaan

Adapun putusan Majelis Hakim PHI didasarkan atas fakta PT.Megahbuana Citramasindo yang telah melakukan pembayaran tepat waktu sebelum Andriyani mengajukan gugatan. Karena itu, Andriyani tidak dapat mengajukan PHK. “Semacam ada akal-akalan dari pihak pengusaha atas gugatan saya,” ujar Andriyani usai sidang.

Untuk itu, Andriyani menyatakan, akan kembali mengajukan gugatan ke PHI dengan menggenggam putusan ini sebagai dasar hukumnya. “Hak saya telah mendapat kepastian hukum dengan putusan ini. Langkah selanjutnya, saya akan kembali mengajukan gugatan ke PHI dengan menyertakan putusan MK sebagai bukti,” kata dia.

Untuk informasi, Andriyani mengujimateriilkan Pasal 169 ayat 1 huruf c UU Ketenagakerjaan ke MK, lantaran gugatan PHK-nya ditolak PHI Jakarta. Alasan ditolaknya gugatan PHK itu dikarenakan upah yang terlambat sudah dibayar perusahaan sejak persoalan ini diadukan ke Sudinakertrans pada Desember 2010.

Andriyani sendiri merupakan karyawan swasta yang pernah bekerja di PT.Megahbuana Citramasindo (PJTKI) sejak 2 Januari 1998 sebagai staf pengadaan tenaga kerja. Namun, sejak bulan Juni 2009 hingga November 2010 pembayaran upahnya sering mengalami keterlambatan.

Sejak perusahaan membayar upahnya itu sejak telat membayar selama tiga bulan berturut-turut, haknya mengajukan PHK menjadi hilang. Hal ini mengakibatkan hubungan kerja menjadi tidak harmonis.

Menurut pemohon, pasal itu dapat sengaja disalahgunakan perusahaan agar pekerja/ buruhnya mengundurkan diri karena tidak mampu bertahan jika diberikan upah yang tidak tepat waktu.

Untuk itu, pemohon meminta agar Pasal 169 ayat 1 huruf c UU Ketenagakerjaan sepanjang frasa “tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama tiga bulan berturut-turut atau lebih” bertentangan dengan Pasal 28D ayat 1 UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. (adi)

***************************************************************

Berikut ini dilampirkan Ringkasan Perkara, Risalah Sidang dan Putusan Sidang Perkara Andriyani (Perkara No.58/PUU-IX/2011)
• RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN PERKARA
• RISALAH SIDANG
• PUTUSAN SIDANG

Yo kita support Andriyani untuk mendapatkan keadilan, lewat perjuangannya yang panjang dan gigih akhirnya buruh/pekerja dapat kepastian hukum dari MK.
Salam.

Sumber Berita : Vivanews
Sumber Arsip : Mahkamah Konstitusi
Sumber Gambar : Ipabionline

Iklan

Jangan Mencibir Saat Buruh Minta Upah Layak

13 Juli 2012

Mendengar kata “MENUNTUT UPAH LAYAK” masyarakat awam (non buruh) pasti berasumsi lain, “Kerja di pabrik aja koq nuntut upah layak segala sih” begitu mungkin pada umumnya. Kata “LAYAK” itulah yang dianggap “WAH” oleh masyarakat awam non buruh, Tak pernah mau tau tentang apa saja sih sebenarnya yang dikatakan layak bagi buruh menurut peraturan perundang-undangan.
Nah biar khalayak tahu, serta tidak mencibir atau mengomel lagi saat ada aksi buruh yang menuntut upah layak, dibawah ini saya rinci apa saja komponen yang dianggap “LAYAK” menurut pemerintah versi Permenaker No. 17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Harapan saya semoga, khalayak bisa menyimpulkan apakah benar yang dikatakan LAYAK bagi buruh adalah mengacu pada komponen dan takaran seperti ini?

KOMPONEN MAKANAN DAN MINUMAN
1. Beras (kualitas sedang) :10 Kg / bulan
2. Sumber Protein: Daging 0.75 kg/bulan, Ikan Segar 1.2 Kg/bulan dan Telor : 1 Kg/bulan
3. Kacang-kacangan: Tahu tempe (kualitas baik) 4,5 kg/bulan
4. Susu Bubuk (kualitas sedang) : 0.9 kg/bulan
5. Gula Pasir (kualitas sedang) : 3 Kg/bulan
6. Minyak Goreng (Minyak Curah): 2 Kg/bulan
7. Sayur-sayuran (kualitas baik): 7.2 Kg/bulan
8. Buah-buahan (setara pisang dan pepaya/kualitas baik) : 3 kg/bulan
9. Karbohidrat lain (setara tepung terigu/kualitas sedang) : 3 kg/bulan
10. Teh Celup : 1 dus @ 25 pcs/bulan, atau Kopi : 300 gram/bulan
11. Bumbu-bumbuan : senilai 15% dari nilai Komponen Makanan dan Minuman (point 1-10)

KOMPONEN SANDANG
12. Celana Panjang/Rok: (Katun kualitas sedang) : 1 potong / 2bulan, atau ½ potong/bulan
13. Kemeja lengan pendek/blus: (setara katun): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
14. Kaos Oblong/BH: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
15. Celana Dalam: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
16. Sarung/Kain Panjang: (Kualitas sedang): 1 helai / 12 bulan, atau 1 helai/tahun
17. Sepatu : Kulit Buatan(sintetis): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
18. Sandal Jepit: (Bahan Karet): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
19. Handuk: (ukuran 100 x 60cm) : 1 potong/tahun.
20. Perlengkapan Ibadah: (Sajadah/Mukena dll): 1 set / tahun

KOMPONEN PERUMAHAN
21. Sewa Kamar ( Sederhana ) : 1 kali/bulan
22. Dipan/Tempat tidur ( No.3 polos ) : 1 buah / 4 tahun.
23. Kasur dan Bantal ( Busa ): 1 buah / 4 tahun
24. Sprey dan sarung bantal ( Katun ) : 1 set / 6 bulan atau 2 set / tahun
25. Meja dan Kursi ( 1 Meja 4 kursi) : 1 Set / 4 Tahun
26. Lemari Pakaian ( Kayu sedang) : 1 buah / 4 tahun
27. Sapu Ijuk ( sedang ) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
28. Perlengkapan makan : Piring Polos, Gelas Polos serta Sendok Garpu masing-masing : 1 buah/ 4 bulan atau 3 buah / tahun
29. Ceret Almunium (ukuran 25 cm) : 1 buah / 2 tahun
30. Wajan Almunium ( ukuran 32 cm) : 1 buah / 2 tahun
31. Panci Almunium (ukuran 32 cm) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah/ tahun
32. Susuk/sendok masak (almunium) : 1 buah/ tahun
33. Kompor minyak tanah (16 sumbu) : 1 buah / 2 tahun.
34. Minyak Tanah ( eceran) : 10 liter / bulan
35. Ember Plastik (isi 20 ltr) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
36. Listrik ( 450 watt) : 1/ bulan
37. Lampu Listrik : Pijar 25 watt : 1 buah/ 2 bulan dan Neon 15 watt: 1 buah / 4 bulan
38. Air Bersih (standar PDAM) : 2 Meter Kubik / bulan
39. Sabun Cuci : (Krim Detergen) : 1.5 kg/bulan

KOMPONEN PENDIDIKAN
40. Bacaan/Radio: Tabloid: 4 eksemplar/bulan dan Radio 4 band: 1 unit / 4 tahun.

KOMPONEN KESEHATAN
41. Sarana Kesehatan: Pasta Gigi (80 gr) : 1 tube/ bulan, Sabun Mandi (80 gr): 2 batang/bulan, Sikat Gigi (lokal) : 1 buah/ 4 bulan, Shampo (lokal) : 100 ml/bulan, Pembalut (u/wanita): 10 pcs/bulan, alat cukur (u/pria) : 1 buah / bulan
42. Obat Anti Nyamuk (bakar): 3 dus/ bulan
43. Potong rambut (di tukang cukur salon): 1 kali / 2 bulan, atau 6 kali / tahun

KOMPONEN TRANSPORTASI
44. Transport kerja dan lainnya (Biaya angkutan Umum): 30 hari PP/ bulan

KOMPONEN REKREASI DAN TABUNGAN
45. Rekreasi (daerah sekitar) : 1 kali / 6 bulan atau 2 kali / tahun
46. Tabungan: 2 % dari nilai point 1 s/d 45.

Gambar Ilustrasi

PERMENAKERTRANS NO.13 TAHUN 2012 SEBAGAI ACUAN KHL 2013

Berikut 14 komponen yang ditambahkan CaK Imin (Muhaimin Iskandar) dalam me-revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian KHL.

Jumlah jenis kebutuhan yang semula 46 komponen dalam “penyempurnaan” Permenakertrans menjadi 60 komponen KHL. Penambahan 14 komponen baru tersebut adalah sebagai berikut :

47. Ikat pinggang, ( kulit sintetis/ Imitasi) : 1 buah / tahun
48. Kaos kaki,( setara katun) 1 pasang/ 3 bulan atau 4 pasang / tahun
49. Deodorant (kapasitas 100 ml/g) : 1 botol / 2 bulan atau 6 botol / tahun
50. Seterika 250 watt, (merk lokal) : 1 buah / 4 tahun
51. Rice cooker (ukuran 1/2 liter) : 1 buah / 4 tahun
52. Celana pendek, ( setara katun) : 1 potong / 6 bulan atau 2 potong / tahun
53. Pisau dapur ( almunium) : 1 buah / 3 tahun
54. Semir (lokal) 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun dan sikat sepatu (ijuk) 1 buah / tahun
55. Rak piring ( rak portable plastic) , 1 buah / 2 tahun
56. Sabun cuci piring (colek) 500 gr / bulan
57. Gayung plastik ukuran sedang, 1 buah / tahun
58. Sisir, (plastik): 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
59. Ballpoint/pensil, 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun.
60. Cermin (Ukuran 30 x 50 cm) 1 buah / 3 tahun

Selain penambahan 14 jenis komponen baru, terdapat pula penyesuaian/ penambahan Jenis kualitas dan kuantitas KHL serta perubahan jenis kebutuhan.

Penyesuaian/penambahan jenis kualitas dan kuantitas KHL, yaitu :
1. (lihat point No. 20) Sajadah/mukenah/peci, dll ( semula sajadah, mukenah, dll ).
2. (lihat point No. 12) Celana panjang/rok/pakaian muslim ( semula celana panjang/rok ).
3. (lihat point No. 16) Sarung/kain panjang volume 3/24 ( semula volume 1/12 )
4. (lihat point No. 21) Sewa kamar sederhana yang mampu menampung jenis kebutuhan KHL lainnya ( semula sewa kamar sederhana ).
5. (lihat point No. 23) Kasur dan bantal busa ( semula 1/48 ) menjadi kasur busa volume 1/48 dan
6. (lihat point No. 23) Bantal busa ( semula volume 1/48 ) menjadi 2/36.
7. (lihat point No. 37) Semula bola lampu pijar/neon 25 watt/15 watt volume 6/12 atau 3/12 menjadi bola Lampu Hemat Energi (LHE) 14 watt dengan volume 3/12.
8. ( lihat point No. 36) Listrik dari 450 watt menjadi 900 watt.

Perubahan jenis kebutuhan, yaitu:
( lihat point No. 33 dan 34) Kompor minyak 16 sumbu dan minyak tanah 10 liter, diubah menjadi: 1).Kompor gas dan perlengkapannya : a. Kompor gas 1 (satu) tungku, volume 1/24 b. Selang dan Regulator, volume 1/24 c. Tabung gas 3 kg, volume 1/60 2) Gas elpiji 2 tabung @ 3 kg

Nah, setelah membaca dan menelaah tentang 46 komponen layak versi Permenaker No.17 tahun 2005 ditambah lagi 14 komponen “makin” layak versi Permenaker No.13 tahun 2012, apakah hidup buruh makin LAYAK atau makin LOYO? silahkan berkomentar!

Permenakertrans No 13/2012 ini adalah Jalan Terbaik dan Paling adil! begitu kalo kata Muhaimin, mah!

Selamat menempuh HIDUP LAYAK versi Cak Imin

Kesempurnaan Hanya Milik Alloh SWT sementara Gambar Ilustrasi diatas Milik Hileud


4W What Wrong With W(b)uruh

12 Mei 2012

(baca:)Wos rong wit yu buruh?

Tidak seperti tahun sebelumnya, Dalam memperingati Mayday Tahun ini sengaja saya gak posting apapun terkait berita atau rencana-rencana mayday beberapa organisasi buruh, biasanya postingan terkait mayday menjadi trending topik dan top search menjelang tanggal 1 mei.

Walaupun tidak membuat postingan, sebagai buruh yang juga sebagai pengamat amatiran saya tetap memantau kegiatan mayday dibeberapa kota melalui media, maupun melihat langsung ke kantong-kantong buruh khususnya di wilayah Bandung Raya.

Beberapa hari setelah peringatan Mayday 2012, dari beberapa pemantauan tsb, saya berani “menyimpulkan” bahwa pada intinya Buruh di Indonesia pada tahun 2012 dibawah pemerintahan SBY sudah ada dalam tatanan kehidupan yang sejahtera, repeh rapih, makmur sentosa, toto tentrem sugih mukti kerto raharjo, gemah ripah lohjinawi, cukup pangan cukup sandang, bru dijuru bro dipanto ngalayah ditengah imah.

Mengapa Bisa Demikian?

Peringatan mayday yang dibeberapa negara di dunia identik dengan aksi keras yang menyuarakan tuntutan-tuntutan tentang kesejahteraan, penolakan diskriminasi, penolakan upah murah, penolakan outsourching, mengecam praktek – praktek kapitalisme dll, ternyata di Indonesia diperingati dengan happing fun, kerja bakti bersihin got, rapat-rapat kecil, pembagian door prize, konser musik, konser dangdutan, nanam pohon trembesi, bagi-bagi sembako dan baksos (makmur bener ya..), donor darah dll.

Ini dia beberapa beritanya:

Buruh Subang
Subang [SuaraJabar.Com] – Tidak akan ada unjuk rasa buruh pada peringatan hari buruh sedunia (May Day) di Subang. Pada 1 Mei besok, para buruh hanya akan memeringati May Day di masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.

Komentar:
Beu?…….

Buruh Bandung
(detikbandung) hingga pukul 10.05 WIB, pengunjuk rasa belum hadir di Gedung Sate. Sedangkan seribuan polisi sudah bersiaga. Pengamanan May Day 2012 ini Polrestabes Bandung mengerahkan 2.400 personel, termasuk bantuan dari Polda Jabar
Sebelumnya diberitakan, dalam menyambut peringatan Hari Buruh Se-Dunia (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, sekitar 800 buruh di Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Polsek Dayeuhkolot menggelar kegiataan bakti sosial berupa donor darah
“Kegiatan ini sengaja kami gelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei besok. Kami juga ingin berkontribusi terhadap masyarakat, karena bakti sosial ini bukan hanya dominasi orang kaya atau para pejabat dan instansi pemerintahan saja,” kata Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung Ayi Suhanda kepada wartawan (30/4/2012).

Ayi menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 40 perusahaan yang berada Kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya. Dimana masing-masing perusahaan mengirimkan 20 orang pekerjanya untuk mendonorkan darahnya. Namun demikian antusiasme para pekerja ini ternyata cukup tinggi. Ini terlihat dari membludaknya peserta yang menjadi pendonor.

Selain kegiatan donor darah, sambung Ayi, para buruh yang tergabung dalam SPSI ini juga akan melakukan bakti sosial lainnya, yakni berupa penanaman 5.000 pohon di lahan kritis di sekitar Kecamatan Dayeuhkolot serta pembersihan Sungai Cipalasari dan Citepus.

“Lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian kami. Contohnya dengan bersih-bersih sungai, karena jelas dampaknya sangat berpengaruh buat kami. Ketika banjir, otomatis pabrik tidak dapat beroperasi kami pun tidak dapat bekerja,” ungkapnya.[jul]

Komentar mantanburuh:

Huebat bener kang Ayi Suhanda ya! Jiwa Sosialnya tinggi peduli perusahaanya juga tinggi, Halowww… yang jadi pertanyaan: Apakah masih ada darahnya? Apakah porsi makan buruh sudah cukup kadar gizinya? Kasian kan kalo masih kurang gizi/protein? Lemes lo..
Salam sakses aja deh buat kang ayi, uben dan godeg.

Buruh Jakarta
Metrotvnews.com, Jakarta: Sedikitnya 100 ribu pekerja memperingati Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei dengan menggelar demonstrasi damai di depan Istana Merdeka dan menghadiri konser musik Slank di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Komentar:
Kalo ada kaka, Males ngomen ah..he he

Buruh Surabaya
Surabaya (ANTARA News) – Peringatan Hari Buruh se-Dunia (May Day) yang digelar di Taman Surya Kota Surabaya hari ini dikemas dengan acara bagi-bagi ribuan hadiah.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Nanis Chairani mengatakan ada sekitar 1.250 hadiah diberikan kepada buruh di antaranya dua sepeda motor, satu mesin cuci, dan dua lemari es.

“Semua hadiah tersebut merupakan pemberian dari pihak sponsor yakni para pengusaha,” kata Nanis usai apel peringatan May Day yang digelar pertama kali oleh Pemkot Surabaya di halaman Taman Surya.
Ketua DPC Konfederasi SPSI Surabaya Henky Prayitno mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemkot yang sudah memfasilitasi adanya apel May Day kali ini.

“Semua buruh di Surabaya ikut acara ini. Tidak ada demo anarkis,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 3.000 buruh di Surabaya yang ikut apel May Day. Semua antusias mengikuti acara ini, apalagi ada hadiah untuk para buruh.

Komentar:
Mayday atau Ultah PEMKOT ya?
bagi dong atu hadiah dispensernya!

Buruh Pamekasan
Pamekasan (beritajatim.com) – Hari Buruh Se Dunia (May Day), yang jatuh pada 1 Mei, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di Kabupaten Pamekasan. Pasalnya, unjuk rasa yang biasanya dilakukan oleh para buruh kini tidak terlihat.
Meski begitu, aparat keamanan tetap siaga dan menyiapkan sedikitnya dua pleton personel. Mereka terdiri dari Samapta, intel, reskrim dan lantas.

Komentar:
Kayaknya taon kemaren heboh mayday-nya ya??

Buruh Jogja
Yogyakarta (detik.com) Ribuan mahasiswa dan buruh di Yogyakarta memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Selasa (1/5/2012). Dalam aksi itu massa menyanyikan lagu “Iwak Peyek” yang telah dipelesetkan.

Aksi yang dilakukan secara bergelombang itu dipusatkan di kawasan Malioboro, gedung DPRD DIY hingga titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Beberapa elemen yang turun ke jalan di antaranya Federasi Serikat Buruh Independen Indonesia (FSBII) Bantul, Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Komite Aksi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Forum LSM DIY, Aliansi Rakyat Yogyakarta (ARY), Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Paguyuban Buruh Kemudo, Paguyuban Buruh Gendong, BEM-KM UGM, HMI, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan lain-lain.

Komentar:
Aduk kang mas, tuntutan-nya jadi kelibas, kalah kenceng ama lagu Iwa Peyek-nya?

Buruh Batam
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM– Ribuan pekerja di kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) Batam mengikuti acara Fun Bike dan Jalan Santai, Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut hari buruh dunia atau May Day pada 1 Mei, Para pekerja tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Apalagi telah disiapkan door prize berupa alat-alat elektronik kebutuhan rumah tangga, sepeda, serta hadiah utama LED TV 32 inch bagi para peserta

Ketua DPC Logam Elektronik Mesin (LEM) SPSI Pantai Timur Batam, Jon Effendi mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Ini kan termasuk kegiatan olahraga bagi pekerja. Selain untuk menyehatkan juga agar May Day ini diperingati dengan cara-cara yang positif. Demi menjaga kondusifitas Batam bersama,” kata Jon.

Komentar:
Betul juga tuh, Silaturahminya sambil salam-salaman? kayak lebaran.

Buruh Sukabumi
SUKABUMI (Pos Kota) – Banyak cara untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, misalnya.
Mereka mengisi May Day dengan menggelar pengobatan gratis dan donor darah. Mereka memusatkan aksi sosialnya di Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Selasa (1/5).
Ketua SPN Cabang Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mengatakan, kegiatan social yang dilakukannya lebih bermanfaat ketimbang berunjuk rasa. Di samping itu, kegiatan social tersebut mendapatkan apresiasi positif dari semua komponen.

Komentar:
Kasian bener ya? Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Buruh apakah udah terpenuhi?, plafon berobat buruh nya berapa? ah,…aya-aya wae.

Indikator Buruh Sejahtera
Kalo menyimak liputan-liputan tadi, kita bisa gambarkan keadaan buruh di Indonesia saat ini sudah sejahtera, dan itulah Indikatornya.
artinya buruh sudah tidak perlu lagi berkoar-koar nuntut macem-macem terkait kesejahteraan hidupnya. bahkan disaat-saat mayday yang nota bene hari buruh, hari milik buruh sekalipun, saat mayday sama sekali tak ada perjuangan dan upaya yang “menggigit” dan gigih.

Ah.. masa sih?

ataukah barangkali, PEANUT sudah FORGET ama kulitnya?
atau barangkali kalo menurut NU: buruh sudah lupa sama KHITAH-nya?
ah..tapi mudah-mudahan saja emang sudah SEJAHTERA.

Sumber:
ada di tulisan


40 Kendala Serikat Pekerja

30 September 2011

Dari beberapa kali sharing atau pertemuan dengan beberapa pengurus serikat pekerja SP di tingkat perusahaan, saya mendapatkan gambaran bahwa ternyata banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh serikat pekerja yang justru menghambat kinerja dan profesionalitas serikat pekerja.
Beberapa diantaranya dapat di- inventarisir sebagai berikut:
1. Tidak adanya sarana prasarana dan dana (fasilitas materi)
2. Tidak adanya perhatian dari institusi pemerintah (dinas tenaga kerja)
3. Banyaknya peraturan perundangan yang merugikan.
4. Tekanan, ancaman dan intimidasi dari pengusaha
5. Belenggu beban kerja sehari-hari (tugas rutin) yang diberikan pengusaha kepada pengurus
6. Pengadministrasian / pencatatan keanggotaan yang amburadul.
7. Pengurus sibuk dengan problematika hidupnya sendiri (keluarga, bisnis dll)
8. Rendahnya sumber daya pengurus dan anggota, termasuk kurang memahami berbagai peraturan perundangan yang ada..
9. Tidak mempunyai agenda/program kerja yang jelas.
10. Tidak jelasnya status organisasi di tingkat perusahaan.
11. Salah memilih ketua/pengurus.
12. Lemahnya tingkat solidaritas dan “daya gempur“ di kalangan anggota.
13. Terlalu fokus terhadap kasus-kasus yang muncul, yang terkadang justru diciptakan pengusaha.
14. Merasa puas dengan keadaan (statis)
15. Sibuk mengutamakan kepentingan (kasus) nya sendiri-sendiri.
16. Khawatir dengan ide-ide/gagasan-gagasan baru.
17. Lemahnya kemampuan untuk memenfaatkan fasilitas yang ada.
18. Lemahnya jalinan kerjasama / networking dalam rangka merangkul stakeholder (Jamsostek, Dinas Tenaga Kerja, LSM-LSM, dll)
19. Terbuai dengan kerja lembur dan jabatan.
20. Terbuai dengan pinjaman-pinjaman, kredit-kredit, dan fasilitas dan kegiatan lain-lain yang diberikan pengusaha.
21. Minimnya pertemuan dan pembinaan terhadap anggota.
22. Pengkultusan terhadap pengurus.
23. Sentralisasi pengambil kebijakan organisasi
24. Hilangnya kepercayaan anggota.
25. Terpaku pada instuksi structural.
26. Kesemrawutan pembagian tugas dan spesialisasi para pengurus.
27. Status kerja kontrak serta Sulitnya mendapatkan ijin dari pimpinan perusahaan
28. Adanya orang-orang yang menjadi “musuh dalam selimut” dalam organisasi.
29. Lemahnya budaya mencatat dan korespondensi.
30. Terlalu berharap terhadap pengurus, sementara yang lainya hanya ongkang-ongkang kaki.
31. Terlalu tunduk pada kebiasaan, hegemoni pengusaha ,institusi pemerintah dan perangkat organisasi.
32. Kurangnya pengalaman berorganisasi.
33. Kurangnya pembinaan, pendidikan, pelatihan terhadap pengurus.
34. Kekhawatiran terhadap teguran, hinaan, cercaan dari anggota dan pengusaha.
35. Kurangnya komunikasi diantara pengurus dan anggota.
36. Terjadi konflik, baik internal maupun antara pengurus dengan direksi/pengusaha.
37. Persaingan dengan serikat pekerja lain di lingkungan perusahaan.
38. Politik Adu domba yang dijalankan pengusaha.
39. Lemahnya kepekaan dan penelaahan terhadap kondisi ketenagakerjaan yang ada.
40. Ketidaksiapan (ketakutan) pengurus maupun lembaga untuk mengambil resiko


Gaji Presiden Versus Gaji Buruh

18 Februari 2011

Ada tulisan menarik yang saya baca di situs AKATIGA yang juga di link ke KORAN TEMPO, terkait polemik yang beberapa waktu yang lalu sempat menghangat yakni soal gaji presiden.
Seperti biasa, Polemik tersebut kini telah terkubur bersama dengan terkubur dan kaburnya kasus-kasus SUPER KORUP…. AHHH..Gak Aneh!
sekedar me-refresh inilah tulisannya:

…………………………………………………………….

Upah Layak: Presiden Versus Buruh
Oleh : Rina Herawati (PENELITI PERBURUHAN DI AKATIGA-PUSAT ANALISIS SOSIAL BANDUNG)

Berapakah gaji (=upah) yang layak bagi Presiden Indonesia? Pertanyaan ini tampaknya sedang menjadi pekerjaan rumah bagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menteri Keuangan menyatakan (di Tempo Interaktif, 25 Januari 2011) bahwa pada tahun ini, gaji presiden bersama sekitar 8.000 pejabat publik akan dinaikkan. Tetapi, mengenai berapa kenaikannya, itu masih dalam perhitungan, antara lain dengan mempertimbangkan biaya hidup di tiap daerah.
Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, tampaknya adalah pendukung rencana ini. Achsanul (di Kompas, 26 Januari 2011) membandingkan gaji presiden dengan gaji sejumlah direktur utama badan usaha milik negara. Menurut dia, gaji presiden sekarang kalah oleh gaji sejumlah direktur utama BUMN, padahal direktur utama itu diangkat oleh pemerintah. Gaji presiden selama tujuh tahun terakhir ini “hanya” Rp 62,7 juta per bulan atau setara dengan Rp 752,4 juta per tahun.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk ikut larut dalam perdebatan mengenai “besaran” gaji yang layak bagi presiden. Berapa besarnya, adalah sebuah keputusan politik. Tetapi, sebagai sebuah keputusan politik, masalah timing (saat) juga harus diperhitungkan. Apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk menaikkan gaji presiden?
Bahwa gaji presiden lebih rendah daripada gaji Gubernur Bank Indonesia (pada 2006 sebesar Rp 265 juta per bulan) yang secara struktural berada di bawahnya, logika awam pun akan setuju bahwa itu salah. Gaji Presiden seharusnya lebih tinggi daripada gaji Gubernur Bank Indonesia, juga lebih tinggi dibanding semua direktur utama BUMN, dibanding menteri-menteri, dibanding gubernur ataupun bupati. Tetapi apakah kesalahan itu harus dilengkapi dengan kesalahan lainnya, yaitu menaikkan gaji presiden pada saat ini?

Upah buruh

Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menaikkan gaji presiden. Mengapa tidak? Setidaknya ada dua hal yang selayaknya dipertimbangkan oleh pemerintah. Pertama, saat ini di Indonesia masih ada 31,02 juta penduduk miskin dengan perhitungan garis kemiskinan Rp 200.262 per bulan atau setara dengan Rp 2,4 juta per tahun (sekitar US$ 0,5 per hari). Bagi rakyat dalam kelompok ini, percayalah, sungguh menyakitkan mengikuti perdebatan mengenai kenaikan gaji presiden yang sekarang “hanya” Rp 752,4 juta per tahun.
Kedua, tenggelam dalam hiruk-pikuk perdebatan kenaikan gaji presiden, sejak Desember 2010 hingga saat ini, Januari 2011, ribuan bahkan ratusan ribu buruh sedang berjuang agar perusahaan tempatnya bekerja mau melaksanakan UMK (upah minimum kabupaten/kota) yang telah ditetapkan pada Desember 2010, yang besarnya rata-rata Rp 1 juta per bulan, atau Rp 12 juta per tahun. Untuk wilayah Jawa Barat, UMK terendah adalah Kota Banjar dengan Rp 732 ribu per bulan, sedangkan UMK tertinggi adalah Kota Bekasi sebesar Rp 1,275 juta per bulan.
Selama ini, besaran UMK ditetapkan oleh Dewan Pengupahan di masing-masing kota/kabupaten. Dewan pengupahan ini terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh. Salah satu alat untuk menentukan besaran UMK adalah survei pasar atas harga kebutuhan pokok. Namun, pada akhirnya, nilai UMK adalah hasil tawar-menawar di antara ketiga pihak tersebut, sehingga banyak pengamat yang menyatakan bahwa UMK tidak lain adalah produk politik.
Apakah UMK sebesar Rp 1 juta per bulan (= Rp 12 juta per tahun) itu layak bagi buruh? Sebelum menjawab ini, satu hal yang pasti, UMK itu masih jauh di bawah rata-rata pendapatan per kapita per tahun rakyat Indonesia, yang besarnya sekitar $ 3.000 pada 2010 (sumber: BPS). Untuk buruh lajang yang tidak memiliki tanggungan, UMK itu besarnya hanya 44 persen dari rata-rata pendapatan per kapita per tahun. Sedangkan bagi buruh yang sudah menikah dan memiliki dua anak, UMK itu besarnya hanya 11 persen dari rata-rata pendapatan per kapita. Apa artinya? Artinya, taraf penghidupan buruh di Indonesia sangat jauh di bawah rata-rata taraf penghidupan rakyat Indonesia. Angka itu sekaligus menunjukkan lebarnya kesenjangan tingkat kesejahteraan antara kelompok kaya dan kelompok miskin (termasuk buruh di dalamnya).
Lalu, berapa upah yang layak bagi buruh? Penelitian AKATIGA-Pusat Analisis Sosial Bandung dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) pada 2009 memperlihatkan bahwa upah layak bagi buruh lajang adalah Rp 2,45 juta per bulan atau Rp 29,4 juta per tahun. Sedangkan rata-rata upah layak (untuk lajang dan berkeluarga) sebesar Rp 4,07 juta per bulan atau Rp 48,84 juta per tahun. Bandingkan dengan gaji presiden saat ini sebesar Rp 752,4 juta per tahun. Upah layak buruh itu hanya 6,5 persen dari gaji presiden saat ini.
Apa yang menjadi ukuran layak bagi buruh? Penelitian AKATIGA-Pusat Analisis Sosial Bandung dengan SPN mengusulkan ukuran layak (=KHL = kebutuhan hidup layak) yang “agak” lebih maju dibandingkan dengan ukuran KHL yang selama ini digunakan oleh Dewan pengupahan untuk menentukan UMK. Selama ini penentuan KHL mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-17/Men/VIII/2005 yang di dalamnya termuat 46 komponen KHL. Sedangkan AKATIGA dan SPN mengajukan 79 komponen tambahan untuk menghitung KHL dan perubahan kualitas komponen. Komponen tambahan itu antara lain biaya pendidikan anak (berupa pembayaran SPP, pembelian baju seragam, buku pelajaran dan biaya transportasi ke sekolah), sebab, siapa bilang sekolah itu gratis? Sedangkan perubahan kualitas komponen KHL antara lain adalah perubahan dari sewa kamar sederhana yang diubah dengan pembelian secara kredit rumah sederhana tipe 27/72. Apabila kebutuhan-kebutuhan itu terpenuhi, bolehlah buruh disebut hidup layak. Sekarang ini, dengan upah rata-rata Rp 1 juta per bulan, kehidupan buruh masih jauh dari layak.

Kepantasan

Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, (Kompas, 26 Januari 2011) mengatakan bahwa masih banyaknya rakyat miskin di Indonesia tak bisa dijadikan alasan untuk tak menaikkan gaji presiden. Semoga Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak berpikir demikian. Alangkah bijaksananya bila saat ini pemerintah lebih berfokus pada upaya meningkatkan taraf hidup penduduk miskin (dan bukan sekadar menurunkan angka kemiskinan yang secara kasar dilakukan dengan menurunkan garis kemiskinan yang idealnya US$ 2 per hari menjadi US$ 0,5 per hari).
Pemerintah juga harus terus berupaya memperluas lapangan kerja tanpa mengorbankan upah buruh yang sudah rendah. Apabila kedua soal tersebut sudah bisa diatasi, bolehlah kita mendiskusikan berapa gaji (=upah) yang layak untuk presiden.


Segera Evakuasi TKI di Mesir!

31 Januari 2011

Tenaga Kerja Indonesia

Salah satu korban kerusuhan

Makin memanasnya kerusuhan politik di Mesir, membuat khawatir beberapa kalangan di Indonesia, terutama keluarga yang anaknya, saudaranya, suaminya, atau istrinya yang saat ini menjadi TKI di Mesir.

Saat ini menurut BNP2TKI, tercatat ada lebih dari 8000 tenaga kerja Indonesia yang berada di Negara tersebut dan tersebar di beberapa kota di Mesir.

Konflik di Mesir yang terus berkepanjangan sampai saat ini telah menelan lebih dari 150 orang meninggal dunia dan lebih dari 1000 orang luka-luka.

Konflik di Mesir ini diperkirakan akan terus berkepanjangan, oleh karena itu pemerintah dalam hal ini Kementrian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja harus segera mengambil sikap untuk segera meng-evakuasi para TKI agar segera keluar dari negara tersebut sebelum terlambat.

Mari kita berdo’a agar saudara-saudara pahlawan devisa kita yang menjadi TKI di Mesir serta Negara Timur Tengah lainnya yang saat ini sedang dilanda konflik, mendapat perlindungan dan diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa

Berita gambar dari vivanews.com
dan news.okezone.com


Yuk, Bantu Pulangkan TKI di Kolong Jembatan Saudi

21 Januari 2011

Sebagai bentuk solidaritas antar buruh Indonesia, Buruh Indonesia Blog mengajak sahabat-sahabat pengunjung blog ini untuk membantu proses pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini terlantar dibawah kolong jembatan di Saudi.
Tak perlu banyak-banyak, sahabat cukup meyumbangkan Rp. 1000, (seribu rupiah) yang terkoordinir dalam gerakan Rp. 1000 untuk TKI.
Bagi yang akan kirim bantuan, silahkan kirim melalui rekening :

Yayasan Migrant CARE
No Rek 038601000234306, BRI cab. Rawamangun
No Rek 908.01.01086.00.3, Bank CIMB Niaga Rawamangun Jakarta Timur.

Atau bisa dikirm melalui jaringan yang menggalang dana di berbagai kota juga luar negeri.
Bila butuh info silahkan kirim tanya ke email: mr.tajib@indipt.org atau ke twitter: @Rp1000untukTKI

Lebih jelas silahkan sahabat Klik Link Migran Care ini.

tki_di_arab_saudi

tki_terlantar

Sumber Gambar : Republika.co.id


%d blogger menyukai ini: