Software Untuk Mengendalikan Upah Buruh

10 November 2013

Respon Yang lelet
Akar permasalahan tuntutan buruh adalah rendahnya upah, hal ini diakui oleh mantan penggiat pergerakan buruh yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari , dia mengakui jika upah buruh saat ini masih rendah. Karena itu, Dita menegaskan mereka masih sulit mencapai sejahtera.
“Faktanya memang upah buruh terlalu rendah,” kata Dita dalam diskusi Buruh Mengeluh di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 4 Februari 2012 tahun lalu (Viva News)

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah menargetkan upah minimum semua buruh sudah sebesar Rp 2 juta pada 2014 (Republika)

Dua kutipan berita diatas, adalah respon atas aksi buruh yang menghebohkan beberapa waktu yang lalu, respon dari Menteri maupun Staff-nya, intinya hanya satu yakni sama-sama untuk meredam gelombang aksi berikutnya.

Sebenarnya tuntutan kenaikan upah malah akan menjadi-jadi manakala pemerintah berencana menaikan BBM serta tarif dasar listrik (TDL) beberapa bulan kedepan, sudah bukan rahasia lagi Kenaikan BBM dan TDL ini merupakan pemicu kenaikan barang-barang kebutuhan hidup buruh, beras, lauk-pauk dan sebagainya.

Upah yang ditetapkan dalam UMK didasarkan atas perhitungan harga-harga kebutuhan pokok ditahun lalu tanpa memperhitungkan besaran kenaikan harga BBM, TDL dan Kebutuhan pokok lainnya, sedangkan pada kenyataanya buruh membeli kebutuhan pokoknya di tahun ini dengan berbagai kenaikan, jadi secara logika, UMK tersebut benar-benar tidak akan pernah sesuai.

Seperti yang diutarakan oleh banyak pemerhati perburuhan, pemicu dari gejolak tuntutan kenaikan upah adalah system penetapan upah yang sudah tidak sesuai lagi. Perlu dilakukan reformasi tentang hal ini.

Kejadian aksi yang terus berulang-ulang dari tahun ke tahun, dari rejim yang satu ke rejim yang lainnya seolah menegaskan bahwa pemerintah memang benar-benar tidak mempunyai software (baca:program) serta itikad baik untuk menata system pengupahan, system pengupahan yang adil dan menguntungkan semua pihak.

Bukan hanya dalam system pengupahan saja pemerintah tidak mempunyai program serta masterplan yang jelas akan tetapi dalam semua sektor kehidupan, pemerintahan seperti berjalan sendiri dengan menganut hukum rimba, ada aksi baru ada reaksi, tanpa arah dan tujuan yang jelas, hal ini menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat terutama golongan ekonomi menengah kebawah termasuk buruh.

Dengan dalih mendatangkan investor, berbagai usaha dilakukan. Kebijakan dan legislasi dibuat sedemikian ramah agar investor berbondong-bondong datang, pajak-pajak dipangkas, kemudahan-kemudahan ber-investasi diciptakan termasuk diberikan Door-Prize, semuanya diobral demi investor, kebijakan nyang atu ame kebijakan nyang lainye bersebrangan bertabrakan.. ah e..masbulohh.. sakarepe dewek, nyang venting INVESTOR BRohhhh.. Fulus.. duit…

Disatu sisi katanya mau mendatangkan investor, akan tetapi disisi lainya pemerintah seolah tak menghiraukan berbagai dampak yang ditimbulkan bahkan dampak sosial dan lingkungan hidup, (Ini mah sekedar contoh saja) misalkan investasi dalam bidang kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil. Di Indonesia merk kendaraan apa yang tidak ada? Semua merk kendaraan ada dan bahkan hampir semua pabrikan kendaraan dunia mendirikan pabriknya di Indonesia.

Membanjirnya produk kendaraan baik sepeda motor dan mobil (apalagi ditambah kebijakan mobil murah LCGC) tidak pernah dikalkulasi dengan tingkat kebutuhan BBM yang diperlukan, ruas jalan yang dibutuhkan, jumlah jaminan negara yang diberikan kepada bank akibat banyaknya kredit kendaraan yang macet dll. Pengamat-pengamat transportasi menilai bahwa pemerintah telah gagal mengatasi kemacetan lalu lintas hampir diseluruh kota di Indonesia (ampe presiden ngomel sakit hati katanya ditegur sahabatnya dari negara lain… he.he.he..), lalu pengamat-pengamat lingkungan hidup berkomentar pula bahwa tingkat polusi dan pencemaran dari emisi gas buang kendaraan di Indonesia mencapai tingkat paling tinggi di dunia, Nah, hal-hal seperti inilah yang merupakan indicator bahwa nyata-nyata pemerintah tidak memiliki program yang baik dan terpadu, yakin 100 % bahwa dampak-dampak dari investai dalam bidang kendaraan ini tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak pemerintah.

Pola Pikir Instan

Masih terkait dengan contoh yang dibahas, Kalo menyangkut yang instan dan serba praktis, Indonesia memang jagonya, tak perlu tenaga ekstra dan nyaris tanpa memerlukan kreatifitas dalam otak, gak susah-susah mikir. Mau makanan tinggal buka makanan plastic atau kaleng, mau perangkat teknologi tinggal beli atau bajak, mau jalan-jalan ke syurga tinggal minum-minuman beralkohol tinggi atau minum pil ekstasi pabriknya toh banyak di Indonesia, mau bangun rumah-rumah kayu, tinggal babat hutan, mau ikan tinggal jaring pakai pukat harimau dan bahan peledak, mau emas dan bahan tambang tinggal keruk perut bumi dengan tenaga sekuatnya, mau duit banyak ya tinggal daftar jadi pegawai pemerintah dan pejabat negara lalu korupsi, semuanya praktis.
Hasrat untuk serba praktis inilah yang disinyalir menjadi karakter dan budaya sebagian besar para pemimpin negeri, opsi-opsi terakhir dari pengambilan sebuah kebijakan seperti menaikan BBM, menaikan TDL, menjual asset Negara atau mem-privatisasi BUMN, Melegalisasi AFTA, CAFTA dan Trade Agreement lainnya, kerap diambil karena inilah yang dianggap paling instan dan praktis, tak perlu mengkaji ulang atau melakukan penelitian-penelitian.

Disatu sisi ketersediaan energy minyak bumi terbatas, namun disisi lain kebutuhan BBM terus meningkat. Saat ini biaya produksi eksplorasi dan distribusi BBM tidak sebanding dengan harga jual, agar masyarakat mampu membeli BBM tersebut maka pemerintah menggelontorkan subsidi, Subsidi yang pemerintah gelontorkan terhadap BBM teramat besar dan dianggap membebani anggaran negara, cara yang paling praktis untuk menghidari besarnya beban subsidi adalah dengan menaikan harga jual BBM itu sendiri.

Tidak ada cara lain!! Tidak ada cara lain!! Dan Tidak ada cara lain!! Praktis dan mudah diaplikasikan.

Sepertinya tidak pernah ada kemauan dari pemerintah untuk merevieuw dan menganalisa kebijakan-kebijakan dan membuat masterplan yang baik di semua aspek.. hanya ada dua software yang dianut oleh pemerintah yakni hukum dagang dan hukum rimba. ahhh.

Belum Ada Software Upah Buruh

Demo kenaikan upah di negara kita, seolah menjadi ajang ulang taun, ulang taun nuntut upah. tiap taun pasti berlangsung, makin seru dari tahun ke tahun, kalo taun kemarin blokir jalan tol kayaknya tahun ini bakal blokir yang lainnya, tak kalah serunya juga antisipasi yang dilakukan pemerintah, kalo beberapa tahun yang lalu buruh diancam ditembak ditempat bila membuat rusuh, maka tahun sekarang sepertinya bakal di BOM di tempat..wakakakk.

Pemerintah bukannya memberikan solusi yang menyegarkan malah mencari solusi dan antisipasi yang aneh aneh ngalor-ngidul, malah banyak ngalornya daripada ngidulnya.. bikin dong sofwarenya tentang upah yang bisa menghentikan acara ulang tahun menuntut upah.

Nah, karena kebutuhan hidup tetap berjalan, sementara pemerintah masih diem, dan Karena sofware-nya masih pake yang itu, So… yuk kita kumpulin duit buat nyogok pembuat kebijakan upah buruh, jangan kalah sogokan ama pengusaha

Karena penetapan kebijakan upah saat ini juga ditentukan oleh dewan pengupahan dan wakil dari unsur buruh mudah di iming-iming-i, maka cara yang sederhana saat ini adalah kita sogok aja wakil kita di dewan pengupahan wilayah masing-masing dengan uang ber-gepok-gepok, itupun kalo ada uangnya, kalo tidak ada kasih aja dua opsi : “lu mau nerima bujukan dan upeti pemerintah dan pengusaha atau lu mau bogem mentah seluruh anggota”.


Jangan Mencibir Saat Buruh Minta Upah Layak

13 Juli 2012

Mendengar kata “MENUNTUT UPAH LAYAK” masyarakat awam (non buruh) pasti berasumsi lain, “Kerja di pabrik aja koq nuntut upah layak segala sih” begitu mungkin pada umumnya. Kata “LAYAK” itulah yang dianggap “WAH” oleh masyarakat awam non buruh, Tak pernah mau tau tentang apa saja sih sebenarnya yang dikatakan layak bagi buruh menurut peraturan perundang-undangan.
Nah biar khalayak tahu, serta tidak mencibir atau mengomel lagi saat ada aksi buruh yang menuntut upah layak, dibawah ini saya rinci apa saja komponen yang dianggap “LAYAK” menurut pemerintah versi Permenaker No. 17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Harapan saya semoga, khalayak bisa menyimpulkan apakah benar yang dikatakan LAYAK bagi buruh adalah mengacu pada komponen dan takaran seperti ini?

KOMPONEN MAKANAN DAN MINUMAN
1. Beras (kualitas sedang) :10 Kg / bulan
2. Sumber Protein: Daging 0.75 kg/bulan, Ikan Segar 1.2 Kg/bulan dan Telor : 1 Kg/bulan
3. Kacang-kacangan: Tahu tempe (kualitas baik) 4,5 kg/bulan
4. Susu Bubuk (kualitas sedang) : 0.9 kg/bulan
5. Gula Pasir (kualitas sedang) : 3 Kg/bulan
6. Minyak Goreng (Minyak Curah): 2 Kg/bulan
7. Sayur-sayuran (kualitas baik): 7.2 Kg/bulan
8. Buah-buahan (setara pisang dan pepaya/kualitas baik) : 3 kg/bulan
9. Karbohidrat lain (setara tepung terigu/kualitas sedang) : 3 kg/bulan
10. Teh Celup : 1 dus @ 25 pcs/bulan, atau Kopi : 300 gram/bulan
11. Bumbu-bumbuan : senilai 15% dari nilai Komponen Makanan dan Minuman (point 1-10)

KOMPONEN SANDANG
12. Celana Panjang/Rok: (Katun kualitas sedang) : 1 potong / 2bulan, atau ½ potong/bulan
13. Kemeja lengan pendek/blus: (setara katun): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
14. Kaos Oblong/BH: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
15. Celana Dalam: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
16. Sarung/Kain Panjang: (Kualitas sedang): 1 helai / 12 bulan, atau 1 helai/tahun
17. Sepatu : Kulit Buatan(sintetis): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
18. Sandal Jepit: (Bahan Karet): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
19. Handuk: (ukuran 100 x 60cm) : 1 potong/tahun.
20. Perlengkapan Ibadah: (Sajadah/Mukena dll): 1 set / tahun

KOMPONEN PERUMAHAN
21. Sewa Kamar ( Sederhana ) : 1 kali/bulan
22. Dipan/Tempat tidur ( No.3 polos ) : 1 buah / 4 tahun.
23. Kasur dan Bantal ( Busa ): 1 buah / 4 tahun
24. Sprey dan sarung bantal ( Katun ) : 1 set / 6 bulan atau 2 set / tahun
25. Meja dan Kursi ( 1 Meja 4 kursi) : 1 Set / 4 Tahun
26. Lemari Pakaian ( Kayu sedang) : 1 buah / 4 tahun
27. Sapu Ijuk ( sedang ) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
28. Perlengkapan makan : Piring Polos, Gelas Polos serta Sendok Garpu masing-masing : 1 buah/ 4 bulan atau 3 buah / tahun
29. Ceret Almunium (ukuran 25 cm) : 1 buah / 2 tahun
30. Wajan Almunium ( ukuran 32 cm) : 1 buah / 2 tahun
31. Panci Almunium (ukuran 32 cm) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah/ tahun
32. Susuk/sendok masak (almunium) : 1 buah/ tahun
33. Kompor minyak tanah (16 sumbu) : 1 buah / 2 tahun.
34. Minyak Tanah ( eceran) : 10 liter / bulan
35. Ember Plastik (isi 20 ltr) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
36. Listrik ( 450 watt) : 1/ bulan
37. Lampu Listrik : Pijar 25 watt : 1 buah/ 2 bulan dan Neon 15 watt: 1 buah / 4 bulan
38. Air Bersih (standar PDAM) : 2 Meter Kubik / bulan
39. Sabun Cuci : (Krim Detergen) : 1.5 kg/bulan

KOMPONEN PENDIDIKAN
40. Bacaan/Radio: Tabloid: 4 eksemplar/bulan dan Radio 4 band: 1 unit / 4 tahun.

KOMPONEN KESEHATAN
41. Sarana Kesehatan: Pasta Gigi (80 gr) : 1 tube/ bulan, Sabun Mandi (80 gr): 2 batang/bulan, Sikat Gigi (lokal) : 1 buah/ 4 bulan, Shampo (lokal) : 100 ml/bulan, Pembalut (u/wanita): 10 pcs/bulan, alat cukur (u/pria) : 1 buah / bulan
42. Obat Anti Nyamuk (bakar): 3 dus/ bulan
43. Potong rambut (di tukang cukur salon): 1 kali / 2 bulan, atau 6 kali / tahun

KOMPONEN TRANSPORTASI
44. Transport kerja dan lainnya (Biaya angkutan Umum): 30 hari PP/ bulan

KOMPONEN REKREASI DAN TABUNGAN
45. Rekreasi (daerah sekitar) : 1 kali / 6 bulan atau 2 kali / tahun
46. Tabungan: 2 % dari nilai point 1 s/d 45.

Gambar Ilustrasi

PERMENAKERTRANS NO.13 TAHUN 2012 SEBAGAI ACUAN KHL 2013

Berikut 14 komponen yang ditambahkan CaK Imin (Muhaimin Iskandar) dalam me-revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian KHL.

Jumlah jenis kebutuhan yang semula 46 komponen dalam “penyempurnaan” Permenakertrans menjadi 60 komponen KHL. Penambahan 14 komponen baru tersebut adalah sebagai berikut :

47. Ikat pinggang, ( kulit sintetis/ Imitasi) : 1 buah / tahun
48. Kaos kaki,( setara katun) 1 pasang/ 3 bulan atau 4 pasang / tahun
49. Deodorant (kapasitas 100 ml/g) : 1 botol / 2 bulan atau 6 botol / tahun
50. Seterika 250 watt, (merk lokal) : 1 buah / 4 tahun
51. Rice cooker (ukuran 1/2 liter) : 1 buah / 4 tahun
52. Celana pendek, ( setara katun) : 1 potong / 6 bulan atau 2 potong / tahun
53. Pisau dapur ( almunium) : 1 buah / 3 tahun
54. Semir (lokal) 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun dan sikat sepatu (ijuk) 1 buah / tahun
55. Rak piring ( rak portable plastic) , 1 buah / 2 tahun
56. Sabun cuci piring (colek) 500 gr / bulan
57. Gayung plastik ukuran sedang, 1 buah / tahun
58. Sisir, (plastik): 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
59. Ballpoint/pensil, 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun.
60. Cermin (Ukuran 30 x 50 cm) 1 buah / 3 tahun

Selain penambahan 14 jenis komponen baru, terdapat pula penyesuaian/ penambahan Jenis kualitas dan kuantitas KHL serta perubahan jenis kebutuhan.

Penyesuaian/penambahan jenis kualitas dan kuantitas KHL, yaitu :
1. (lihat point No. 20) Sajadah/mukenah/peci, dll ( semula sajadah, mukenah, dll ).
2. (lihat point No. 12) Celana panjang/rok/pakaian muslim ( semula celana panjang/rok ).
3. (lihat point No. 16) Sarung/kain panjang volume 3/24 ( semula volume 1/12 )
4. (lihat point No. 21) Sewa kamar sederhana yang mampu menampung jenis kebutuhan KHL lainnya ( semula sewa kamar sederhana ).
5. (lihat point No. 23) Kasur dan bantal busa ( semula 1/48 ) menjadi kasur busa volume 1/48 dan
6. (lihat point No. 23) Bantal busa ( semula volume 1/48 ) menjadi 2/36.
7. (lihat point No. 37) Semula bola lampu pijar/neon 25 watt/15 watt volume 6/12 atau 3/12 menjadi bola Lampu Hemat Energi (LHE) 14 watt dengan volume 3/12.
8. ( lihat point No. 36) Listrik dari 450 watt menjadi 900 watt.

Perubahan jenis kebutuhan, yaitu:
( lihat point No. 33 dan 34) Kompor minyak 16 sumbu dan minyak tanah 10 liter, diubah menjadi: 1).Kompor gas dan perlengkapannya : a. Kompor gas 1 (satu) tungku, volume 1/24 b. Selang dan Regulator, volume 1/24 c. Tabung gas 3 kg, volume 1/60 2) Gas elpiji 2 tabung @ 3 kg

Nah, setelah membaca dan menelaah tentang 46 komponen layak versi Permenaker No.17 tahun 2005 ditambah lagi 14 komponen “makin” layak versi Permenaker No.13 tahun 2012, apakah hidup buruh makin LAYAK atau makin LOYO? silahkan berkomentar!

Permenakertrans No 13/2012 ini adalah Jalan Terbaik dan Paling adil! begitu kalo kata Muhaimin, mah!

Selamat menempuh HIDUP LAYAK versi Cak Imin

Kesempurnaan Hanya Milik Alloh SWT sementara Gambar Ilustrasi diatas Milik Hileud


40 Kendala Serikat Pekerja

30 September 2011

Dari beberapa kali sharing atau pertemuan dengan beberapa pengurus serikat pekerja SP di tingkat perusahaan, saya mendapatkan gambaran bahwa ternyata banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh serikat pekerja yang justru menghambat kinerja dan profesionalitas serikat pekerja.
Beberapa diantaranya dapat di- inventarisir sebagai berikut:
1. Tidak adanya sarana prasarana dan dana (fasilitas materi)
2. Tidak adanya perhatian dari institusi pemerintah (dinas tenaga kerja)
3. Banyaknya peraturan perundangan yang merugikan.
4. Tekanan, ancaman dan intimidasi dari pengusaha
5. Belenggu beban kerja sehari-hari (tugas rutin) yang diberikan pengusaha kepada pengurus
6. Pengadministrasian / pencatatan keanggotaan yang amburadul.
7. Pengurus sibuk dengan problematika hidupnya sendiri (keluarga, bisnis dll)
8. Rendahnya sumber daya pengurus dan anggota, termasuk kurang memahami berbagai peraturan perundangan yang ada..
9. Tidak mempunyai agenda/program kerja yang jelas.
10. Tidak jelasnya status organisasi di tingkat perusahaan.
11. Salah memilih ketua/pengurus.
12. Lemahnya tingkat solidaritas dan “daya gempur“ di kalangan anggota.
13. Terlalu fokus terhadap kasus-kasus yang muncul, yang terkadang justru diciptakan pengusaha.
14. Merasa puas dengan keadaan (statis)
15. Sibuk mengutamakan kepentingan (kasus) nya sendiri-sendiri.
16. Khawatir dengan ide-ide/gagasan-gagasan baru.
17. Lemahnya kemampuan untuk memenfaatkan fasilitas yang ada.
18. Lemahnya jalinan kerjasama / networking dalam rangka merangkul stakeholder (Jamsostek, Dinas Tenaga Kerja, LSM-LSM, dll)
19. Terbuai dengan kerja lembur dan jabatan.
20. Terbuai dengan pinjaman-pinjaman, kredit-kredit, dan fasilitas dan kegiatan lain-lain yang diberikan pengusaha.
21. Minimnya pertemuan dan pembinaan terhadap anggota.
22. Pengkultusan terhadap pengurus.
23. Sentralisasi pengambil kebijakan organisasi
24. Hilangnya kepercayaan anggota.
25. Terpaku pada instuksi structural.
26. Kesemrawutan pembagian tugas dan spesialisasi para pengurus.
27. Status kerja kontrak serta Sulitnya mendapatkan ijin dari pimpinan perusahaan
28. Adanya orang-orang yang menjadi “musuh dalam selimut” dalam organisasi.
29. Lemahnya budaya mencatat dan korespondensi.
30. Terlalu berharap terhadap pengurus, sementara yang lainya hanya ongkang-ongkang kaki.
31. Terlalu tunduk pada kebiasaan, hegemoni pengusaha ,institusi pemerintah dan perangkat organisasi.
32. Kurangnya pengalaman berorganisasi.
33. Kurangnya pembinaan, pendidikan, pelatihan terhadap pengurus.
34. Kekhawatiran terhadap teguran, hinaan, cercaan dari anggota dan pengusaha.
35. Kurangnya komunikasi diantara pengurus dan anggota.
36. Terjadi konflik, baik internal maupun antara pengurus dengan direksi/pengusaha.
37. Persaingan dengan serikat pekerja lain di lingkungan perusahaan.
38. Politik Adu domba yang dijalankan pengusaha.
39. Lemahnya kepekaan dan penelaahan terhadap kondisi ketenagakerjaan yang ada.
40. Ketidaksiapan (ketakutan) pengurus maupun lembaga untuk mengambil resiko


Seminar ToT Peningkatan Sumber Daya Fungsionaris Serikat Pekerja FSP RTMM Jawa Barat

13 Juni 2011

Serikat Pekerja (SP) merupakan wadah pekerja yang berfungsi melindungi, membela dan meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya, dan disisi lain SP merupakan mitra kerja Pengusaha dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ketahanan dan kelangsungan usaha melalui penciptaan suasana hubungan industrial yang harmonis.
Dengan kata lain, untuk merealisasikan fungsinya tadi harus diawali dengan mengedepankan ketahanan dan kelangsungan usaha tersebut. Kesadaran ini harus ditumbuh kembangkan kepada kader-kader masa depan organisasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang.
Sehubungan dengan hal tersebut Pimpinan Daerah FSP RTMM SPSI Jawa Barat bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) telah menyelenggarakan Training of Trainer bagi Fungsionaris (Ketua PUK dan PC ) FSP RTMM SPSI se – Jawa Barat pada tanggal 10-11 Juni 2011 bertempat di Hotel Panorama Lembang yang diikuti oleh 40 orang peserta.

Adapun Maksud dan Tujuannya diselenggarakannya ToT (Training of Trainer) adalah dalam rangka:

  1. Penguatan wawasan tentang ketenagakerjaan dan hubungan industrial
  2. Meningkatkan keterampilan kepemimpinan dalam membangun hubungan kerjasama
  3. Mengedepankan hubungan yang harmonis dalam menyelesaikan masalah
  4. Tersebarnya trainer-trainer disetiap wilayah se- Jawa Barat

Nara Sumber dalam kegiatan tersebut berasal dari pengurus AMTI (Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia) Bp. Suseno, (Ketua MPO PP.FSP RTMM SPSI) Bpk. Prof.DR.Suganda Priatna, (Sekretaris DPD KSPSI Jawa Barat) Bpk. Roy Jinto, SH, (Sekretaris Umum PP FSP RTMM SPSI) Bpk.Sudaryanto, (MPO PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat) Bpk. Tugino, SH, serta dari Kanwil Jamsotek Jabar-Banten, Bpk Mulyadi.

Dalam Press Release-nya, Ketua PD FSP RTMM SPSI Prop.Jawa Barat Bpk. Drs.H. Ateng Ruchiat menjelaskan bahwa fungsi serikat pekerja adalah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya dengan tetap memperhatikan kemajuan perusahaan. Selain itu, Ia juga mengharapkan agar semua peserta seminar dapat mendesiminasikan wawasan dan pengetahuan yang diterima selama pelatihan serta dikembangkan sesuai dengan perkembangannya di tempat masing-masing baik di tingkat PUK, PC, maupun PD.

Sumber : Press Release PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat – AMTI
 

Bpk. Sudarto (Sekum PP FSP RTMM), Bpk.Soedaryanto, SH,(Ketum AMTI), Bpk.Soeseno (Kabid. Advokasi.AMTI), Bpk.Drs.H.Ateng Ruchiat (Ketua PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat)


Suasana Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat dan AMTI


Penyerahan Sertifikat Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat - AMTI


Foto Bersama Peserta Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI)


Renungan Mayday 2011

30 April 2011

Salam Solidaritas,
Semangat Mayday!!!

Apa kabarmu kawan, di hari buruh 2011 ini?
Adakah sesuatu kebaikan menyinggahimu?
Ahh….bagaimana mungkin sesuatu kebaikan yang diharapkan akan singgah padamu,
Bila harapan untuk hidup lebih baik, tak terbersit dibenakmu…
Buruh hanya bisa berangan-angan diatas kekhawatiran makin kejamnya kebijakan perusahaan,
dan naiknya harga bahan pokok sehari-hari.
Akankah kawan-kawan diam dan duduk manis saat dan setelah Mayday 2011 ini?

Siapa yang peduli
Sesaknya dadamu
Berfikir kapan uang kan terkumpul
Tuk di kirim buat si Mbok dikampung
Siapa peduli
Dengan keluhmu

Bagaimana caranya agar dapur tetap ngebul
Hingga mertua tetap percaya

Siapa peduli
Dengan keresahanmu
Kapan surat PHK tiba dihadapanmu

Sahabat,
Usah berputus asa
Tiada asa yang tak terjawab
Hidupmu kan baik adanya
Bila bara keberanian dalam dirimu
Kau nyalakan lagi
Si mbok akan gembira
Bila kau sadar
bahwa dirimu bukanlah ajang penindasan
namun sebuah jiwa yang merdeka dan bermartabat
berjuanglah sahabat….
buka matamu, buka hatimu
bersama kita meniti hidup yang sejahtera

kelak kau tidak akan terlupakan lagi….
kelak kau kan jadi ”rasa” dinegeri segantang lada.

Selamat Hari Buruh 2011…………
Semoga Buruh Indonesia Hidup Sejahtera…..

Sumber Puisi : Unknown


Agenda Mayday 2011, Buruh Kab Bandung

16 April 2011

Setelah sukses menggelar aksi baksos (bhakti social) turun ke selokan (membersihkan got) di sepanjang jalan Moch Toha Kab bandung pada acara mayday tahun 2010, kini sekelompok serikat pekerja diantaranya SPN dan SPSI kembali akan menggelar aksi serupa pada aksi mayday 2011.
Sejalan dengan himbauan SBY agar aksi mayday 2011 digelar dan dilaksanakan dengan acara-acara yang konstruktif, maka untuk aksi mayday tahun 2011 SPN dan SPSI bekerjasama dengan APINDO dan API serta unsur pemerintah berencana akan menggelar aksi penghijauan yang akan dilaksanakan saat peringatan Mayday 2011 ( 1 Mei 2011) dengan menanam pohon Trembesi (Kihujan/samaena saman) di sepanjang jalan Anyar (jalan lingkar Majalaya Ciparay), ceremonial-nya akan dilaksanakan di alun-alun Majalaya Kab Bandung.

sumber gambar : wartakota.co.id

sumber gambar : didut.wordpress.com


Biasanya aksi mayday diseluruh dunia digelar dan dilaksanakan dengan seruan-seruan serta ajakan untuk menentang dan melawan dengan menyuarakan pelawanan terhadap segala bentuk penindasan serta ketidakadilan pengusaha dan pemerintah terhadap kaum buruh. Namun rupanya, buruh di Kabupaten Bandung akan memaknai secara berbeda peringatan hari buruh tersebut dengan menggelar aksi yang lebih “sejuk” yakni penghijauan.
Sepatutnya pada aksi mayday 2011 ini, walupun tidak melakukan aksi turun kejalan, alangkah lebih baiknya jika kaum buruh di Kab bandung ini juga melakukan evaluasi dengan menggelar acara hearing (dengar pendapat) serta menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR dan instansi terkait tentang permasalahan permasalahan ketenagakerjaan dan tingkat kesejahteraan buruh yang makin memprihatinkan.
Namun rupanya sudah dua tahun berjalan, buruh di Kab Bandung tidak mempunyai permasalahan dengan ketenagakerjaan dan sudah cukup sejahtera, sehingga tidak ada lagi agenda untuk melakukan advokasi dan perjuangan terhadap dirinya sendiri bahkan disaat mayday sekalipun. Buruh di kab Bandung tidak merasa perlu lagi untuk melakukan aksi aksi penuntutan, seperti yang dilakukan pada umumnya oleh buruh di seluruh dunia saat mayday.
Hari buruh adalah hari buruh, namun Hari buruh bisa jadi adalah hari bumi dan hari penghijauan
Selamat memperingati hari buruh.. 1 Mei 2011


Call To Action, MayDay 2011

5 April 2011

Mayday, Happy labour day.


Seruan kepada seluruh lembaga-lembaga pemerhati buruh, organisasi-organisasi komunitas, serikat pekerja/serikat buruh dimanapun untuk kembali mengadakan aksi penggalangan kekuatan dalam memperingati hari buruh se-dunia Mayday 2011, Kali ini Aksi MayDay 2011 masih dengan isu yang sama dari aksi Mayday-mayday sebelumnya yakni untuk meraih taraf kesejahteraan yang baik, peraturan perundangan yang adil, serta kesetaraan,
Upah yang cenderung stagnan bahkan menurun, bertambahnya pengangguran, ekspolitasi buruh, dan eskalasi penyiksaan terhadap buruh migrant (TKI) yang cenderung meningkat di berbagai negara juga dijadikan alasan untuk menggelar aksi yang massiv pada peringatan hari buruh sedunia 1 Mei 2011.
Selain isu-isu perburuhan, aksi Mayday kali ini juga dilakukan sebagai bentuk penolakan dan keprihatinan atas kerusuhan dan perang di Afrika, Asia, Iraq, Palestina, Afganistan dan Korea. Penolakan terhadap kebijakan WTO, WTO, FTAA, NAFTA & CAFTA yang merupakan kepanjangan tangan kaum kapitalis, isu kelaparan, isu pekerja anak, isu tentang child soldier, HIV/AIDS, isu rasisme, dan isu kekerasan dalam rumah tangga.

Kepung Istana, Agenda wajib Mayday


Di Indonesia, selain mengusung isu global tersebut, Mayday 2011 cenderung mengangkat isu yang sama dari aksi Mayday tahun sebelumnya.
KAJS (Komite Aksi jaminan Sosial) yang terdiri dari 54 Organisasi Massa diperkirakan akan memanfaatkan moment 1 Mei 2011 untuk menggelar aksi. Seperti tahun kemarin KAJS ini konsisten mengusung isu jaminan sosial sebagai agenda utamanya.
Sebagaimana diberitakan Harian Pelita, KAJS mengancam akan menggugat SBY serta berencana akan menggelar tujuh aksi besar bersama buruh dan rakyat miskin jika RUU BPJS tidak di-Gol-kan juga. KAJS akan mengawal RUU BPJS dengan perlawanan ekstraparlemen, mimbar rakyat, mogok nasional dan satu juta petisi rakyat . satu juta petisi rakyat ini rencananya akan dimasukan kedalam 10 kontainer,
FSPMI juga berencana akan menggelar aksi Mayday 2011 dengan beberapa agenda utama yakni issue Jaminan Sosial, Ganti Rezim SBY-Boediono (Jika RUU BPJS mentok!), Tolak Union Busting, Hapuskan Outsourching, serta Tolak Upah Murah.
…..
Link Call To Action Mayday 2011:
Mayday United
Immigrant Solidarity


%d blogger menyukai ini: