Call To Action, MayDay 2011

5 April 2011

Mayday, Happy labour day.


Seruan kepada seluruh lembaga-lembaga pemerhati buruh, organisasi-organisasi komunitas, serikat pekerja/serikat buruh dimanapun untuk kembali mengadakan aksi penggalangan kekuatan dalam memperingati hari buruh se-dunia Mayday 2011, Kali ini Aksi MayDay 2011 masih dengan isu yang sama dari aksi Mayday-mayday sebelumnya yakni untuk meraih taraf kesejahteraan yang baik, peraturan perundangan yang adil, serta kesetaraan,
Upah yang cenderung stagnan bahkan menurun, bertambahnya pengangguran, ekspolitasi buruh, dan eskalasi penyiksaan terhadap buruh migrant (TKI) yang cenderung meningkat di berbagai negara juga dijadikan alasan untuk menggelar aksi yang massiv pada peringatan hari buruh sedunia 1 Mei 2011.
Selain isu-isu perburuhan, aksi Mayday kali ini juga dilakukan sebagai bentuk penolakan dan keprihatinan atas kerusuhan dan perang di Afrika, Asia, Iraq, Palestina, Afganistan dan Korea. Penolakan terhadap kebijakan WTO, WTO, FTAA, NAFTA & CAFTA yang merupakan kepanjangan tangan kaum kapitalis, isu kelaparan, isu pekerja anak, isu tentang child soldier, HIV/AIDS, isu rasisme, dan isu kekerasan dalam rumah tangga.

Kepung Istana, Agenda wajib Mayday


Di Indonesia, selain mengusung isu global tersebut, Mayday 2011 cenderung mengangkat isu yang sama dari aksi Mayday tahun sebelumnya.
KAJS (Komite Aksi jaminan Sosial) yang terdiri dari 54 Organisasi Massa diperkirakan akan memanfaatkan moment 1 Mei 2011 untuk menggelar aksi. Seperti tahun kemarin KAJS ini konsisten mengusung isu jaminan sosial sebagai agenda utamanya.
Sebagaimana diberitakan Harian Pelita, KAJS mengancam akan menggugat SBY serta berencana akan menggelar tujuh aksi besar bersama buruh dan rakyat miskin jika RUU BPJS tidak di-Gol-kan juga. KAJS akan mengawal RUU BPJS dengan perlawanan ekstraparlemen, mimbar rakyat, mogok nasional dan satu juta petisi rakyat . satu juta petisi rakyat ini rencananya akan dimasukan kedalam 10 kontainer,
FSPMI juga berencana akan menggelar aksi Mayday 2011 dengan beberapa agenda utama yakni issue Jaminan Sosial, Ganti Rezim SBY-Boediono (Jika RUU BPJS mentok!), Tolak Union Busting, Hapuskan Outsourching, serta Tolak Upah Murah.
…..
Link Call To Action Mayday 2011:
Mayday United
Immigrant Solidarity


Untuk korban gempa dan tsunami Jepang

17 Maret 2011

Walaupun warga Jepang pada umumnya lebih kaya dari kita, Jangan segan tuk membantu.
Mari buktikan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang kena musibah di Jepang, khususnya bagi warga negara kita yang ada Jepang.

Bagi lembaga maupun perorangan yang ingin mengirimkan bantuan dana kepada para korban gempa bumi dan tsunami di Jepang, pemerintah Jepang membuka kesempatan pengiriman dana melalui:

Palang Merah Indonesia-Jepang
Bank Mandiri dengan nomor rekening 070-00-0480433-7,
Selain itu bagi para donatur yang ingin mengetahui keterangan lebih rinci dapat menghubungi:

Kepala Divisi Sumber Daya dan Kerja sama PMI Indonesia,
Bp. Mohammad Toriq
Telepon (021) 799 5188
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12790 Indonesia

Semoga menjadi ladang amal kebaikan.

Source Berita:
Yahoo Indonesia
Source Gambar:
dunia.vivanews.com


Kebaikan Versus Keburukan SBY di Google

1 Maret 2011

Penasaran dengan hebohnya “kebaikan SBY” di mbahnya mesin pencari Google.
Saya pun ikut latah nyoba iseng-iseng ikutan nge-search dengan kata “kebaikan SBY” tgl 01/03/2011 jam 23.00 malam, ternyata hasilnya seperti yg tampak pada screenshot dibawah.
Seperti kebanyakan isu santer yang lainnya, suggest/saran mbah Google yang berbunyi ; ‘mungkin maksud anda adalah; keburukan SBY’ pun akhirnya muncul menjadi topic yang ramai diperbincangan baik di situs jejaring social maupun situs lainnya.
Banyak tokoh-tokoh politik yang angkat bicara baik yang berasal dari kubu SBY maupun yang berasal dari kubu lawan politiknya.
Tokoh-tokoh dari lawan politik banyak yang girang tertawa, seraya berkata “tuh kan teknologi canggih yang diterapkan google aja gak mampu mendeteksi ‘kebaikan SBY’ !” , sementara tokoh-tokoh dari kubu SBY yang “kebakaran jenggot” sibuk kesana kemari mencari sang aktor intelektual, mendeteksi para pelaku, mencari ‘wedhus ireng’ , dan berkomentar bahwa telah terjadi utak-atik data pada situs google tsb, Ada orang sentimen, dll-dll.
Sederhana saja memaknai fenomena ini, cobalah tanya dan introspeksi masing-masing adakah ”kebaikan SBY” yang dirasakan selama ini?, ada atau itu kan hal yang sangat relatif.
Sebagai orang awam yang kurang begitu faham teknologi, dan sebagai rakyat kebanyakan, kita sih sekedar mengingatkan bahwa kejadian ini harusnya memacu “SBY dan Jajarannya” untuk ber-introspeksi, serta lebih banyak “berbuat baik”.
Dengan CATATAN “kebaikan” tersebut haruslah benar-benar nyata dan dirasakan, bukan rekayasa atau manipulasi.
Dengan “kebaikan” yang nyata, rakyat secara sukarela beramai-ramai memposting “kebaikan” tersebut pada blog-nya, atau pada situs-situsnya, dengan demikian si mbah google tidak akan memberikan suggest yang lain-lain.
Setelah heboh kasus boikot-memboikot media yang kini berujung pada acara gugat-menggugat, Sebaiknya kasus ini tidak usah dibesar-besarkan lah, ambil hikmahnya saja, tidak perlu juga menggugat Google demi mengembalikan citra, toh citra positip akan terbentuk dengan sendirinya melalui karya nyata.
“jangan menggaruk borok dengan tangan yang borok, nanti makin parah”.

'kebaikan SBY'


Segera Evakuasi TKI di Mesir!

31 Januari 2011

Tenaga Kerja Indonesia

Salah satu korban kerusuhan

Makin memanasnya kerusuhan politik di Mesir, membuat khawatir beberapa kalangan di Indonesia, terutama keluarga yang anaknya, saudaranya, suaminya, atau istrinya yang saat ini menjadi TKI di Mesir.

Saat ini menurut BNP2TKI, tercatat ada lebih dari 8000 tenaga kerja Indonesia yang berada di Negara tersebut dan tersebar di beberapa kota di Mesir.

Konflik di Mesir yang terus berkepanjangan sampai saat ini telah menelan lebih dari 150 orang meninggal dunia dan lebih dari 1000 orang luka-luka.

Konflik di Mesir ini diperkirakan akan terus berkepanjangan, oleh karena itu pemerintah dalam hal ini Kementrian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja harus segera mengambil sikap untuk segera meng-evakuasi para TKI agar segera keluar dari negara tersebut sebelum terlambat.

Mari kita berdo’a agar saudara-saudara pahlawan devisa kita yang menjadi TKI di Mesir serta Negara Timur Tengah lainnya yang saat ini sedang dilanda konflik, mendapat perlindungan dan diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa

Berita gambar dari vivanews.com
dan news.okezone.com


Refleksi Kemerdekaan, Mana Nasionalisme-mu?

17 Agustus 2010

Tunjukan padaku duhai pemimpin bangsaku rasa nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kudapatkan kebijakanmu kerap merujuk keinginan asing, kau lebih mendengar mereka daripada jeritan rakyatmu.
Tunjukan padaku,wahai anggota dewan yang terhormat tentang rasa nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun yang kau perjuangkan lebih banyak kepentingan diri sendiri serta partaimu dari pada rakyat yang memilihmu.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih senang ber-kunjung ke luar negeri dari pada ke pelosok negerimu.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau kerap menghasut, mencela, mencemooh, dan mengajak massa-mu tuk membeci yang bersebrangan pendapat denganmu, kau lebih semangat dalam berlomba-lomba mebesarkan kelompok dan kepentinganmu sendiri
Tunjukan padaku wahai para pimpinan Organisasi yang berslogan nasionalis!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau pimpin masamu tuk berseteru dengan kelompok massa lainnya, kau lebih sering menghajar kelompok-kelompok yang berbau sara yang kau anggap radikal, kau bela dengan bangganya kelompok minoritas dengan dalih hak azasi yang justru berperilaku tak sesuai dengan norma, adat Istiadat dan budaya Tanah Air Indonesia.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya,
Namun kau banyak bekerja demi kepentingan asing yang mendanai

Tunjukan padaku wahai tentara dan polisiku tentang nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah harga mati, namun kau biarkan saja sepetak demi sepetak kedaulatan Tanah Air Indonesia diserobot negara lain.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih sering giat berbisnis ber-mafia ria dan membeking kelompok tertentu dari pada giat menjaga keamanan dan ketertiban
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih sering menangkap orang yang belum tentu bersalah dan membuat ketakutan dimasyarakat dengan perseteruan antar korps-mu.

Tunjukan padaku wahai sahabat-sahabatku tentang nasionalisme-mu!
Kau bilang ayo kita junjung tinggi rasa kecintaan pada Tanah Air Indonesia, namun kau lebih sering bertutur kata yang tak dimengerti orang lain. Kau lebih senang dan nyaman dengan budaya asing, kau bangga memakai produk impor, dll.

Sampai detik ini tak dapat kutemukan apapun dan siapapun yang benar-benar nasionalis!
Yang kutemui saat ini, Rasa nasionalisme hanyalah sebuah warisan nenek moyang, yang tak tersampaikan, nasionalisme saat ini hanyalah sebuah kata yang sudah kehilangan arti.


%d blogger menyukai ini: