31 Penyakit Akibat Hubungan Kerja

5 Desember 2011

Simbol-simbol peringatan


Merujuk pada Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit akibat Hubungan Kerja, maka setiap tenaga kerja yang menderita penyakit yang timbul karena hubungan kerja berhak mendapat jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir

Batas pengajuan klaim bahwa tenaga kerja positif mengidap penyakit akibat hubungan kerja adalah 3 tahun sejak tenaga kerja tersebut mengakhiri hubungan kerjanya, dengan dilampiri hasil diagnosis dokter yang merawatnya.

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja

Berikut ini adalah 31 jenis penyakit akibat hubungan kerja:

1. Pneumokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis, antrakosilikosis, asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian.
2. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras.
3. Penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas, vlas, henep dan sisal (bissinosis).
4. Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
5. Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik.
6. Penyakit yang disebabkan oleh berilium atau persenyawaannya yang beracun.
7. Penyakit yang disebabkan oleh kadmium atau persenyawaannya yang beracun
8. Penyakit yang disebabkan fosfor atau persenyawaannya yang beracun.
9. Penyakit yang disebabkan oleh krom atau persenyawaannya yang beracun.
10. Penyakit yang disebabkan oleh mangan atau persenyawaan-nya yang beracun.
11. Penyakit yang disebabkan olehr arsen atau persenyawaan-nya yang beracun.
12. Penyakit yang disebabkan oleh raksa atau persenyawaan-nya yang beracun.
13. Penyakit yang disebabkan oleh timbal atau persenyawaan-nya yang beracun.
14. Penyakit yang disebabkan oleh fluor atau persenyawaan-nya yang beracun.
15. Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida beracun.
16. Penyakit yang disebabkan oleh derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang beracun.
17. Penyakit yang disebabkan oleh benzena atau homolognya yang beracun.
18. Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzene atau homolognya yang beracun.
19. Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya.
20. Penyakit yang disebabkan oleh alkohol, glikol atau keton.
21. Penyakit yang disebabkan oleh gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida, hidrogensianida, hydrogen sulfida, atau derivatnya yang beracun, amoniak seng, braso dan nikel.
22. Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
23. Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh darah tepi atau syaraf tepi.
24. Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang berkenaan lebih.
25. Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektro magnetik dan radiasi yang mengion.
26. Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologik.
27. Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena atau persenyawaan, produk atau residu dari zat tersebut.
28. Kanker paru atau mesotelioma yang disebabkan oleh asbes.
29. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang didapat dalam suatu pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi khusus.
30. Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi atau rendah atau radiasi atau kelembaban udara tinggi.
31. Penyakit yang disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat

Tatacara pengajuan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja akibat penyakit hubungan kerja, silahkan hubungi kantor Jamsostek terdekat.

Sumber Rujukan:
Keppres No.22 Tahun 1993 (Download)
Jamsostek


Seminar ToT Peningkatan Sumber Daya Fungsionaris Serikat Pekerja FSP RTMM Jawa Barat

13 Juni 2011

Serikat Pekerja (SP) merupakan wadah pekerja yang berfungsi melindungi, membela dan meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya, dan disisi lain SP merupakan mitra kerja Pengusaha dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ketahanan dan kelangsungan usaha melalui penciptaan suasana hubungan industrial yang harmonis.
Dengan kata lain, untuk merealisasikan fungsinya tadi harus diawali dengan mengedepankan ketahanan dan kelangsungan usaha tersebut. Kesadaran ini harus ditumbuh kembangkan kepada kader-kader masa depan organisasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang.
Sehubungan dengan hal tersebut Pimpinan Daerah FSP RTMM SPSI Jawa Barat bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) telah menyelenggarakan Training of Trainer bagi Fungsionaris (Ketua PUK dan PC ) FSP RTMM SPSI se – Jawa Barat pada tanggal 10-11 Juni 2011 bertempat di Hotel Panorama Lembang yang diikuti oleh 40 orang peserta.

Adapun Maksud dan Tujuannya diselenggarakannya ToT (Training of Trainer) adalah dalam rangka:

  1. Penguatan wawasan tentang ketenagakerjaan dan hubungan industrial
  2. Meningkatkan keterampilan kepemimpinan dalam membangun hubungan kerjasama
  3. Mengedepankan hubungan yang harmonis dalam menyelesaikan masalah
  4. Tersebarnya trainer-trainer disetiap wilayah se- Jawa Barat

Nara Sumber dalam kegiatan tersebut berasal dari pengurus AMTI (Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia) Bp. Suseno, (Ketua MPO PP.FSP RTMM SPSI) Bpk. Prof.DR.Suganda Priatna, (Sekretaris DPD KSPSI Jawa Barat) Bpk. Roy Jinto, SH, (Sekretaris Umum PP FSP RTMM SPSI) Bpk.Sudaryanto, (MPO PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat) Bpk. Tugino, SH, serta dari Kanwil Jamsotek Jabar-Banten, Bpk Mulyadi.

Dalam Press Release-nya, Ketua PD FSP RTMM SPSI Prop.Jawa Barat Bpk. Drs.H. Ateng Ruchiat menjelaskan bahwa fungsi serikat pekerja adalah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya dengan tetap memperhatikan kemajuan perusahaan. Selain itu, Ia juga mengharapkan agar semua peserta seminar dapat mendesiminasikan wawasan dan pengetahuan yang diterima selama pelatihan serta dikembangkan sesuai dengan perkembangannya di tempat masing-masing baik di tingkat PUK, PC, maupun PD.

Sumber : Press Release PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat – AMTI
 

Bpk. Sudarto (Sekum PP FSP RTMM), Bpk.Soedaryanto, SH,(Ketum AMTI), Bpk.Soeseno (Kabid. Advokasi.AMTI), Bpk.Drs.H.Ateng Ruchiat (Ketua PD FSP RTMM SPSI Jawa Barat)


Suasana Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat dan AMTI


Penyerahan Sertifikat Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat - AMTI


Foto Bersama Peserta Seminar ToT FSP RTMM SPSI Jawa Barat - Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI)


Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek dan Tata Cara Pengajuan Klaim JHT

13 Juni 2011

Program Jaminan Hari Tua

Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi, dan merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya risiko-risiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program tersebut terbatas saat terjadi peristiwa
kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia, yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial ini menggunakan mekanisme Asuransi Sosial.

Program Jaminan Hari Tua

Definisi
Program Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Iuran Program Jaminan Hari Tua:
Ditanggung Perusahaan = 3,7%
Ditanggung Tenaga Kerja = 2%

Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.
Jaminan Hari Tua akan dikembalikan/dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan
hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja:
Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia,atau cacat total tetap
Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan
Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/POLRI/ABRI

Tata Cara Pengajuan Jaminan

1. Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 Jamsostek kepada kantor Jamsostek setempat dengan melampirkan:

a. Kartu peserta Jamsostek (KPJ) asli
b. Kartu Identitas diri KTP/SIM (fotokopi)
c.Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
d. Surat pernyataan belum bekerja di atas materai secukupnya
e. Kartu Keluarga (KK)

2. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan Surat Keterangan Dokter

3. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan:

a. Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
b. Photocopy Paspor
c. Photocopy VISA

4. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 thn dilampiri:

a.Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan
b. Photocopy Kartu keluarga

5. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 thn telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja, dilampiri dengan:

a.Photocopy surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
b. Surat pernyataan belum bekerja lagi
c. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil/POLRI/ABRI

Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut PT Jamsostek (Persero) melakukan pembayaran JHT

sumber : http://www.jamsostek.co.id


Dana Pinjaman Jamsostek Untuk Koperasi Karyawan

31 Januari 2011

Butuh dana tambahan untuk pengembangan koperasi karyawan di perusahaan anda saat ini?

Daripada mencari dana ke pihak lain, sebaiknya dicoba saja membuat proposal pinjaman dana segar untuk pengembangan koperasi karyawan ke PT.Jamsostek. sayang kalau dana segar ini tidak dimanfaatkan oleh kalangan pekerja, karena dana tersebut berasal dari pekerja sendiri.
Daripada dana jamsostek habis dipinjamkan ke partai politik atau para politisi yang pada akhirnya mereka (parpol dan politisi) tidak ada kepedulian kepada karyawan/pekerja, lebih baik kita gunakan untuk koperasi karyawan demi kesejahteraan anggotanya.

Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) salah satu poin Corporate Social Responsibility (CSR) -nya PT.Jamsostek selain memberikan Dana Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dan Beasiswa Untuk Anak Pekerja, DPKP juga memberikan Pinjaman Untuk Koperasi Karyawan Pekerja dengan maksud untuk mendorong pengembangan per-koperasi-an di lingkungan pekerja.

Adapun syarat-syaratnya adalah sbb:

1. Bagi Perusahaan

o Telah terdaftar sebagai peserta program Jamsostek minimal 1 (satu) tahun
o Tertib administrasi kepesertaaan program Jamsostek
o Telah membentuk Koperasi Karyawan

2. Bagi Koperasi Karyawan

o Telah berdiri minimal 1 (satu) tahun dan masih aktif
o Mempunyai akte pendirian koperasi
o Telah terdaftar sebagai peserta program Jamsostek dan tertib administrasi iuran
o Laporan Keuangan Kopkar telah diaudit oleh Akuntan Publik atau Bidang Akuntansi Perusahaan
o Mendapat dukungan dari manajemen perusahaan dalam hal mengajukan proposal kepada PT Jamsostek (Persero)
o Bersedia melakukan perikatan perjanjian
o Bersedia memberikan agunan atas pinjaman
o Menyerahkan agunan untuk pinjaman senilai lebih besar atau sama dengan Rp 100.000.000,- dengan nilai jaminan minimal 110% dari nilai pinjaman

Mengenai jumlah besaran pinjaman, angka waktu dan suku bunga dari pinjaman Koperasi Karyawan/ Pekerja tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jumlah pinjaman maksimal 30% dari aset
2. Jangka waktu pinjaman dana maksimal 5 (lima) tahun
3. Suku bunga 3% (tiga persen) per tahun flat

Prosedur untuk mengajukan pinjaman adalah sebagai berikut:

1. Membuat dan mengajukan proposal kepada Kantor Cabang PT Jamsostek (Proposal ditandatangani oleh ketua dan Sekretaris koperasi serta diketahui oleh manajemen perusahaan) dengan melampirkan:
1. Akte Pendirian Koperasi
2. Anggaran dasar Koperasi
3. Susunan Pengurus Koperasi
4. Foto copy KTP Pengurus Koperasi
5. Neraca Audited
6. Surat Kuasa Ketua Koperasi
7. Rekening Koran 3 bulan terakhir
8. Menandatangani perjanjian Pinjaman
9. Menerima Transfer dana pinjaman dari Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero)
10. Membayar angsuran pinjaman sesuai jadual angsuran

Segera manfaatkan dana pinjaman tersebut, demi peningkatan taraf hidup pekerja.

Sumber Info Pinjaman : PT.Jamsostek


Cek Sendiri Saldo Jaminan Hari Tua (JHT)

26 Januari 2011

Informasi saldo Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek biasanya dibagikan kepada setiap pekerja setahun sekali, dengan sistim seperti itu pekerja sulit mendeteksi adanya kekeliruan setoran atau update jumlah saldo JHT, karena harus menunggu waktu satu tahun.

Selain sekedar informasi, update saldo JHT juga diperlukan untuk memonitor “kecurangan” atau “kelalaian” pengusaha, sehingga manakala iuran JHT tersebut tidak disetorkan pengusaha kepada Jamsostek, maka pekerja dapat segera mengetahuinya.

Kini setiap pekerja dapat mengakses informasi JHT tersebut secara online, dimanapun dan kapanpun.

Untuk mengakses info saldo JHT tersebut, kita harus memiliki account atau user ID di Situs Jamsostek, jika belum memiliki account atau user ID, sebaiknya segera saja mendaftar/signup ke situs jamsostek, tanpa mendaftar maka kita tidak bisa mengetahui data saldo JHT.

Gratis, Mudah dan cepat untuk mendaftar disitus Jamsostek tsb.

Berikut cara untuk mendaftarnya:

1. Masuk ke situs Jamsostek di http://www.jamsostek.co.id
2. Kalau susah mencari pintu masuknya KLIK DISINI
3. Dalam halaman ini klik “setuju”, kita akan dibawa ke halaman formulir, jika sudah diisi semua, klik “daftarkan” (ingatlah data yang dimasukan harus sesuai dengan data yang ada pada Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) kita, terutama Nama dan Nomor KPJ.
4. Jika sudah ada konfirmasi berhasil, maka kita siap login/masuk ke situs jamsostek, namun jika belum atau gagal silahkan coba isi ulang formulir tsb.
5. Kembali lagi ke halaman utama situs jamsostek, dan silahkan login dengan User ID dan password yang tadi kita buat.
6. Yess!!… data kita terpajang disitu, kalau mau melihat saldo JHT, klik saja ”buku JHT”. Selanjutnya mau dicetak atau sekedar melihat terserah kita.
Jamsostek juga secara otomatis memberikan Nomor ID pribadi kepada kita, jika suatu saat anda meminta update saldo JHT via SMS.
7. Jika sudah selesai, jangan lupa log out.

Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Berikut dilampirkan juga panduannya dengan gambar, biar lebih jelas.

Halaman Awal:

Jamsostek signup front page

Pengisian Formulir dan ID User Jamsostek

Jamsostek Signup Form Page

Sign In dengan User ID:

Jamsostek Login Page


Bantuan Modal Usaha Dalam Program Kemitraan PT.Jamsostek

26 Desember 2010

Selain program PUMP dan DPKP, PT.Jamsostek sebagai bentuk tanggungjawab sosial korporasi (CSR) PT. Jamsostek juga membuat program kemitraan dengan UMKM, yakni dengan memberikan pinjaman lunak bantuan permodalan usaha.
Nah, Bagi buruh yang belum tahu, mungkin ini adalah solusi atas krisis keuangan usaha yang anda hadapi saat ini
PT Jamsostek mempunyai program pinjaman lunak yang disebut dengan program Kemitraan. Program ini ditujukan untuk bantuan modal usaha kecil/ mikro dengan bunga 6% flat or 12% efektif, dan masa kredit selama 3 tahun.
Kriteria usaha yang dapat mengajukan adalah usaha yang telah berjalan selama 1 th, bukan merupakan anak atau cabang perusahaan yg berafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan usaha lain, asset yang dimiliki maksimal adalah 200 juta (diluar tanah dan bangunan), dan omset tahunan maksimum adalah 1 miliar.
Untuk prosedur pengajuannya dapat dilakukan dengan mengirimkan proposal permohonan pinjaman langsung ke kantor cabang PT. Jamsostek (Persero) setempat, Cq. bagian program khusus / pemasaran.

Sumber : Sumber : http://www.jamsostek.co.id/


Prosedur Pengajuan Peminjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) PT. Jamsostek

26 Desember 2010

Sebagai bahan referensi pekerja/ketua serikat pekerja/serikat buruh, berikut ini adalah prosedur yang ditetapkan PT.Jamsostek terkait dengan proram Peminjaman Uang Muka Perumahan (PUMP):

A. Tahap proses awal

1. Pengembang/Developer menawarkan rumah kepada peserta Jamsostek (sebelumnya dikoordinasikan dengan Kantor Cabang PT JAMSOSTEK setempat) untuk konfirmasi perusahaan -perusahaan mana saja yang layak ditawarkan rumah. Atau Perusahaan/Koperasi Karyawan bersama tenaga kerja mencari sendiri lokasi perumahan dan Pengembang/Developer-nya.

2. Apabila Perusahaan/Koperasi Karyawan dan tenaga kerja sepakat atas penawaran rumah oleh Pengembang, maka Perusahaan/Koperasi karyawan membuat SURAT PERMOHONAN PUMP (untuk memastikan adanya PUMP dari PT.JAMSOSTEK) yang dilampiri antara lain :
a. Formulir PUMP-1.
b. Formulir PUMP-2.
c. Formulir PUMP-3.
d. Formulir PUMP-4.
e. Surat Kuasa dari Pimpinan Perusahaan atau yang berwenang kepada Koperasi Karyawan apabila yang mengajukan proposal PUMP dan menandatangani Perjanjian PUMP adalah Koperasi Karyawan (dibuat sendiri oleh Perusahaan) dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan. Khususnya perusahaan asing/PMA.
f. Foto copy KPJ, KTP, Kartu Keluarga

3. Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK meneliti persyaratan dan kelengkapan proposal yang diajukan Perusahaan/Koperasi karyawan serta konfirmasi ulang kepada Perusahaan/Koperasi Karyawan atas pengajuan permohonan PUMP.

4. Apabila permohonan PUMP memenuhi persyaratan maka Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK wajib membuat Surat Persetujuan Prinsip-Formulir PUMP-5 kepada Perusahaan /Koperasi Pekerja yang intinya agar menyampaikan copy SP3K atau Bukti Akad Kredit apabila tenaga kerja yang mengajukan PUMP dinyatakan lulus seleksi KPR-Per-Bankan serta meminta kelengkapan data (apabila ada data yang perlu dilengkapi), dan apabila permohonan PUMP dianggap tidak memenuhi persyaratan, maka Kantor Cabang PT. JAMSOSTEK membuat surat jawaban penolakan.

B. Tahap Proses Pencairan PUMP
Setelah masing-masing tenaga kerja dinyaakan lulus seleksi KPR-Perbankan, maka Perusahaan/Koperasi Karyawan menyampaikan copy SP3K atau Bukti Akad Kredit, kepada Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK.
Atas dasar penyampain copy SP3K atau Bukti Akad Kredit oleh Perusahaan/Koperasi Karyawan, maka Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK melaporkan kepada Kantor Wilayah untuk ditetapkan lebih lanjut dengan Surat Penetapan PUMP-Formulir PUMP-6.
Kantor Wilayah membuat Surat Penetapan PUMP-Formulir PUMP-6 berikut Lampiran penetapan tenaga kerja yang mendapat PUMP – Formulir 6a untuk dikirim ke Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK.
Atas dasar Surat Penetapan PUMP, maka Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK membuat dan menandatangani Perjanjian PUMP-Formulir PUMP-7 dengan Perusahaan/Koperasi Karyawan yang dilampiri:
a. Lampiran I (Nama-nama tenaga kerja penerima PUMP)-Formulir PUMP 7a
b. Lampiran II (jadual angsuran) – Formulir PUMP 7b
c. Lampiran III (Daftar pemotongan angsuran PUMP)-Formulir PUMP 7c
Atas dasar Perjanjian PUMP-Formulir PUMP-7 yang ditandatangani Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK, maka Kantor Wilayah melakukan transfer PUMP ke Rekening Pengembang/Developer. Foto copy bukti transfer pencairan PUMP dikirim ke Kantor Cabang sebagai file bukti pencairan PUMP.
Perusahaan/Koperasi Karyawan membayar angsuran PUMP sesuai jadual angsuran pada Lampiran II Perjanjian PUMP ke Rekening DPKP Kantor Wilayah dan copy bukti angsuran (bukti transfer) wajib disampaikan ke Kantor Wilayah dan Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK setempat.
Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK wajib membina dan memonitor kelancaran angsuran PUMP oleh Perusahaan/Koperasi Karyawan dengan meminta copy bukti transfer setiap bulan sampai lunas (meskipun angsuran ditransfer ke Rekening DPKP Kantor Wilayah atau Kantor Pusat).
Kantor Wilayah dan Kantor Cabang PT.JAMSOSTEK memelihara dan menyimpan dokumen (File) berkas Program PUMP masing-masing debitur.

Catatan :
a. Bagi Pengembang anggota REI dan Perum Perumnas diberlakukan : AKAD KREDIT
b. Bagi Pengembang anggota APERSI diberlakukan : SP3K ​

Sumber : http://www.jamsostek.co.id/info/


%d blogger menyukai ini: