Software Untuk Mengendalikan Upah Buruh

10 November 2013

Respon Yang lelet
Akar permasalahan tuntutan buruh adalah rendahnya upah, hal ini diakui oleh mantan penggiat pergerakan buruh yang kini menjadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari , dia mengakui jika upah buruh saat ini masih rendah. Karena itu, Dita menegaskan mereka masih sulit mencapai sejahtera.
“Faktanya memang upah buruh terlalu rendah,” kata Dita dalam diskusi Buruh Mengeluh di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 4 Februari 2012 tahun lalu (Viva News)

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah menargetkan upah minimum semua buruh sudah sebesar Rp 2 juta pada 2014 (Republika)

Dua kutipan berita diatas, adalah respon atas aksi buruh yang menghebohkan beberapa waktu yang lalu, respon dari Menteri maupun Staff-nya, intinya hanya satu yakni sama-sama untuk meredam gelombang aksi berikutnya.

Sebenarnya tuntutan kenaikan upah malah akan menjadi-jadi manakala pemerintah berencana menaikan BBM serta tarif dasar listrik (TDL) beberapa bulan kedepan, sudah bukan rahasia lagi Kenaikan BBM dan TDL ini merupakan pemicu kenaikan barang-barang kebutuhan hidup buruh, beras, lauk-pauk dan sebagainya.

Upah yang ditetapkan dalam UMK didasarkan atas perhitungan harga-harga kebutuhan pokok ditahun lalu tanpa memperhitungkan besaran kenaikan harga BBM, TDL dan Kebutuhan pokok lainnya, sedangkan pada kenyataanya buruh membeli kebutuhan pokoknya di tahun ini dengan berbagai kenaikan, jadi secara logika, UMK tersebut benar-benar tidak akan pernah sesuai.

Seperti yang diutarakan oleh banyak pemerhati perburuhan, pemicu dari gejolak tuntutan kenaikan upah adalah system penetapan upah yang sudah tidak sesuai lagi. Perlu dilakukan reformasi tentang hal ini.

Kejadian aksi yang terus berulang-ulang dari tahun ke tahun, dari rejim yang satu ke rejim yang lainnya seolah menegaskan bahwa pemerintah memang benar-benar tidak mempunyai software (baca:program) serta itikad baik untuk menata system pengupahan, system pengupahan yang adil dan menguntungkan semua pihak.

Bukan hanya dalam system pengupahan saja pemerintah tidak mempunyai program serta masterplan yang jelas akan tetapi dalam semua sektor kehidupan, pemerintahan seperti berjalan sendiri dengan menganut hukum rimba, ada aksi baru ada reaksi, tanpa arah dan tujuan yang jelas, hal ini menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat terutama golongan ekonomi menengah kebawah termasuk buruh.

Dengan dalih mendatangkan investor, berbagai usaha dilakukan. Kebijakan dan legislasi dibuat sedemikian ramah agar investor berbondong-bondong datang, pajak-pajak dipangkas, kemudahan-kemudahan ber-investasi diciptakan termasuk diberikan Door-Prize, semuanya diobral demi investor, kebijakan nyang atu ame kebijakan nyang lainye bersebrangan bertabrakan.. ah e..masbulohh.. sakarepe dewek, nyang venting INVESTOR BRohhhh.. Fulus.. duit…

Disatu sisi katanya mau mendatangkan investor, akan tetapi disisi lainya pemerintah seolah tak menghiraukan berbagai dampak yang ditimbulkan bahkan dampak sosial dan lingkungan hidup, (Ini mah sekedar contoh saja) misalkan investasi dalam bidang kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil. Di Indonesia merk kendaraan apa yang tidak ada? Semua merk kendaraan ada dan bahkan hampir semua pabrikan kendaraan dunia mendirikan pabriknya di Indonesia.

Membanjirnya produk kendaraan baik sepeda motor dan mobil (apalagi ditambah kebijakan mobil murah LCGC) tidak pernah dikalkulasi dengan tingkat kebutuhan BBM yang diperlukan, ruas jalan yang dibutuhkan, jumlah jaminan negara yang diberikan kepada bank akibat banyaknya kredit kendaraan yang macet dll. Pengamat-pengamat transportasi menilai bahwa pemerintah telah gagal mengatasi kemacetan lalu lintas hampir diseluruh kota di Indonesia (ampe presiden ngomel sakit hati katanya ditegur sahabatnya dari negara lain… he.he.he..), lalu pengamat-pengamat lingkungan hidup berkomentar pula bahwa tingkat polusi dan pencemaran dari emisi gas buang kendaraan di Indonesia mencapai tingkat paling tinggi di dunia, Nah, hal-hal seperti inilah yang merupakan indicator bahwa nyata-nyata pemerintah tidak memiliki program yang baik dan terpadu, yakin 100 % bahwa dampak-dampak dari investai dalam bidang kendaraan ini tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak pemerintah.

Pola Pikir Instan

Masih terkait dengan contoh yang dibahas, Kalo menyangkut yang instan dan serba praktis, Indonesia memang jagonya, tak perlu tenaga ekstra dan nyaris tanpa memerlukan kreatifitas dalam otak, gak susah-susah mikir. Mau makanan tinggal buka makanan plastic atau kaleng, mau perangkat teknologi tinggal beli atau bajak, mau jalan-jalan ke syurga tinggal minum-minuman beralkohol tinggi atau minum pil ekstasi pabriknya toh banyak di Indonesia, mau bangun rumah-rumah kayu, tinggal babat hutan, mau ikan tinggal jaring pakai pukat harimau dan bahan peledak, mau emas dan bahan tambang tinggal keruk perut bumi dengan tenaga sekuatnya, mau duit banyak ya tinggal daftar jadi pegawai pemerintah dan pejabat negara lalu korupsi, semuanya praktis.
Hasrat untuk serba praktis inilah yang disinyalir menjadi karakter dan budaya sebagian besar para pemimpin negeri, opsi-opsi terakhir dari pengambilan sebuah kebijakan seperti menaikan BBM, menaikan TDL, menjual asset Negara atau mem-privatisasi BUMN, Melegalisasi AFTA, CAFTA dan Trade Agreement lainnya, kerap diambil karena inilah yang dianggap paling instan dan praktis, tak perlu mengkaji ulang atau melakukan penelitian-penelitian.

Disatu sisi ketersediaan energy minyak bumi terbatas, namun disisi lain kebutuhan BBM terus meningkat. Saat ini biaya produksi eksplorasi dan distribusi BBM tidak sebanding dengan harga jual, agar masyarakat mampu membeli BBM tersebut maka pemerintah menggelontorkan subsidi, Subsidi yang pemerintah gelontorkan terhadap BBM teramat besar dan dianggap membebani anggaran negara, cara yang paling praktis untuk menghidari besarnya beban subsidi adalah dengan menaikan harga jual BBM itu sendiri.

Tidak ada cara lain!! Tidak ada cara lain!! Dan Tidak ada cara lain!! Praktis dan mudah diaplikasikan.

Sepertinya tidak pernah ada kemauan dari pemerintah untuk merevieuw dan menganalisa kebijakan-kebijakan dan membuat masterplan yang baik di semua aspek.. hanya ada dua software yang dianut oleh pemerintah yakni hukum dagang dan hukum rimba. ahhh.

Belum Ada Software Upah Buruh

Demo kenaikan upah di negara kita, seolah menjadi ajang ulang taun, ulang taun nuntut upah. tiap taun pasti berlangsung, makin seru dari tahun ke tahun, kalo taun kemarin blokir jalan tol kayaknya tahun ini bakal blokir yang lainnya, tak kalah serunya juga antisipasi yang dilakukan pemerintah, kalo beberapa tahun yang lalu buruh diancam ditembak ditempat bila membuat rusuh, maka tahun sekarang sepertinya bakal di BOM di tempat..wakakakk.

Pemerintah bukannya memberikan solusi yang menyegarkan malah mencari solusi dan antisipasi yang aneh aneh ngalor-ngidul, malah banyak ngalornya daripada ngidulnya.. bikin dong sofwarenya tentang upah yang bisa menghentikan acara ulang tahun menuntut upah.

Nah, karena kebutuhan hidup tetap berjalan, sementara pemerintah masih diem, dan Karena sofware-nya masih pake yang itu, So… yuk kita kumpulin duit buat nyogok pembuat kebijakan upah buruh, jangan kalah sogokan ama pengusaha

Karena penetapan kebijakan upah saat ini juga ditentukan oleh dewan pengupahan dan wakil dari unsur buruh mudah di iming-iming-i, maka cara yang sederhana saat ini adalah kita sogok aja wakil kita di dewan pengupahan wilayah masing-masing dengan uang ber-gepok-gepok, itupun kalo ada uangnya, kalo tidak ada kasih aja dua opsi : “lu mau nerima bujukan dan upeti pemerintah dan pengusaha atau lu mau bogem mentah seluruh anggota”.


4W What Wrong With W(b)uruh

12 Mei 2012

(baca:)Wos rong wit yu buruh?

Tidak seperti tahun sebelumnya, Dalam memperingati Mayday Tahun ini sengaja saya gak posting apapun terkait berita atau rencana-rencana mayday beberapa organisasi buruh, biasanya postingan terkait mayday menjadi trending topik dan top search menjelang tanggal 1 mei.

Walaupun tidak membuat postingan, sebagai buruh yang juga sebagai pengamat amatiran saya tetap memantau kegiatan mayday dibeberapa kota melalui media, maupun melihat langsung ke kantong-kantong buruh khususnya di wilayah Bandung Raya.

Beberapa hari setelah peringatan Mayday 2012, dari beberapa pemantauan tsb, saya berani “menyimpulkan” bahwa pada intinya Buruh di Indonesia pada tahun 2012 dibawah pemerintahan SBY sudah ada dalam tatanan kehidupan yang sejahtera, repeh rapih, makmur sentosa, toto tentrem sugih mukti kerto raharjo, gemah ripah lohjinawi, cukup pangan cukup sandang, bru dijuru bro dipanto ngalayah ditengah imah.

Mengapa Bisa Demikian?

Peringatan mayday yang dibeberapa negara di dunia identik dengan aksi keras yang menyuarakan tuntutan-tuntutan tentang kesejahteraan, penolakan diskriminasi, penolakan upah murah, penolakan outsourching, mengecam praktek – praktek kapitalisme dll, ternyata di Indonesia diperingati dengan happing fun, kerja bakti bersihin got, rapat-rapat kecil, pembagian door prize, konser musik, konser dangdutan, nanam pohon trembesi, bagi-bagi sembako dan baksos (makmur bener ya..), donor darah dll.

Ini dia beberapa beritanya:

Buruh Subang
Subang [SuaraJabar.Com] – Tidak akan ada unjuk rasa buruh pada peringatan hari buruh sedunia (May Day) di Subang. Pada 1 Mei besok, para buruh hanya akan memeringati May Day di masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja.

Komentar:
Beu?…….

Buruh Bandung
(detikbandung) hingga pukul 10.05 WIB, pengunjuk rasa belum hadir di Gedung Sate. Sedangkan seribuan polisi sudah bersiaga. Pengamanan May Day 2012 ini Polrestabes Bandung mengerahkan 2.400 personel, termasuk bantuan dari Polda Jabar
Sebelumnya diberitakan, dalam menyambut peringatan Hari Buruh Se-Dunia (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, sekitar 800 buruh di Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Polsek Dayeuhkolot menggelar kegiataan bakti sosial berupa donor darah
“Kegiatan ini sengaja kami gelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei besok. Kami juga ingin berkontribusi terhadap masyarakat, karena bakti sosial ini bukan hanya dominasi orang kaya atau para pejabat dan instansi pemerintahan saja,” kata Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung Ayi Suhanda kepada wartawan (30/4/2012).

Ayi menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 40 perusahaan yang berada Kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya. Dimana masing-masing perusahaan mengirimkan 20 orang pekerjanya untuk mendonorkan darahnya. Namun demikian antusiasme para pekerja ini ternyata cukup tinggi. Ini terlihat dari membludaknya peserta yang menjadi pendonor.

Selain kegiatan donor darah, sambung Ayi, para buruh yang tergabung dalam SPSI ini juga akan melakukan bakti sosial lainnya, yakni berupa penanaman 5.000 pohon di lahan kritis di sekitar Kecamatan Dayeuhkolot serta pembersihan Sungai Cipalasari dan Citepus.

“Lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian kami. Contohnya dengan bersih-bersih sungai, karena jelas dampaknya sangat berpengaruh buat kami. Ketika banjir, otomatis pabrik tidak dapat beroperasi kami pun tidak dapat bekerja,” ungkapnya.[jul]

Komentar mantanburuh:

Huebat bener kang Ayi Suhanda ya! Jiwa Sosialnya tinggi peduli perusahaanya juga tinggi, Halowww… yang jadi pertanyaan: Apakah masih ada darahnya? Apakah porsi makan buruh sudah cukup kadar gizinya? Kasian kan kalo masih kurang gizi/protein? Lemes lo..
Salam sakses aja deh buat kang ayi, uben dan godeg.

Buruh Jakarta
Metrotvnews.com, Jakarta: Sedikitnya 100 ribu pekerja memperingati Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei dengan menggelar demonstrasi damai di depan Istana Merdeka dan menghadiri konser musik Slank di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Komentar:
Kalo ada kaka, Males ngomen ah..he he

Buruh Surabaya
Surabaya (ANTARA News) – Peringatan Hari Buruh se-Dunia (May Day) yang digelar di Taman Surya Kota Surabaya hari ini dikemas dengan acara bagi-bagi ribuan hadiah.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Nanis Chairani mengatakan ada sekitar 1.250 hadiah diberikan kepada buruh di antaranya dua sepeda motor, satu mesin cuci, dan dua lemari es.

“Semua hadiah tersebut merupakan pemberian dari pihak sponsor yakni para pengusaha,” kata Nanis usai apel peringatan May Day yang digelar pertama kali oleh Pemkot Surabaya di halaman Taman Surya.
Ketua DPC Konfederasi SPSI Surabaya Henky Prayitno mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemkot yang sudah memfasilitasi adanya apel May Day kali ini.

“Semua buruh di Surabaya ikut acara ini. Tidak ada demo anarkis,” katanya.

Menurut dia, ada sekitar 3.000 buruh di Surabaya yang ikut apel May Day. Semua antusias mengikuti acara ini, apalagi ada hadiah untuk para buruh.

Komentar:
Mayday atau Ultah PEMKOT ya?
bagi dong atu hadiah dispensernya!

Buruh Pamekasan
Pamekasan (beritajatim.com) – Hari Buruh Se Dunia (May Day), yang jatuh pada 1 Mei, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di Kabupaten Pamekasan. Pasalnya, unjuk rasa yang biasanya dilakukan oleh para buruh kini tidak terlihat.
Meski begitu, aparat keamanan tetap siaga dan menyiapkan sedikitnya dua pleton personel. Mereka terdiri dari Samapta, intel, reskrim dan lantas.

Komentar:
Kayaknya taon kemaren heboh mayday-nya ya??

Buruh Jogja
Yogyakarta (detik.com) Ribuan mahasiswa dan buruh di Yogyakarta memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Selasa (1/5/2012). Dalam aksi itu massa menyanyikan lagu “Iwak Peyek” yang telah dipelesetkan.

Aksi yang dilakukan secara bergelombang itu dipusatkan di kawasan Malioboro, gedung DPRD DIY hingga titik nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Beberapa elemen yang turun ke jalan di antaranya Federasi Serikat Buruh Independen Indonesia (FSBII) Bantul, Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Komite Aksi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Forum LSM DIY, Aliansi Rakyat Yogyakarta (ARY), Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Paguyuban Buruh Kemudo, Paguyuban Buruh Gendong, BEM-KM UGM, HMI, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan lain-lain.

Komentar:
Aduk kang mas, tuntutan-nya jadi kelibas, kalah kenceng ama lagu Iwa Peyek-nya?

Buruh Batam
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM– Ribuan pekerja di kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) Batam mengikuti acara Fun Bike dan Jalan Santai, Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut hari buruh dunia atau May Day pada 1 Mei, Para pekerja tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Apalagi telah disiapkan door prize berupa alat-alat elektronik kebutuhan rumah tangga, sepeda, serta hadiah utama LED TV 32 inch bagi para peserta

Ketua DPC Logam Elektronik Mesin (LEM) SPSI Pantai Timur Batam, Jon Effendi mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Ini kan termasuk kegiatan olahraga bagi pekerja. Selain untuk menyehatkan juga agar May Day ini diperingati dengan cara-cara yang positif. Demi menjaga kondusifitas Batam bersama,” kata Jon.

Komentar:
Betul juga tuh, Silaturahminya sambil salam-salaman? kayak lebaran.

Buruh Sukabumi
SUKABUMI (Pos Kota) – Banyak cara untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, misalnya.
Mereka mengisi May Day dengan menggelar pengobatan gratis dan donor darah. Mereka memusatkan aksi sosialnya di Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Selasa (1/5).
Ketua SPN Cabang Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar mengatakan, kegiatan social yang dilakukannya lebih bermanfaat ketimbang berunjuk rasa. Di samping itu, kegiatan social tersebut mendapatkan apresiasi positif dari semua komponen.

Komentar:
Kasian bener ya? Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Buruh apakah udah terpenuhi?, plafon berobat buruh nya berapa? ah,…aya-aya wae.

Indikator Buruh Sejahtera
Kalo menyimak liputan-liputan tadi, kita bisa gambarkan keadaan buruh di Indonesia saat ini sudah sejahtera, dan itulah Indikatornya.
artinya buruh sudah tidak perlu lagi berkoar-koar nuntut macem-macem terkait kesejahteraan hidupnya. bahkan disaat-saat mayday yang nota bene hari buruh, hari milik buruh sekalipun, saat mayday sama sekali tak ada perjuangan dan upaya yang “menggigit” dan gigih.

Ah.. masa sih?

ataukah barangkali, PEANUT sudah FORGET ama kulitnya?
atau barangkali kalo menurut NU: buruh sudah lupa sama KHITAH-nya?
ah..tapi mudah-mudahan saja emang sudah SEJAHTERA.

Sumber:
ada di tulisan


Obrolan Mayday di Pesbuk

12 Mei 2012

Versi Buruh Bandung

Nyimak obrolan tentang mayday versi buruh bandung di pesbuk..seru juga.
ini status Tony Ahmad yang sy share:

Tony Ahmad:
Ceritanya buruh itu pnya keinginan dan cita cita untuk memperjuangkan nasibnya….namun selama ini keinginan itu cuma angan angan belaka.Padahal bnyk kelompok atw orng orng yg berteriak katanya berjuang demi buruh,apa yg salah dari kaum buruh…? MAYDAY aja sudah d sulat jd hiburan dan panen komisi elite elite buruh…masa MAYDAY buruh d ajak bersihin sungai citarum,di ajak muter muter situ patengan….,kyknya cita cita buruh tlah hanyut d sungai citarum,atw jg harapan buruh tlah tenggelam d situ patengan…??? Sungguh IRONIS…TRAGIS…

Komentar-Komentar:

Three Boyz Kids :
hanya sebuah angan dan harapan sj yg kta dapatkan dalam sebuah gerakan ternyata dan ternyata kaum elit politik telah mengecoh kta dalam menenangkan hati buruh kesebuah hiburan atau membershkan jalur citarum dan muter”patenggang.itu hanya peringatan sja MayDay gerakan tetap maju

Tony Ahmad:
taun depan MAYDAY buruh hrs dibawa ke Bank Indonesia…..dgn melihat tumpukan uang hati dan pikiran buruh di harapkan kembali pd ideologinya….

Three Boyz Kids :
urang mah kang saukur objek para nu bga duit….d titah kie ktu oge kdu nurut meureun

Andry Ansyah:
hatur nuhun kana nasehatna ngan ieu patuangan ngerebeuk,k kantin heula coy

Buddy Xatria:
Lawan Lawan…dengan bekerja keras….sugan Caina herang Laukna Luncat….
hahahahahaha….
ngabaso heula Baraya…nu Alit 1000
anu ageung 5000.

Tony Ahmad:
lain kudu ngalawan urng mah….tp posisiken pd porsina,eta pikiran nu salah mun urng kdu ngalawan pengusaha.Jaman nabi geus aya istilah budak belian/ eta teh buruh mun ayena mah….ku nabi di perjuangkeun supaya sistem perbudakan di hapus,supaya buruh boga hak nu pantes hak nu setara.Ieu perjuangan buruh nu hakiki.Urng hyng meureun d perlakukeun secara manusiawi jd garis bawahi cing gede BURUH BUKAN UNTUK MELAWAN PENGUSAHA

Iqbal RD:
hayang senang mah kudu jadi bos .jadi moal nurut kana curuk batur [sabar]

Buddy Xatria:
Anjuran Nabi, 10 pekerjaan diantaranya ada 7 untuk berniaga …dan 3 diantaranya dibawah Curuk Batur…
sudahkah yang 7 itu kita Laksanakan …atw lang sung yang 3 itu.
dengan cara Koneksi lagi…
hahahahahahaha
haduh lada …sambelna Sageulas.

Iqbal RD:
Udangn 2 menang jelema matak moal baleg, Jangan Menyerah
Jangan Menyerah kawan, tidak
ada alasan untuk menyerah.

Yusuf Nugraha:
tina naminaoge urang parantos tiasa nyimpulkeun yen jengan buruh teh hanteu layak,diskriminatip jeug ironis . saha nu bisa ngarobah eta ngaran buruh teh ? ceuk kami iwal pribadi2na ,pek robah eta imej atawa ngaran buruh teh ku naekna prilaku ,ka mampuhan ,kaweruh tur pangabisa robaah pamahaman tunjukeun yen nu boga modal butuh ayanajeng kamampuhan urang lain urang nu nyogrog2maneh dina politik bisnis aya ngaran kieu urang butuh nu nawar murah batur nu butuh di beuli kalayan harga mahal. tah kesan buruhteh ibarat nu butuh jadi pasisi leugena pasti di handap (leugeun di luhur leuwih hade dibaning leungeun dihanap jadi argumenna nudi beremah kumaha numere,jasa urangmah salaku pagawe di angap euweuh da ditinggalina kabutuh urangna lain jasana rek pengusaha tawa pamarentah nganggap buruh kaum atawa golongan marjinal.tapi ,te sadaya pamarentah atawa pangusaha ninggali buruh jiga eta ,yu urang rubah eta imejteh babarengan jang kamajuan jeung hargadiri pribadiatasnama buruh tawa pagawe da kabeh oge sa masih di dunya kenehmah pagawe pdah beda cabak

Three Boyz Kids :
sok urang tata tutur jeng robah sagla anu bisa buruh jdi berharga d mata pengusa kdu kumaha tah ameh gawe hade duit gede urang kapake

Tony Ahmad:
koncina hiji….ulah ngarasa hina jd buruh,sabab buruh oge boga harkat jng martabat di hadapan ALLOH AZZA WAJALA mah,tah tiayena kapayun hayu urng ronjatken kwalitas urng masing2 ulah belet wae,ulah cebew wae,ulah pehul wae,ulah boke wae,ulah heureui wae,ulah beger wae,ulah kedul wae,ulah molor wae,jng wae wae nu sejena

Parishakufa Alfansyah:
kmh Ceuk Bang Haji…. ada baik-ada jg yg jahat, ada siang-ada malam, ada kaya-ada miskin, ada pengusaha-ada buruh
“smua dah diatur tinggal kite mo pilih yang mana…”
Dipilih…dipilih….dipilih
Smua saling berkaitan,berhubungan erat untuk menggerakkan roda

Tony Ahmad:
Apa makna dari sebuah kata MAYDAY….?
Bukankah dgn istilah itu terciptanya garis pemisah antara tuan dan budak,si miskin dan sikaya..???

Notes:
Logo Fb hanya milik facebook
Kekuasaan hanya milik Alloh SWT


Kugadai Nasibku Demi Nyai

3 Februari 2012

Menggadaikan Nasib!
Sebuah Tulisan Daur Ulang yang (masih) Up to Date

Tidak ada yang salah dari budaya menggadaikan barang, disaat kondisi keuangan minim, disaat kebutuhan mendesak, maka jalan yang paling praktis adalah memberdayakan apa yang dimiliki untuk segera menjadi uang guna menutupi kebutuhan mendesak tersebut. Ya, dari pada ngutang! Atau daripada mencuri!
Budaya manggadaikan barang berharga sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia , tidak semata mata ada kantor pegadaian kalo peminatnya tidak ada. Budaya menggadaikan barang sudah ada sejak jaman ‘doeloe” , Cuma namanya saja sekarang yang jadi beda. Kata ‘menggadaikan’ oleh sebagian orang telah diubah menjadi “menyekolahkan” .

Suatu saat saya bertandang kerumah teman, ketika melihat rak tivi yang kosong saya bertanya : “dikemanain tivi, euy?” teman tersebut menjawab sambil nyengir: ” disekolahin!”
Kata sebagian orang istilah “digadaikan” dianggap aib, alias gengsi, maka istilah “disekolahkan” menjadi alternatif untuk mengurangi rasa malu dan menjaga gengsi, apalagi jika kebiasaan menggadaikan barang terdengar oleh mertua, bisa gawat tuh, jangan jangan istri sendiri …. “digadaikan, heuu..?!!”.

Tulisan ini tidak akan panjang lebar membahas ‘menggadaikan” alias ”menyekolahkan”, tapi kita akan membahas apa yang kita dapat dari budaya ‘menggadaikan” pada perilaku buruh.
Disaat barang digadaikan, idealnya semangat kerja makin gigih, makin rajin, makin bersemangat untuk mendapat uang agar harta benda yang kita gadaikan segera bisa kita tebus, jika tidak bisa kita tebus maka tak harta benda kita itu, akan segera berpindah tangan menjadi milik pegadaian dan kemudian oleh pegadaian harta benda kita itu segera dilelang kepada pihak lain.

Sikap Buruh Dengan Analogi Pegadaian

Sistematika pegadaian seharusnya menjadi sebuah pola sikap yang dipakai buruh dalam event-event penting semisal pemilu, pilkada, pemilihan pimpinan ketua umum Serikat Pekerja, ataupun dalam penentuan-penetuan kebijakan dengan skala kecil tingkat perusahaan
Jika kita menggadaikan sesuatu, maka sekuat mungkin kita berupaya untuk menebusnya
Jika kita umpamakan nasib buruh sebagai harta benda yang kita miliki, dan para pemimpin (Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, dll) kita umpamakan sebagai pegadaian, maka kaos gratis, sembako gratis, janji pengobatan gratis, janji sekolah gratis, janji sembako murah, janji buruh sejahtera dan janji janji manis lainnya, maka itu kita ibaratkan sebagai uang gadai.

A. Menggadaikan Nasib ke Politisi
Jangan salah, nasib buruh adalah harta benda yang sangat berharga dan sangat dinanti nanti atau diminati oleh para penebus di pegadaian, bahkan saking berharganya para penebus tersebut rela memberikan DP bermilyar-milyar untuk segera memiliki “barang” tebusannya! Nah loo.. lalu siapakah yang kita ibaratkan sebagai para penebus itu? Tak lain dan tak bukan mereka adalah para pengusaha, para investor, para pemilik modal dan kaum kapitalis, dan lain sebagainya
Apakah anda tahu kalau selama ini kandidat calon pemimpin daerah maupun pemimpin pusat tidak pernah mau menandatangani kontrak politik dengan buruh? tau apa sebabnya? Sebabnya adalah karena kepada mereka para cukong telah rela memberikan harga tebusan yang fantastis untuk menjadi pemenang lelang atas harta berharga milik buruh yakni “nasib dan kebijakan kebijakan buruh”
Nasib buruh gampang sekali digadaikan, bahkan oleh buruh itu sendiri, hanya dengan sebuah ikat kepala, selembar kaos, sembako gratis, angpau tipis, apesnya lagi banyak yang hanya mendapat uang gadai berupa janji janji manis yang diberikan oleh orang yang tidak pernah dikenal, bahkan ada pula yang hanya menyerahkannya begitu saja nasibnya karena saking fanatik-nya kepada pemimpin/calon pemimpin tsb.
Sadarkah? Sadarkah bahwa nasib buruh telah digadaikan? Sadarkah bahwa nasib buruh juga pernah digadaikan dalam pemilu atau dalam pilkada yang lalu-lalu ? Pasti tak pernah sadar! Karena tidak pernah mau tau, atau memang sudah “n’dablek untuk tidak pernah sadar’
Tahukah anda bahwa munculnya peraturan peraturan yang menyesakkan buruh adalah ulah pimpinan yang kita pilih dahulu, yang telah “melelang” nasib buruh kepada kaum kapitalis? Mengapa mereka melelangnya? Karena kaum buruh tidak pernah sadar dan tidak pernah mau “menebusnya” kembali.

B. Menggadaikan Nasib ke Pengusaha
Menggadaikan nasib ke pengusaha, Sadar tidak sadar, inilah pola gadai yang paling berbahaya menurut pandangan penulis. Anda mungkin tidak sadar ada fenomena bahwa disaat kondisi perekonomian yang kritis ini, dimana tuntutan buruh kepada pengusaha makin meningkat, maka salah satu cara untuk meredam gejolak tersebut banyak perusahaan yang memberikan kemudahan dan fasilitas untuk mencarikan berbagai macam pinjaman finansial “lunak” tanpa tulang bahkan tanpa agunan, termasuk mempersilahkan masuk para “rentenir” , pemilik showroom kendaraan bermotor, bandar alat elektonik, bahkan bandar sembako diundang untuk join dalam rangka MEM-BERDAYA-KAN buruh, alangkah mulianya jika memang tujunnya seperti itu.! dimana jaman dulu hal-hal seperti tersebut menjadi barang tabu saat perusahaan sedang jaya dan berlimpah uang.
Perusahaan akan sangat diuntungkan dengan pola seperti ini, tak perlu menaikan lagi taraf kesejahteraan buruh, toh buruh bisa pinjam uang sebesar-besarnya kepada bank rekanan ataupun lainnya, tak perlu memikul tanggungan ke bank, karena toh jika buruh di PHK maka hanguslah utangnya (ada asuransi), tak perlu naik jemputan karena toh buruh sudah kredit kendaraan sendiri, tak perlu memberikan doorprize alat elektronik saat hari raya karena toh buruh sudah punya hasil nyicil, tak perlu pusing menaikan plafon berobat ke rumah sakit karena toh sisa plafon bisa diangsur bertahun tahun dengan diberikan pinjaman oleh bank dan koperasi, tak perlu memberikan bonus kepada para manager dan direktur karena toh mereka sudah diberi fee/komisi oleh bank dan loan distributor, dan mitra-mitra0nya… pokoknya Mantaaap deh!
Tapi apa untungnya bagi buruh?

Terjerat utang akibat gadai


Untungnya.. yaa… hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan saat itu! Buruh makin dililit dan dijerat dengan hutang, sedangkan semua tahu bahwa, Jarang sekali diantara buruh yang punya utang semangat kerjanya jadi tinggi, yang ada hanya semangat mengatur tenaga dan siasat agar bisa lembur beratus ratus jam, dengan kualitas kerja yang diabaikan, pada akhirnya pepatah lah yang berlaku “pemberi utang adalah raja, dan pengutang adalah budak”, lalu apa yang bisa dilakukan jika raja sudah berbuat seenaknya? hahh… betul tidak ini teh? (Aa G mode On)
Pinjaman lunak, kemudahan berbagai pinjaman, kredit sembako, kredit motor, alat elektronik dan lain-lain, Itulah uang gadai yang diberikan pengusaha kepada kepada buruh!
Apa jadinya jika kita sudah terlilit utang, terjerat rentenir dll, yang ada hanyalah rasa takut untuk melawan berbagai kebijakan buruh yang mencelakakan.
Solidaritas, rasa kesetaraan, kesetiakawanan, dan keinginan untuk merubah nasib, adalah hal yang naif.

Ambil Hikmahnya
Belajar dari pola menggadaikan “nasib”, maka marilah kita berancang ancang untuk segera menghimpun kekuatan dan pikiran, agar kita tidak terjerumus kedalam pola pegadaian seperti yang dipaparkan tadi. namun jika sudah terlanjur “menggadaikan”, maka kita harus bisa segera menebusnya kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita. Apakah itu? “Kesejahteraan buruh” yang merupakan inti dari permasalahan nasib buruh.
Di hari hari kedepan marilah kita berupaya untuk meminta “uang gadai” yang setimpal dengan harta yang kita miliki berupa realisasi dari apa yang seharusnya kita dapat sebagai seorang buruh/pekerja.
Dalam hal politik dan memilih partai, buka pola pikir kita bahwa, kaos tipis, sembako gratis, angpau tipis,dll hanyalah setimpal dengan energi untuk mengangkat kertas suara, hanya sebagai upah untuk mengangkat ballpoint dalam mencontreng atau mencoblos, namun tidak akan pernah setimpal dengan kesengsaraan buruh lima tahun kemudian, yang tak pernah sebanding dengan kenyamanan atas jabatan yang mereka emban dengan berbagai pasilitas yang menggiurkan.
Dihari kedepan gadaikan nasib hanya dengan harga yang setimpal…
dan hanya demi nyai…()

Gambar Ilustrasi milik : Cyberangjalan trims ya…


(Not) HOPE 2012

29 Desember 2011

HARAPAN TAHUN 2012

Tahun 2011,
Seperti tahun-tahun sebelumnya,
Kami harus berjuang sendiri,
Mempertahankan hak, melawan penderitaan dan ketidakadilan.

Tahun 2011,
Presiden, DPR, Gubernur, Bupati, Walikota,
Menaker, bahkan Disnaker, tidak mengenal kata “buruh” dalam kesehariannya.
Mereka hanya mengenal istilah “pengusaha”.

Tahun 2011,
Barangkali inilah penyebabnya,
Kepada mereka,
Buruh hanya memberikan upeti berupa seonggok amanah dan kepercayaan, sedangkan
Pengusaha memberikan fee, komisi, gratifikasi, travel cheque, dan share.

Tahun 2012,
Seperti tahun kemarin, kami takan berikan upeti apapun,
Seperti tahun kemarin, investor dan pemilik modal antri menunggu lobby,

Tahun 2012,
Menurut para peramal,
(dementia syndrome)… adalah penyakit yg bakal nge-trend di Indonesia
Jadi sepertinya,…………Lupa…….. lagi

Tahun 2012,
Kami harus berjuang sendiri,…lagi.
Melupakan cita-cita tentang upah layak… lagi,
Merasakan siksaan majikan …. Lagi,
Dan…. Tak punya harapan ….lagi.

“Selamat Tahun Baru 2012”


HAK DAN INFORMASI UNTUK BURUH MIGRAN DI TAIWAN

11 November 2011

Migrant Worker Rally

HAK DAN INFORMASI UNTUK BURUH MIGRAN DI TAIWAN
(Perawat, Pekerja Rumah Tangga, Pekerja Pabrik & Pekerja Bangunan, Nelayan) antara lain:

SIMPANLAH KWITANSI GAJI ANDA, KONTRAK KERJA DAN KTP
Sebab dokumen ini menjadi bukti yang sangat penting jika anda memiliki masalah tentang uang lembur, gaji, pajak atau kompensasi apapun.

JANGAN MENANDATANGANI
Jangan pernah menandatangani berkas kosong atau dokumen yang isinya tidak dipahami. Jika diminta untuk menandatangani dokumen yang tidak disetujui, ajaklah teman-teman lain untuk secara bersama-sama tidak menandatangani dokumen tersebut.
Simpan sendiri baik-baik salinan kontrak atau dokumen lainya, Agensi tidak memiliki hak untuk menyimpan dokumen anda.

Tabungan paksa tidak dibenarkan.
Pajak penghasilan, biaya makan dan penginapan, peng-obatan dan asuransi kesehatan tenaga kerja adalah potongan legal yang diakui di kwitansi pembayaran. Yang lain tidak!
Ingat! Hindari bahaya. Banyak pekerja kehilangan tabungan
mereka karena perusahaan mereka bangkrut. Carilah bantuan dan
nasihat apakah majikan/agensi Anda akan menerapkan pengaturan
tabungan paksa. Majikan Anda tidak memiliki hak untuk menahan KTP atau paspor Anda. Anda harus membawa KTP Anda kapan pun Anda berada di tempat umum.

PEMULANGAN LEGAL
Majikan Anda tidak dapat memulangkan Anda tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Berikut beberapa alasan pemulangan/PHK yang sesuai dengan hukum:
1. Kekerasan atau penghinaan kasar terhadap majikan atau pekerja lain.
2. Pelanggaran serius terhadap kontrak atau aturan kerja (dengan pengandaian bahwa perusahaan tempat Anda bekerja adalah perusahaan yang mendapat ijin operasi dari pemerintah).
3. Melakukan perusakan harta benda perusahaan atau membongkar informasi rahasia milik majikan.
4. Tidak masuk kerja selama 3 hari secara berturut-turut atau 6 hari dalam sebulan.
5. Jika kehilangan kemampuan Anda untuk bekerja.
6. Jika ditahan pihak berwajib (dipenjarakan).

KWITANSI PEMBAYARAN
Menurut Pasal 21 dari “panduan ijin kerja dan pengawasan orang asing”, majikan harus menyediakan kwitansi pembayaran secara terperinci dalam bahasa Cina dan dalam bahasa negara asal pekerja. Kwitansi pembayaran ini harus mencakup semua bagian dari upah dan semua potongan.

BIAYA PENEMPATAN/BIAYA AGENSI
1. Jumlah biaya penempatan/biaya agensi menurut hukum tenaga kerja (CLA) di Taiwan adalah satu bulan gaji (NT$ 17,880) di tambah biaya dokumentasi. CLA menghimbau otoritas yang ber-wenang di Negara asal para buruh migran agar tidak menentukan biaya penempatan lebih dari satu bulan gaji buruh migran. Silakan Anda menyadari hal ini dan ikut serta menekan biaya agensi yang membubung tinggi di Indonesia.
2. Agensi Anda di Taiwan boleh menarik biaya layanan bulanan tidak lebih dari tahun pertama: NT$ 1,800; tahun kedua: NT$ 1,700; tahun ketiga: NT$ 1,500. Jika setelah bekerja selama 3 tahun, Anda kembali bekerja di Taiwan dan dipekerjakan oleh majikan yang sama, biaya jasa bulanan maksimum adalah sebesar NT$ 1,500.
Agensi tidak dapat menuntut biaya tambahan atas:
• Penjemputan di bandara dan keberangkatan/bantuan pulang kampung.
• Transportasi dan makanan selama pemeriksaan kesehatan.
• Pembuatan KTP Taiwan.
• Pengenalan tempat kerja.
• Bantuan untuk pindah majikan.
• Makanan dan tempat tinggal dalam ‘masa tunggu’ untuk mendapatkan ke majikan baru.
• Mediasi/perdamaian antara pekerja dan majikan.
• Pengisian dokumen pajak atau dok. lain untuk instansi/kantor.
• Bantuan di bidang perbankan dan pengiriman uang, jika perlu.
3. Adalah ilegal kalau atasan Anda memotong biaya layanan agensi dari gaji Anda. Anda harus membayar agensi sendiri. Mintalah kwitansi sebelum membayar biaya tersebut.
4. Agensi Anda tidak dapat meminta Anda untuk menandatangani kontrak lain untuk pemotongan lebih lanjut. Jika Anda telah menandatangani kontrak seperti itu, hubungi HWC atau HMISC.

Panduan dan hak dan informasi pekerja migran/TKI di Taiwan silahkan Download versi Selengkapnya

Logo HMISC Taiwan

Sumber Informasi
PUSAT PELAYANAN MIGRAN DAN IMIGRAN KEUSKUPAN HSINCHU (HMISC)
81 Shui Yuan St., Hsinchu City 30069
Tel: (03) 573-5375 (03) 573-5387 Fax: (03) 573-5377
8:30am ~ 5:30pm (Sen-Jum), 1:00pm ~ 5:30pm (Ming)
E-mail: hmisc_tw@yahoo.com

HOPE WORKERS’ CENTER (HWC)
3F, 65 Chang-Chiang Rd., Zhongli City 320
Tel: (03) 425-5416 (03) 422-7075 Fax: (03) 427-1092
9:00 AM ~ 5:30 PM setiap hari
E-mail: hwc.hope@gmail.com
Webpage: www.tw.migrant-workers.org

LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) pro Buruh Migran
TAIPEI Migrant Workers Concern Desk (02) 2389-5247
TAIPEI Taiwan International Workers’ Associat(02) 2595-6858
TAOYUAN Vietnamese Migrant Worker & Brides Office
(03) 217-0468
ZHANGHUA Center for Migrants’ Concerns (04) 720-0741
KAOSHIUNG Stella Maris Center (07) 532-2522
KAOSHIUNG Labor Concern Center (07) 366-2373


Pemerintah Harus Segera Melindungi Buruh Migran dari Kerentanan terhadap HIV

3 Oktober 2011

Shared from : Yayasan Kalyanamitra on FB

Yayasan Kalyanamitra

Sejumlah organisasi Buruh Migran mendesak agar Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV 2011 menghasilkan langkah konkret melindungi Buruh Migran dari HIV AIDS. Pernas AIDS IV yang akan diselenggarakan pada 3-6 Oktober 2011 bertempat di Yogyakarta ini adalah forum diskusi akbar pemangku kepentingan dari setiap tingkatan dan sektor, untuk melakukan review bersama atas situasi epidemi HIV dan AIDS di Indonesia. Untuk itu, momentum Pernas AIDS IV 2011 harus dimanfaatkan untuk betul-betul mencari solusi konkrit terkait kerentanan buruh migrant terhadap HIV dan AIDS.
Meskipun belum ada data resmi, HIPTEK (Himpunan Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja) mencatat bahwa tahun 2005 saja, terdapat 131 (0.09%) calon BMI teridentifikasi positif HIV dari 145.298 calon BMI yang akan berangkat ke Timur Tengah (Januari-October 2005). Angka ini meningkat dari 0.087% dari data tahun 2004 yang memperlihatkan 203 calon BMI terinfeksi HIV dari 233.626 orang calon BMI yang akan berangkat ke Timur Tengah.
Tahun 2009 kerentanan buruh migran rentan terhadap penularan HIV dan AIDS semakin tinggi, Data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Nusa Tenggara Timur memaparkan bahwa per Juli 2009, 199 orang meninggal akibat HIV dan AIDS. Dari data tersebut jumlah 15 % merupakan mantan buruh migran. Sedangkan data Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUD dr Soebandi, Jember, menggambarkan bahwa 30 persen dari 227 orang dengan HIV dan AIDS yang ditangani adalah mantan BMI. Selain itu data dari sebuah organisasi buruh migran di Karawang, Jawa Barat, yaitu Solidaritas Buruh Migran Karawang (SBMK) menunjukan bahwa setidaknya terdapat 22 buruh migran yang terinfeksi HIV/AIDS di wilayah Karawang, Jawa Barat. Kerentanan buruh migrant terhadap HIV juga terjadi pada buruh migrant tidak berdokumen. Peduli Buruh Migrant, hingga 2011, setidaknya menangani 50 Kasus buruh migrant tidak berdokumen dari Malaysia yang terinfeksi HIV.
Bermigrasi atau menjadi seorang buruh migran bukanlah sebuah faktor yang menyebabkan sesorang tertular HIV dan AIDS. Ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi hak-hak buruh migran lah yang mengakibatkan Buruh Migran Indonesia semakin rentan terhadap penularan HIV dan AIDS.Temuan penelitian Solidaritas Perempuan menunjukan bahwa kerentanan buruh migran Indonesia terhadap HIV dan AIDS terjadi di semua tahap migrasi (pra pemberangkan, pasca kedatangan (di negara tempat kerja), dan kepulangan). Kerentanan tersebut terkait dengan minimnya informasi mengenai HIV/AIDS dan kerentanan buruh migran terhadap kekerasan seksual hingga perkosaan. Selain itu, banyak buruh migran perempuan yang menjadi korban traffiking yang dipaksa bekerja di industri hiburan, termasuk sebagai pekerja seks.
Pemerintah sebenarnya memiliki kewenangan, sekaligus kewajiban untuk memenuhi, melindungi, dan menghormati hak-hak buruh migran, termasuk perlindungan dari HIV dan Aids. Sayangnya, hingga saat ini kebijakan nasional yang ada belum mampu melindungi Buruh Migran dari HIV dan AIDS. Beberapa kebijakan justru cenderung diskriminatif. Buruh Migran dipaksa menjalani tes HIV yang tidak memenuhi standar karena tanpa pelayanan konseling, dan tanpa mengisi lembar persetujuan. Hasil dari pemeriksaan tersebut pun tidak dirahasiakan.
Selain itu, calon buruh migran, dan buruh migran yang diketahui terinfeksi HIV langsung dipulangkan dan tidak diperbolehkan bekerja di luar negeri kembali. Setelah dipulangkan, tidak ada tindak lanjut dan akses yang memadai untuk Buruh Migran yang terinfeksi HIV, termasuk dampingan dan pelayanan kesehatan. Situasi yang dialami Buruh Migran yang terinfeksi HIV kemudian diperburuk dengan masih maraknya stigma dan diskriminasi baik masyarakat, pelaksana penempatan, rumah sakit, dan lain-lain.
Maka, kami mendorong untuk:
1. Pernas AIDS IV merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera menyusun Rencana Aksi Nasional dan menyediakan anggaran yang memadai untuk mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS di kalangan buruh migrant baik yang berdokumen maupun yang tidak berdokumen.
2. Pernas AIDS IV menekankan pada perspektif hak asasi manusia, gender, dan menghapuskan praktek mandatory HIV testing terhadap buruh migrant.
3. Pernas AIDS IV merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Hak-hak semua Pekerja Migran dan Keluarganya, sebagai satu upaya mengurangi kerentanan buruh migrant dari penularan HIV/AIDS.***(JK)

*)Solidaritas Perempuan; Peduli Buruh Migran; Institute for Migrant Workers; Yayasan Kembang; Solidaritas Perempuan Kinasih


%d blogger menyukai ini: