Intermezzo: Mau Nyoba Introspeksi ala Kakek Buyut?

29 November 2011

MELIHAT “PENAMPAKAN” PADA WAJAH SENDIRI

Ilustrasi: wajah artis Holywood

Mari rehat sejenak untuk urusan pekerjaan kali ini.
Memperingati tahun baru identik dengan hura-hura, pesta kembang api serta beraneka ragam kemeriahan, namun pernahkah kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lain selain hura-hura setiap kita memperingati tahun baru?, tahun baru masehi, tahun baru islam, tahun baru cina dll cobalah diperingati dengan melakukan introspeksi dan evalusi.

Dalam agama saya (Islam) introspeksi dan evaluasi ini dikenal dengan Muhassabah, bagaimana cara dan upaya melakukan Muhassabah, tentu para ustadz, guru agama, para kyai-lah yang bisa menjawabnya, saya tidak bisa menjelaskannya.

Dalam memperingati tahun baru islam, serta menjelang tahun baru masehi, saya ingin sedikit memberikan ilmu yang didapat dari kakek buyut saya terkait bagaimana cara melihat siapa diri kita sebenarnya dengan cara yang sangat mudah, tanpa mantra-mantra, tanpa sesajen atau melakukan ritual tertentu, cara ini dapat dilakukan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Ilmu ini sangat bermanfaat untuk meng-introspeksi diri serta melihat “wajah asli” kita.

Ilmu ini bisa dipakai untuk:
• Melihat Aura diri sendiri,
• Melihat sifat kebinatangan yang selalu muncul dalam diri.
“Menilai sejauhmana amal ibadah kita kepada Sang Pencipta”, (Tentu hanya Tuhan YME yang Maha Menilai).
• Mengetahui apakah wajah kita “ditakuti” atau “disukai” oleh bayi (mata bayi biasanya lebih jeli melihat “sesuatu”).

Lalu, bagaimana caranya?

1. Niatkan dalam hati bahwa saya ingin sekali melihat wajah asli saya!
2. Cari tempat yang sepi (agar bisa konsentrasi) bisa dikamar, mushola rumah, dll, yang penting ditempat itu ada cerminnya (minimal cermin yang bisa memuat wajah dan bahu).
3. Berdiri-lah didepan cermin kurang lebih 1 – 2 meter (bisa juga duduk atau bersila).
4. Tarik nafas dalam-dalam kurang lebih 3 kali hembusan (agar bisa rileks).
5. Tataplah dengan konsentrasi dan fokuskan pada mata anda yang ada dicermin, dan usahakan jangan berkedip.
6. Dengan terus focus dan konsentrasi, lalu perhatikan perubahan raut wajah, lama kelamaan wajah akan berubah dan menampakan “wajah asli” kita.
7. Perhatikan juga warna putih atau warna lain yang muncul yang mengelilingi bagian luar kepala dan bahu kita, itulah yang disebut warna aura.
8. Terus focus sampai wajah asli muncul secara utuh.

Nah, bagaimana hasilnya?

Biasanya sih kalo, kita bisa fokus dan konsen, akan dengan cepat kelihatan!, jangan merasa takut, karena itu wajah kita sendiri koq!
Kalo menurut kakek buyut saya, jika yang muncul adalah wajah yang dibalut warna hitam atau warna gelap serta tampak wajah-wajah “aneh” lain, maka kata kakek buyut untuk membersihkannya segeralah perbanyak istighfar serta ibadah, sering-seringlah bersedekah, berbuat baik terhadap sesama, serta buang sifat buruk sangka, hasud dan dengki, sebaliknya jika yang muncul adalah wajah yang berseri-seri tampan/cantik dibalut cahaya putih, maka teruslah pertahankan berbagai kebaikan dan amal sholeh yang dibuat.
Warna yang muncul disekeliling kepala dan bahu (kalo menurut jaman sekarang disebut “aura”) juga menunjukan sifat dan tabiat atau kepribadian kita.

Silahkan dicoba dan selamat ber-introspeksi!

Jangan percaya semua yang saya tulis ini, barangkali ini hanya mitos karena kebenaran dan ilmu hanya milik Sang Pencipta Alloh SWT.

Ilustrasi gambar : artis holywood (gak tau namanya?)

Iklan

Untuk korban gempa dan tsunami Jepang

17 Maret 2011

Walaupun warga Jepang pada umumnya lebih kaya dari kita, Jangan segan tuk membantu.
Mari buktikan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang kena musibah di Jepang, khususnya bagi warga negara kita yang ada Jepang.

Bagi lembaga maupun perorangan yang ingin mengirimkan bantuan dana kepada para korban gempa bumi dan tsunami di Jepang, pemerintah Jepang membuka kesempatan pengiriman dana melalui:

Palang Merah Indonesia-Jepang
Bank Mandiri dengan nomor rekening 070-00-0480433-7,
Selain itu bagi para donatur yang ingin mengetahui keterangan lebih rinci dapat menghubungi:

Kepala Divisi Sumber Daya dan Kerja sama PMI Indonesia,
Bp. Mohammad Toriq
Telepon (021) 799 5188
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12790 Indonesia

Semoga menjadi ladang amal kebaikan.

Source Berita:
Yahoo Indonesia
Source Gambar:
dunia.vivanews.com


Prediksi Suara Buruh Pada Pilbup Kab.Bandung 2010

26 Juli 2010

Sulit sekali rasanya untuk memprediksi kearah mana kelompok buruh akan menentukan pilihan politiknya dalam Pilbup Kab.Bandung 2010 mendatang. Kesulitan ini juga barangkali terjadi dikota-kota lain saat pilbup. Kesulitan untuk memprediksi tersebut disebabkan karena kelompok buruh di Kab.Bandung terpecah kedalam beberapa organisasi serikat pekerja yang masing-masing mempunyai cara dan kiblat berbeda dalam perjuangan politiknya.
Tidak ada jaminan walaupun ada serikat pekerja yang notabene ‘underbow’ partai tertentu, bisa seiring sejalan dengan kebijakan partai. Apalagi banyak diantara serikat pekerja tersebut menyatakan independent.
SPSI dan SPN, dua organisasi serikat pekerja di Kab.Bandung yang dianggap paling besar, suaranya diprediksi akan terpecah, mengingat kedua organisasi buruh tersebut sudah lama sedang mengalami krisisi internal, mengalami krisis kepercayaan, terjadi konflik dan terpecah kedalam beberapa kelompok.
Perpecahan di tubuh organisasi buruh tersebut telah menyebabkan kesulitan bagi beberapa tim sukses kandidat bupati. Sadar bahwa suara buruh juga bisa menentukan berhasil atau tidaknya kandidat bupati, maka saat ini pendekatan terhadap kelompok buruh lebih diintensifkan secara personal (lewat belakang) terhadap ‘tokoh-tokoh’ atau ‘motor-motor’ penggerak buruh.
Saat ini banyak anggota serikat pekerja yang kecewa dan tidak loyal kepada serikat pekerjanya. Hal ini disebabkan karena serikat pekerja di Kab.Bandung dianggap telah lalai menjalankan kewajibannya untuk membela dan memperjuangkan nasibnya, baik dalam memperjuangkan upah minimum ataupun dalam hal melakukan pembelaan terhadap kasus-kasus yang menimpa buruh yang banyak muncul belakangan ini. Ketua dan pengurus serikat pekerja lebih cenderung membela kepentingan pengusaha dan kepentingan dirinya sendiri baik untuk memperkaya diri atau meningkatkan citra diri. Akibatnya dalam pilbup kali ini, buruh di Kab.Bandung lebih cenderung menentukan pilihan politiknya sendiri berdasarkan pemahamannya, tanpa terpengaruh arahan atau kebijakan ketua serikat pekerja.
Buruh Kab.Bandung lambat laun mulai ‘melek politik’. Media massa baik cetak maupun elektronik serta pengalaman di masa lalu telah sedikit banyak membuka wawasan politik buruh.
Walaupun dengan wawasan dan semangat yang terbatas, pilihan politik buruh Kab.Bandung dalam pilbup mendatang sepertinya sebagian besar akan dijatuhkan kepada kandidat yang dianggap ‘fresh’ atau kandidat yang ‘berpengalaman’ serta concern terhadap nasib buruh.
Setidaknya ada 2 pasangan kandidat yang dianggap paling menonjol dan bersaing meraih suara buruh, 2 kandidat pasangan tersebut getol melakukan upaya pendekatan. Kedua pasangan kandidat bupati tersebut yakni pasangan ‘Ridho Budiman Utama – Dadang Rusdiana’ dan pasangan ‘Yadi Srimulyadi – Rusna Kosasih’.
Pasangan ‘Ridho-Darus’, dianggap buruh sebagai pasangan ‘fresh’ , bersih dari kontaminasi. Pasangan ini dianggap bisa membawa angin perubahan terhadap nasib buruh. Pemilih pasangan ini berasal dari kelompok buruh yang rasional dan terbuka.
Pasangan ‘Yadi-Rusna’, dianggap oleh buruh sebagai pasangan yang penuh pengalaman. Kantong-kantong buruh seperti di Majalaya adalah basis masa pasangan ini. Pemilih pasangan ini cenderung berasal dari kelompok buruh yang ‘fragmatis’ dan ‘radikal’ dan yang fanatik terhadap partainya yakni PDI Perjuangan
Mudah-mudahan saja Pilbup Kab.Bandung kali ini dapat menghasilkan pasangan bupati dan wakil bupati yang membawa kesejahteraan bagi buruh, jujur dan amanah, mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya, mampu menciptakan lapangan kerja baru, serta menjadikan warga kab.Bandung pada umumnya hidup aman damai dan sejahtera, mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tulisan ini bukan berarti menyepelekan kandidat lain, atau menggiring opini untuk memilih pasangan tertentu. Oleh karena itu silahkan saja untuk memilih pasangan kandidat bupati sesuai pilihan sendiri. Namun dengan catatan tetap harus berprinsip bahwa yang dipilih adalah yang terbaik bagi buruh.
Solidaritas buruh tetap harus dijaga dan diutamakan demi kepentingan kaum buruh dimasa depan.


Pilbup Kab.Bandung 2010, Lemahnya Minat Buruh

26 Juli 2010

Alangkah indahnya alam demokrasi di kab.Bandung jika semua elemen masyarakat termasuk buruh tumpah ruah menyambut dan berperan aktif dalam tiap pemilihan kepala daerah.
Jika ada lembaga survey yang melakukan survey terhadap kelompok buruh tentang seberapa peduli buruh terhadap pilbup kab.Bandung, maka bisa dipastikan bahwa pada umumnya buruh di kab.Bandung tidak mengetahui dan tidak begitu peduli terhadap pilbup kab. Bandung.
Ada begitu banyak faktor yang menyebabkan mengapa buruh khususnya di kab.Bandung kurang begitu merespon hajatan politik tsb.
Nasib buruh yang tidak pernah membaik dari hari ke hari, dari masa kepemimpinan bupati yang satu dengan bupati yang lainnya, begitu banyaknya kebijakan pemerintah yang menyesakan serta tidak adanya perlindungan yang signifikan dari pemerintah terkait kasus-kasus yang menimpa buruh, Kolusi dan persekongkolan antara pengusaha dan pemerintah terkait penetapan upah dan lain-lain merupakan sebagian kecil penyebab buruh tidak bersemangat menghadapi pemilihak kepala daerah.
Seolah olah mau ada atau tidak ada pemilihan kepala daerah tidak ada pengaruhnya, bahkan lebih jauhnya mau ada atau tidak ada kepala daerah, tetap sama saja. Buruh harus berjuang sendiri menghadapi pengusaha menuntut kesejahteraan, buruh harus berjuang sendiri membela nasibnya saat pengusaha semena-mena membuat kebijakan menyesakkan.
Pengalaman membuktikan bahwa janji manis yang disampaikan saat kampanye kepada buruh tidak pernah terealisasi, ekspektasi dan harapan yang berlebihan dari buruh dimasa lalu telah membuahkan kekecewaan yang membekas hingga saat ini.
Kotrak politik buruh dengan para kandidat baik legislatif atau eksekutif tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Rasa pesimistis buruh makin diperparah dengan praktek-praktek tak terpuji para kandidat yang menghalalkan berbagai cara. .
Sistem pemilihan yang katanya menganut sistem proporsional terbuka dimana rakyat (termasuk buruh) dapat menentukan sendiri siapa kandidat yang akan dipilihnya (kedaulatan rakyat) .partisipasi rakyat (termasuk buruh) sebenarnya harus bisa dimulai dari tahapan ini. Namun yang terjadi saat ini sama aja seperti masa lalu yakni sistem pemilu tertutup, dimana penentuan kandidat masih ditentukan oleh partai (kedaulatan partai). Akibatnya dari sistem kedaulatan partai, maka lomba kolusi diinternal partai sulit dihindari, kandidat yang mendapat simpati publik bisa dengan mudah tersingkirkan oleh kandidat yang tak mendapat simpati.
Bukan hal baru pula jika beberapa kandidat memanfaatkan pundi-pundi pengusaha untuk melancarkan hajatnya. ajang “transaksi kepentingan” begitu vulgar tercium
Nah, jika sudah demikian awalnya, maka dapat diprediksi akhirnya.
Namun “the show must go on”, pilbup tetap akan digelar tak peduli seberapa besar kepedulian buruh.


Dampak Fatwa Rokok Haram dan RUU tentang Rokok: Jutaan Buruh Sektor Rokok dan Tembakau Terancam

15 Maret 2010

Senasib dengan buruh disektor tekstil dan garment yang sudah lama terkena dampak krisis global dan kebijakan pasar bebas, kini buruh pada sektor rokok dan tembakau diprediksi bakal bernasib sama.
Ribuan bahkan jutaan buruh pada sektor rokok dan tembakau terancam PHK sebagai akibat dari berbagai kebijakan pemerintah serta akibat dari fatwa haram yang dikeluarkan lembaga keagamaan.
Sebagai sinyalemen, Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis baru-baru ini menunjukkan upah riil buruh industri rokok turun 0,66% menjadi Rp 171.297 per bulan dibandingkan dengan Rp 172.443 per bulan pada kuartal IV/2008. Upah riil buruh industri rokok tersebut juga turun hingga 3,3% dibandingkan dengan upah riil diperoleh pada periode yang sama tahun lalu yakni kuartal I/2008, kendati upah nominal tercatat naik 4,89%.
Rata-rata upah buruh industri rokok (Rp/bulan) Kuartal IV/2008 (upah nominal 785.824 dan upah riil 172.443), Kuartal I/2009 (Upah nominal 783.511 dan Upah riil 171.297).
Ancaman bagi buruh sektor ini telah lama dilontarkan para pengusaha rokok sejak terbitnya
Peraturan Menteri Keuangan No. 200/PMK.04/2008 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN, PEMBEKUAN, DAN PENCABUTAN NOMOR POKOK PENGUSAHA BARANG KENA CUKAI UNTUK PENGUSAHA PABRIK DAN IMPORTIR HASIL TEMBAKAU, yang salah satunya mengatur bahwa setiap pengusaha atau importir rokok harus memiliki NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) NPPBKC adalah izin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik dan importir hasil tembakau, Permenkeu ini sangat berdampak pada industri rokok kelas menengah kebawah dan dinilai berpihak pada pemodal besar. Ditambah lagi dengan Paraturan Menteri Keuangan No. 203/PMK.011/2008 Tentang TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU, yang mulai berlaku 1 Februari 2009. Permenkeu tentang tarif cukai ini telah berdampak cukup besar dan berhasil menurunkan omset penjualan produsen rokok karena permintaan menurun karena harga rokok menjadi mahal.
Saat ini kekhawtiran buruh dan pengusaha sektor rokok dan tembakau makin menjadi-jadi akibat adanya Rancangan Undang-undang Pengendalian Dampak Tembakau terhadap Kesehatan atau yang lebih dikenal dimasyarakat dengan RUU Rokok, RPP/RUU ini diprediksi bisa menimbulkan keresahan dimasyarakat karena bisa menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK), mematikan mata pencaharian sekitar enam juta orang mulai dari buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, peritel dll.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Mukhyir Hasan Hasibuan dalam siaran pers di Jakarta, Senin(1/2).
Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) yang didirikan pada 25 Januari 2010 yang anggotanya antara lain Federasi Serikat Pekerja RTMM, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, aliansi ini dengan tegas menolak RUU/RPP tentang pengendalian dampak tembakau ini.
Salah satu isi RPP itu adalah larangan mengenai iklan rokok di semua jenis media massa, larangan memberikan sponsor dan pengaturan isi kemasan rokok. RPP juga melarang merokok di restoran, bar, kantor dan tempat umum, Muhyir Hasan mengatakan bahwa dalam menyusun RPP, Departemen Kesehatan tidak melibatkan dan mendengarkan pendapat dari kementerian terkait dan para petani, pekerja dan pemilik pabrik rokok.
Selain kebijakan-kebijakan pemerintah sebagaimana disebut diatas, keputusan tentang Fatwa Haram rokok yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam surat fatwa haram Nomor 6//SM/MTT/III/2010 pada Senin malam 8 Maret 2010, makin membuat buruh pada sektor rokok dan tembakau ini merasa cemas. Karena bisa dipastikan akan berdampak besar pada industri rokok di tanah air.
Semua menyadari bahwa tembakau berbahaya bagi kesehatan, kebijakan ataupun fatwa pasti dikeluarkan demi kebaikan dan kemaslahatan, namun industri sektor ini telah memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pendapatan negara. Oleh karena itu, segala aturan tentang tembakau harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan agar tercapai solusi yang menguntungkan berbagai pihak.


Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Harapan Baru-kah?

21 Oktober 2009

kabinet indonesiaRealita Buruh
Sulit untuk mengutarakan apa yang diharapkan oleh seorang buruh seperti saya, istri saya, saudara-saudara saya dan juga barangkali oleh jutaan buruh di Indonesia kepada pemerintahan Soesilo Bambang Yudoyono untuk periode yang kedua ini. Bukan karena tidak punya pengharapan, atau tidak punya keinginan namun karena dari masa ke masa dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan yang berikutnya toh nasib saya dan buruh pada umumnya tetap begitu-begitu saja, alih-alih terjadi peningkatan malah yang dirasakan makin kesini makin menyesakkan.
Upah yang layak yang diharapkan, upah minimum yang diterima, kebebasan berserikat yang diinginkan, penindasan yang diterima, perlindungan dari instansi ketenagakerjaan yang ditunggu tunggu, ketidakadilan yang kami terima, menjadi karyawan tetap yang dimimpikan, outsourching yang kami terima, satu keinginan yang diajukan, berjuta tuntutan yang didapat, menuntut kesejahteraan kepada pengusaha, malah PHK yang didapat, kalaupun toh diberi kesempatan untuk mengadu kepada instansi terkait, jawabannya cukup dengan “ya…. nanti kami tindak lanjuti” lalu selesai, atau sekali waktu diberi kesempatan mengadu nasib kepada wakil rakyat (DPR) jawabannya pun cukup ringkas dan mudah dipahami “Terima kasih, aspirasi anda sudah kami tampung!” dan yaa… begitulah. Hal ini terus terjadi, terulang lagi, terulang lagi dari masa ke masa, rupanya buruh masih identik dengan kesengsaraan.
Outsourching, upah dibawah standar, penangguhan upah yang tidak sesuai prosedur, kriminalisasi perburuhan, penindasan dan penyiksaan majikan, PHK semena-mena, penyelesaian kasus buruh yang berlarut-larut, penggelapan dana jaminan sosial, adalah beberapa masalah yang mendera buruh.
Buruh, begitu diburu saat jelang kampanye, buruh begitu disanjung saat jelang pilkada, namun buruh begitu saja dilupakan saat pemilu atau pilkada usai.
Sampai kapan perhatian pemerintah kepada buruh benar-benar nyata dan dapat dirasakan? Fungsi pengawasan dan fasilitator hanya dirasakan manfaatnya oleh pengusaha dan tidak untuk buruh.
Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan pemimpin negeri, Inikah titik awal kesejahteraan saya dan buruh pada umumnya ataukah inikah pemberhentian sejenak atas penderitaan dan kesengsaraan buruh.

Harapan Saya Cuma Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Ya.. Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengetahuinya, hanya Tuhan yang dapat menyadarkan para pemimpin bangsa, hanya Tuhan yang memberi perlindungan, kesabaran dan memberi semangat bagi kami, hanya Tuhan yang dapat mengetahui segala tipu daya majikan dan penguasa kami, hanya Tuhan yang dapat menyadarkan pemerintah bahwa harga diri dan kesejahteraan rakyatnya yang lebih penting daripada kejayaan para investor kapitalis asing, hanya Tuhan yang bisa……
Hanya berkat Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat mengubah keadaan ini.


Don’t Stop Dreaming!

12 Oktober 2009

Secercah HarapanDisebuah kantin perusahaan dipinggiran kota Bandung, nampak Ahmad sedang sibuk menyelesaikan tugasnya sementara didepannya seporsi makan siang sudah tersaji sejak tadi, sementara teman-temannya sibuk makan siang sambil sesekali diselingi senda gurau, dan yang sebagian lagi asyik merokok sambil ngobrol kesana kemari.
“Kenapa kamu begitu bersemangat,mad? Padahal ini kan waktunya istirahat dan makan siang!” tanya temannya yang kebetulan posisinya tidak jauh dari Ahmad, kemudian Ahmad menoleh dan berkata “Aku punya mimpi.”
“Mimpi?” tanya temannya begitu penasaran.
“Ya, mimpi” jawab Ahmad dengan yakin. ”Setiap kali aku keluar dari rumah menuju tempat kerja, aku selalu memimpikan kalau bos ku hari ini akan memanggilku dan menyampaikan padaku bahwa aku dipromosikan dan dinaikan upahnya karena aku telah mengerjakan pekerjaanku dengan baik.” Katanya, “dan saat aku pulang aku selalu membayangkan bahwa esok pagi personalia telah mempersiapkan segala sesuatunya!” lanjut Ahmad begitu optimis.
“Sudah sejak dulu semangat kerjamu seperti itu, tapi kenapa sampai saat ini posisi dan upahmu gak naik-naik?”, tanya temannya sambil sesekali melihat porsi makan siang Ahmad yang belum dimakan juga.
“Aku yakin, mimpiku akan jadi kenyataan, mungkin besok bos ku akan menaikannya.” Kata Ahmad begitu bersemangat.
“Bagaimana kalau besok tidak naik juga?” sergah temannya.
“Ya, ya mungkin lusa!” jawab Ahmad optimis. “Pokoknya aku yakin sekali, aku tidak pernah kehilangan mimpi!” ucap Ahmad sambil terus membereskan pekerjaanya, setelah itu ia pun segera makan siang dan bergegas kembali menuju ruang kerjanya.
Menarik sekali apa yang telah diucapkan Ahmad kepada temanya, “jangan pernah kehilangan mimpi!”.
Tidak semua mimpi muncul disaat tidur, ada mimpi-mimpi yang lahir saat kita terjaga, dampaknya orang pun menjadi lebih bergerak dinamis, jarak yang jauh begitu dekat, halangan dan rintangan menjadi tak berarti.
Itulah mimpi yang seharusnya digenggam oleh para buruh terhadap masa depan dan keluarganya, mimpi bahwa tahun depan UMK nya akan dinaikan, mimpi bahwa jabatannya akan segera dipromosikan, mimpi bahwa kesehatan dirinya dan keluarganya mendapat jaminan, mimpi bahwa upahnya begitu menjamin dirinya dan keluarganya, ah.. pokoknya mimpi yang membuat semangat untuk bekerja dengan benar dan penuh tanggungjawab.
Mimpi itu harus ada walaupun toh hari ini tidak jadi kenyataan, atau esok juga tidak jadi kenyataan, yakinlah bahwa “mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”.
Jika tetap punya mimpi, maka dampaknya kita akan terus bergerak sehingga manakala tidak tercapai hari ini, esok mungkin bisa jadi kenyataan, tidak sukses kali ini, mungkin sukses dikemudian, tidak sukses pada perusahaan ini, barangkali sukses diperusahaan yang lain, tidak cemerlang pada prestasi yang ini, barangkali bisa cemerlang pada prestasi yang lain, yang penting semangat untuk bergerak, semangat untuk berubah, semangat yang tak pernah lelah untuk melakukan perubahan diri.
Jadi “jangan pernah kehilangan mimpi!”

(terinspirasi dari tulisan Muhammad Nuh)


%d blogger menyukai ini: