Pendapatan Pekerja Indonesia Tahun 2010 Rp.5.6 juta/bulan

Senin (3/1/2010) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan bahwa mayoritas karyawan di Indonesia masih berpenghasilan rendah, jumlahnya mencapai 60% dari jumlah karyawan yang ada atau sekitar 50,15 juta orang pekerja, penghasilan mereka per-tahun rata-rata sebesar US$ 2.284, 25 juta orang atau 30% rata-rata berpenghasilan menengah sebesar US$ 5.356 per tahun, kemudian ada sekitar 8,3 juta orang golongan atas atau 10% berpenghasilan rata-rata US$ 14.198 per tahun. Masih menurut Kepala BPS, Pendapatan per kapita penduduk Indonesia di 2010 diperkirakan mencapai US$ 3.000.(detikfinance.com)
Berdasarkan data BPS tersebut, jika kita asumsikan nilai tukar dolar sebesar rata-rata tahun 2010 sebesar Rp.9200,- maka dapat diartikan bahwa total karyawan/pekerja di Indonesia berpenghasilan Rp.66.970.000,-/tahun atau Rp.5.581.000,-/bulan, yang terdiri dari 3 golongan penghasilan yakni 60% (golongan rendah) berpenghasilan rata-rata Rp.21.012.000,- / tahun atau Rp.1.751.000,-/bulan, 30% (golongan menengah) berpenghasilan rata-rata Rp. 49.275.000,- /tahun atau Rp.4.106.000,- /bulan, dan 10% (golongan atas) berpenghasilan rata-rata Rp.130.621.000,- /tahun atau Rp.10.885.000,-/bulan , sementara itu pendapatan per-kapita nya sebesar Rp.27.600.000,-/tahun atau Rp.2.300.000,- /bulan
Menarik untuk dicermati terkait dengan rilis BPS tersebut. Jika berfikir selintas secara kasar, tentulah bangga bahwa ternyata pendapatan rata-rata /karyawan di Indonesia mencapat Rp. 5.6 jutaan / bulan dan serendah-rendahnya pedapatan pekerja di Indonesia, bisa mencapai Rp. 1.75 juta /bulan, dan pendapatan per-kapita sebesar Rp.2.3 juta/ bulan ……… waaaww……. Namun pada realitanya apakah sebesar itu? Apakah pendapatan mayoritas buruh indutri juga disurvey? Asumsi ini tidak bermaksud melecehkan hasil survey BPS yang notabene adalah sebuah hasil kajian ilmiah yang dilakukan oleh para ahli yang berkompeten, namun dalam kehidupan nyata para buruh nilai sebesar itu masih merupakan mimpi dan angan-angan yang pada penghujung 2010 pun belum kesampaian.
Rilis BPS tersebut mempertunjukan kepada kita tentang kesenjangan (gap) yang teramat jauh antara golongan karyawan dengan penghasilan teredah dengan karyawan golongan berpenghasilan menengah dan golongan berpenghasilan atas. Ada yang “menyentuh hati” dari rilis tersebut mengingat realitas yang ada untuk tahun 2010, upah minimum rata-rata propinsi di Indonesia berada jauh dibawah Rp. 1 jt. Selain itu bukan rahasia umum lagi bahwa pelaksanaan UMK tahun 2010 sangat jauh dari harapan, UMK yang merupakan nilai minimal pelaksanaan upah (safety net), pada kenyataanya dijadikan standar maksimal oleh perusahaan (UMK = upah pokok dan tunjangan lain-lain) disisi lain banyak sekali perusahaan yang menangguhkan pelaksanaan upah minimum tersebut, bahkan banyak pula yang tidak melaksanakan (melanggar ketentuan UMK), tak percaya? Anda boleh search di google.
Mayoritas pekerja di Indonesia adalah kelas buruh industry/ buruh pabrik, buruh perkebunan dan buruh kasar lainnya, dengan pembayaran upah yang mengacu pada UMK, jadi sulit membayangkan dari manakah nilai rata-rata penghasilan terendah pekerja sebagaimana dirilis BPS yang sebesar Rp. 21 jutaan / tahun atau Rp. 1.75 juta,- / bulan tersebut jika angka UMK-nya saja rata-rata berada jauh dibawah Rp. 1 juta, itupun dengan banyak perusahaan yang melanggar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: