Refleksi Kemerdekaan, Mana Nasionalisme-mu?

Tunjukan padaku duhai pemimpin bangsaku rasa nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kudapatkan kebijakanmu kerap merujuk keinginan asing, kau lebih mendengar mereka daripada jeritan rakyatmu.
Tunjukan padaku,wahai anggota dewan yang terhormat tentang rasa nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun yang kau perjuangkan lebih banyak kepentingan diri sendiri serta partaimu dari pada rakyat yang memilihmu.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih senang ber-kunjung ke luar negeri dari pada ke pelosok negerimu.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau kerap menghasut, mencela, mencemooh, dan mengajak massa-mu tuk membeci yang bersebrangan pendapat denganmu, kau lebih semangat dalam berlomba-lomba mebesarkan kelompok dan kepentinganmu sendiri
Tunjukan padaku wahai para pimpinan Organisasi yang berslogan nasionalis!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau pimpin masamu tuk berseteru dengan kelompok massa lainnya, kau lebih sering menghajar kelompok-kelompok yang berbau sara yang kau anggap radikal, kau bela dengan bangganya kelompok minoritas dengan dalih hak azasi yang justru berperilaku tak sesuai dengan norma, adat Istiadat dan budaya Tanah Air Indonesia.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya,
Namun kau banyak bekerja demi kepentingan asing yang mendanai

Tunjukan padaku wahai tentara dan polisiku tentang nasionalisme-mu!
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah harga mati, namun kau biarkan saja sepetak demi sepetak kedaulatan Tanah Air Indonesia diserobot negara lain.
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih sering giat berbisnis ber-mafia ria dan membeking kelompok tertentu dari pada giat menjaga keamanan dan ketertiban
Kau bilang Tanah Air Indonesia adalah segalanya, namun kau lebih sering menangkap orang yang belum tentu bersalah dan membuat ketakutan dimasyarakat dengan perseteruan antar korps-mu.

Tunjukan padaku wahai sahabat-sahabatku tentang nasionalisme-mu!
Kau bilang ayo kita junjung tinggi rasa kecintaan pada Tanah Air Indonesia, namun kau lebih sering bertutur kata yang tak dimengerti orang lain. Kau lebih senang dan nyaman dengan budaya asing, kau bangga memakai produk impor, dll.

Sampai detik ini tak dapat kutemukan apapun dan siapapun yang benar-benar nasionalis!
Yang kutemui saat ini, Rasa nasionalisme hanyalah sebuah warisan nenek moyang, yang tak tersampaikan, nasionalisme saat ini hanyalah sebuah kata yang sudah kehilangan arti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: