Refleksi Mayday 2010 : Buruh Masuk Selokan!

Kalau menulis tentang penistaan dan penindasan buruh di negara Republik yang tercinta ini rasanya tidak akan ada habisnya.
Momen 1 mei (mayday) dari tahun ke tahun bukan makin menyadarkan kelalaian dan ketidak pedulian pemerintah dan semua pihak yang selalu ‘menyiksa’ buruh, akan tetapi makin menjerumuskan dan menipu buruh.
Kepura-puraan dan kebohongan dihembuskan oleh pemerintah, baik di daerah maupun di pusat.
Saat kampanye buruh didekati dimanja, dijanjikan kesejahteraan. Begitu menang buruh diinjak laksana keset yang tak berguna. Seperti aksi 1 mei 2010, Dengan alasan menjaga daerahnya agar kondusif, pergerakan buruh digembosi, dibelokan menjadi acara bakti sosial, berolahraga ria, menggelar panggung hiburan ber-door prize dll Demi citra diri, demi ambisi politik untuk pilkada/pemilu berikutnya
Bagi pemerintah rasanya tidak ada yang salah apabila kegiatan mayday dilakukan seperti itu, namun bagi buruh alangkah naifnya. Disaat agenda yang harus diperjuangkan kaum buruh begitu banyaknya, disaat kesejahteraan bak punguk merindukan bulan, disaat jutaan buruh dinegara-negara miskin dan berkembang yang sama tertindasnya dengan kita beramai-ramai menggelar aksi besar-besaran dalam momen yang sama, sebagian buruh dinegara kita malah asyik ‘menari diatas gendang yang ditabuh pemerintah’, dengan menggelar acara-acara yang aneh tsb!
Celakanya lagi, bak gayung bersambut, ajakan atau himbauan untuk tidak menggelar unjukrasa tersebut disambut dengan mesra oleh para pemimpin serikat pekerja, dengan mengeluarkan intruksi dan surat perintah agar seluruh anggotanya ikut berpartisipasi dalam kerja bakti membersihkan selokan, got, menyapu jalan, serta kegiatan lainnya yang justru diluar kebiasaan buruh!
Anggota serikat pekerja seakan tak berdaya, ia terpaksa menuruti kemauan pemimpinnya, maklum acara kerja bakti, olahraga ria itu diselenggarakan bersama dengan asosiasi pengusaha dan aparat pemerintah. Ikut, bertentangan dengan hati, namun jika tidak ikut ia berpikir bahwa dirinya akan didiskreditkan oleh serikat pekerjanya, jika sudah begitu siapa lagi yang akan membela dirinya saat di PHK nanti, begitu pikirnya.
Alangkah merosotnya semangat perjuangan buruh saat ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: