Industri Merugi Akibat Banjir di Bandung dan Karawang, Banyak Pengusaha Shock

Sejumlah industri otomotif dan elektronika di Kabupaten Karawang mengalami kerugian sebesar Rp500 juta per hari.
“Setiap perusahaan yang terkena banjir di Karawang mengalami kerugian sebesar Rp500 juta per hari, rata-rata mereka tidak beroperasi selama delapan hingga sepuluh hari,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) Jawa Barat, Dedi Widjaya, di Bandung, Senin.Ia menyebutkan, jumlah perusahaan yang tergenang banjir di Karawang saat ini sebanyak 30 unit industri di kawasan Karawang Timur. Belum lagi industri kecil dan menengah serta industri rumahan yang banyak terjadi di kawasan Kabupaten Karawang dan Bekasi itu.
Mereka tidak bisa beroperasi karena mesinnya tergenang banjir dan sebagian industri kesulitan pekerjanya yang banyak bolos.
Menurut Dedi, fenomena banjir yang melanda kawasan industri di Karawang cukup mengejutkan para pengusaha di sana karena selama ini mereka jarang tergenang banjir.
“Ini pertama kalinya mereka tergenang banjir, selama ini tak pernah ada banjir sehingga mereka tak punya langkah antisipasi, akibatnya kerugian industri di Karawang lebih besar,” kata Dedi Widjaya.
Kerugian itu, kata Dedi belum termasuk untuk pembayaran upah pekerja dan penalti akibat keterlambatan pengiriman produk.
“Banjir di kawasan industri Karawang membuat shock pengusaha di sana, karena memang baru kali ini terjadi,” kata Dedi.
Hal itu berbeda dengan industri tekstil dan garmen di Bandung Selatan khususnya di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung.
“Seratusan perusahaan garmen dan tekstil di Bandung Selatan tergenang banjir, namun bedanya sudah antisipasi sehingga kerugiannya bisa ditekan. Setiap tahun kawasan itu selalu digenangi banjir,” kata Dedi.
Meski demikian, kata Dedi, tidak ada gelombang PHK akibat bencana banjir di kawasan Industri di Jawa Barat.
Hal sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, H Mustopa Djamaludin bahwa belum ada permohonan PHK dari industri yang terkena banjir.
“Hingga saat ini belum ada permintaan PHK karena perusahaan bangkrut akibat banjir, proses PHK yang masuk selama ini bukan karena banjir atau bencana alam tapi sebagian besar karena dampak krisis setahun lalu,” kata Mustopa.
Ia menyebutkan, proses PHK tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena harus melalui proses yang cukup panjang. Tidak semua permintaan PHK itu diluluskan apabila alasannya tidak kuat.
Meski belum ada permintaan untuk PHK dari perusahaan, namun Disnakertrans Jabar melakukan pengawasan ke kantong-kantong industri di kawasan rawan banjir Bandung Selatan, Karawang maupun Bekasi.

Sumber: Antara,id.yahoonews, 29 Maret 2010

2 Balasan ke Industri Merugi Akibat Banjir di Bandung dan Karawang, Banyak Pengusaha Shock

  1. Andy Try mengatakan:

    saya mau tanya pak, di perusahaan tempat saya bekerja saya di gaji ber dasarkan hasil+GP rp15000/ hari dlm 8jam kerja. kita jg ada lemburan, tp upah lembur yg kita dapat hanya berdasarkan hasil yg kita peroleh d malam itu. apakah prosedur itu sudah benar.??

  2. SPSI PT Yamaha Indonesia mengatakan:

    adminnya “tidur”..tidak ada “kehidupan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: