Bisa di PHK: Jangan Meng-Add Account Facebook Perusahaan Anda

Menyeleksi dan meng-interview orang untuk masuk kerja pada sebuah perusahaan lewat internet sudah sangat biasa, dari mulai mencari info lowongan, mengisi form pendaftaran, interview serta mengirimkan sebuah CV, dan dokumen-dokumen referensi, bahkan pemberitahuan diterima atau tidaknya lamaran seseorang bisa dilakukan di internet.
Dunia maya memang sangat memudahkan, tidak terkecuali dalam dunia perburuhan, seperti dalam proses penerimaan karyawan diatas.
Logikanya, jika proses penerimaan karyawan bisa dilakukan lewat internet, maka proses PHK/pemecatan-pun bisa juga dilakukan di internet entah itu via email, facebook, twitter, maupun sarana lain, seperti pada berita yang saya kutip dari okezone dibawah ini:

Perusahaan Pecat Karyawan Lewat Facebook

Rabu, 24 Maret 2010 – 10:43 wib Rachmatunnisa – Okezone

LONDON – Dengan Facebook, orang bisa menghemat lebih banyak waktu. Misalnya, tidak perlu menelepon untuk membuat janji bertemu. Mungkin hal ini juga yang kemudian menjadi pertimbangan perusahaan asal Leigh, Inggris, bernama Cookies untuk memecat karyawannya melalui Facebook.
Chelsea Taylor, gadis berusia 16 tahun harus menelan pil pahit karena dipecat melalui pesan Facebook yang dikirimkan bos perusahaan dia bekerja. Seperti dilansir Cnet, Rabu (24/3/2010), tidak ada kecurigaan yang dirasakan Chelsea pada manajemen perusahaan. Sampai akhirnya dia tiba dirumahnya dan membuka akun Facebook. Sebuah pesan Facebook yang dikirimkan manager Cookies, Elaine Sutton segera membuat Chelsea paham bahwa dirinya telah dipecat. “Hai Chelsea, ini saya Elaine. Maaf jika harus mengirim pesan seperti ini padamu. Kami sudah berusaha mempertahankan kamu, namun sayang keputusan ini harus dilaksanakan. Saya sudah beritahukan pemilik toko soal kehilangan sepuluh dolar karena memang kas tengah sepi saat akan tutup. Dia sangat tidak senang dengan hal itu dan dia ingin agar saya berhenti mempekerjakan Anda. Saya sangat menyesal ini harus terjadi,” demikian kutipan pesan Elaine kepada Chelsea. Pihak Cookies menolak memberikan keterangan soal pemecatan melalui Facebook ini.
Beberapa pengamat menilai, kasus ini merupakan salah satu contoh kemunduran rasa kemanusiaan. Facebook, sebagai salah satu alat komunikasi populer saat ini memungkinkan orang-orang untuk bisa memutuskan hal penting sekalipun hanya melalui Facebook, tidak lagi harus melalui tatap muka secara langsung. (rah)

Nah, bagaimana menurut anda?
Seperti penilaian kebanyakan pengamat, kasus diatas adalah sebuah kemunduran rasa kemanusiaan, pelecehan terhadap nilai-nilai penghormatan terhadap manusia.
Jika kasusnya demikian maka kini manusia dianggap sama saja dengan mesin dimana seorang pekerja bisa di ON / OFF kan oleh perangkat elektronik.
Proses PHK yang konvensional tak jarang menimbulkan resistensi, banyak pekerja yang dipanggil personalia untuk di PHK malah mengamuk dan melakukan kekerasan pisik di ruang personalia.
Bagi tokoh-tokoh HRD mungkin ini dianggap berita atau inspirasi yang baik dan dijadikan sebuah solusi agar proses memecat tidak beresiko.
Namun, alangkah arif dan bijaksananya jika majikan atau orang-orang yang mempunyai kuasa untuk mem-PHK tetap menjunjung tinggi harga diri dan nilai kemanusiaan, rasanya belumlah cocok jika itu diberlakukan di negara kita.
Proses PHK sah-sah saja dilakukan dengan berbagai cara, namun tetap harus diadakan dulu pembicaraan langsung atau berunding baik dengan yang bersangkutan, maupun dengan pimpinan serikat pekerjanya agar kedua belah pihak bisa saling memahami, dan yang paling penting proses PHK tersebut sesuai prosedur serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Referensi:
http://m.okezone.com/read/2010/03/24/55/315530

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: