Banyak Buruh Minta di PHK, Apa Penyebabnya?

Ada tugas baru para pimpinan serikat pekerja dibeberapa perusahaan saat ini yang menurut orang lain justru aneh, yakni meng-identifikasi dan mem-verifikasi jumlah anggota yang ingin dipasilitasi untuk di-PHK. Pekerja-pekerja tersebut baik secara terang-terangan ataupun terselubung menginginkan agar serikat pekerja dapat mengupayakan kepada pihak pengusaha agar dirinya di PHK dengan mendapat pesangon yang besar atau minimal sesuai dengan aturan yang ada.
Bagi mayoritas orang, PHK adalah hantu yang menakutkan, tapi bagi pekerja-pekerja ini, PHK justru diharapkan.

Bagi pengurus serikat pekerja, ini adalah sebuah situasi yang dilematis dan kontradiktif dengan tugasnya yakni membina, memberi pemahaman agar setiap pekerja senantiasa bekerja dengan semangat, penuh dedikasi, dan loyal agar produktifitas meningkat.

Tokoh-tokoh HRD banyak yang merasa heran bahwa di tengah tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan, ternyata justru banyak karyawan yang sengaja melakukan kesalahan atau bekerja di bawah tuntutan performa yang semestinya. Tujuan mereka tak lain agar di-PHK dan mendapatkan uang pesangon.

Bagi pengurus serikat pekerja, hal ini perlu mendapat perhatian yang serius, sebab salah langkah bisa jadi organisasi mendapat citra negatif dari anggota ataupun pengusaha. Sikapilah dengan cermat dan bijaksana. Sadari juga bahwa pengurus serikat pekerja tidak bisa melarang anggotanya untuk minta di PHK, itu adalah haknya tapi tidak juga berdiam diri manakala hal tersebut membawa dampak negatif pada kenyamanan lingkungan kerja. Pekerja yang sudah minta di-PHK biasanya hanya akan memberi pengaruh buruk pada pekerja lain, atasi dan carikan solusi dengan segera, dimulai dengan melakukan pendekatan dan mempelajari pokok permasalahan.

Ada banyak faktor kenapa seorang pekerja meminta dirinya di-PHK disaat seperti ini, antara lain:
1. Ingin mendapatkan uang besar dengan cepat.
2. Sudah bosan kerja.
3. Tidak ada kesesuaian lagi antara harapan dan kenyataan, baik dari salary, jabatan, atau lingkungan kerja.
4. Mendapatkan pressure yang berlebihan dari atasan/majikan.
5. Kondisi perusahaan sedang pada ambang kebangkutan.
6. Adanya ketidakpastian peraturan perundangan dan kebijakan-kebijakan yang secara terus menerus mendegradasi nilai pesangon, tunjangan pensiun atau tunjangan hari tua.
7. Upaya pengusaha untuk merubah status karyawan tetap menjadi kontrak (outsourcing)

‘Kepanikan’ pekerja dari akibat tersebut diatas justru cenderung lebih banyak disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang selalu membela kepentingan pengusaha. Dengan dalih menarik investor, maka kebijakan dibuat ramah bagi pengusaha dan hal yang teramat mudah bagi pengusaha untuk mendapat profit setinggi-tingginya adalah menekan upah dan komponen yang ada didalamnya termasuk juga mendegradasi besaran pesangon, serta pengalihan status karyawan menjadi kontrak (outsourcing)

Terkait dengan hal ini, saat ini Apindo/kalangan pengusaha tengah memohon kepada pemerintah untuk merevisi beberapa pasal dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Yang paling memberatkan bagi pengusaha adalah pesangon yang tinggi serta hal hal yang menyangkut kebijakan outsourcing.

Jika kita melihat dan mengamati kebijakan pemerintah SBY pada masa jabatannya yang pertama yang lebih cenderung mendukung pengusaha, maka kita patut bersiap-siap bahwa permohonan pengusaha untuk merevisi/mendegradasi besaran pesangon bakal dengan gampang direalisasikan pemerintah

Jadi wajar saja jika dibeberapa perusahaan saat ini banyak yang berbondong-bondong meminta di-PHK tetutama pekerja yang sudah bekerja cukup lama.

Pikir pekerja: “Lebih baik di PHK saat ini yang masih memungkinkan dapat pesangon, dari pada nanti tak mendapat apa-apa” .

Bagi pengurus serikat pekerja, sekali lagi sikapilah dengan bijaksana, berikan pemahaman thd anggota baik dan buruknya, jangan sampai menyesal dikemudian hari.

3 Balasan ke Banyak Buruh Minta di PHK, Apa Penyebabnya?

  1. rona mengatakan:

    nm saya rona,saya kerja di perusahaan independent di cirebon saya kerja 5 bulan lebih dgn gaji 15rb/hari, dgn gji sgtu saya gak mencukupi apa lgi saya kerja banting tulang siang/malam pernah saya mengajukan usulan kenaikan gaji kpd pihak perusahaan tp gak ada balasan, perasaan saya bingung mau melapor ke siapa, sdgkn saya kerja seprti di siksa masuk jam 8 pagi pulag pun jam 8 pagi lg tak sebanding dgn gaji saya. sampai akhir,y saya sakit kalo batuk di sertai dgn darah sempat saya di rawat di rumah sakit gunung jati di cirebon tapi apa coba ? tidak ada santunan dr pihak perusahaan padahal saya di rawat 8 hari lebih, saya bingung mau melapor ke siapa , dgn tubuh kurus gni masih aja ad org yg tega nyiksa karyawan,y .

  2. mantanburuh mengatakan:

    Rona
    Trim atas kunjungannya..
    Aku ikut prihatin atas apa yang rona alami.
    Coba kosultasikan kasusnya ke serikat pekerja atau kalau ngga ada silahkan rona adukan kasus ini ke bidang pengawasan dinas tenaga kerja di kotamu.
    Apakah itu kasus jam kerjanya ataupun kasus lainnya.
    Tetap semangat..

  3. Ryan Fadhilah mengatakan:

    Tolong bantu penghitungan serta dasar hukum terkini yg bisa dijadikan kekuatan utk mendapat harga yg pantas bila kita ingin mengajukan PHK sendiri
    Saya sdh bekerja 5 thn + disuatu perusahaan sepatu.trim’ tanggapanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: