Buruh Itu Bodoh atau Dibodohi


Seorang tokoh buruh ditingkat perusahaan, adalah pejuang, ia adalah ujung tombak dari keresahan, kegelisahan, dan kemirisan setiap pekerja diperusahaan tersebut. Ia harus gigih menjembatani dan menjadi penyambunglidah atas keinginan setiap pekerja tuk meraih cita-cita sejahtera.
Beban memang, namun itulah yang harus dilakukan
Adalah sebuah hal yang ironis, manakala pimpinan serikat pekerja hanya sebagai penyambung lidah kebijakan perusahaan, ia hanya berperan sebagai tokoh pelengkap struktur manajemen perusahaan, ia hanya bekerja membubuhkan cap oranisasi pada setiap kebijakan perusahaan tak terbersit sedikitpun berpikir atas nama siapa ia berjuang. Begitu kelu lidahnya untuk menentang kebijakan yang menyengsarakan sepulangnya dari makan-makan enak di restauran bersama manajemen, begitu sulitnya berkata “tidak” setelah menerima sedikit bingkisan dari perusahaan, begitu heroiknya ia mensosialisasikan kondisi krisis perusahaan setelah ia mendapatkan sedikit tunjangan dari perusahaan, dan masih banyak lagi sepak terjang seorang pimpinan buruh yang justru bukan memperjuangkan kepentingan buruh.
Begitu dekat dengan buruh saat ia belum duduk jadi pimpinan buruh, namun saat ia menduduki pimpinan buruh, ia begitu jauh dan lari meninggalkan buruh.
Kapan Kesadaran Itu Tiba?
Pola pembodohan pimpinan buruh memang sengaja diciptakan, dengan berbagai cara dan upaya pimpinan buruh dibodohkan, dilenakan dan dicuci otak, dimanja dengan sedikit tambahan fasilitas, dinaikan jabatanya, dijauhkan dari komunitasnya, dijejalkan mereka dengan kasus-kasus yang sebenarnya diciptakan mereka sendiri agar pimpinan buruh tetap berkutat dan fokus pada dengan kerumitan dan kegamangan, ditakuti dengan teror dan ancaman dll.
Lalu kapan seorang pimpinan buruh memberikan pencerahan kepada anggotanya? Kapan pimpinan buruh menyampaikan ide-ide meraih kesejahteraan anggotanya
Menjadi sosok pimpinan buruh adalah pilihan, disadari atau tidak ia harus punya idealisme, ia harus melepaskan kungkungan dan cengkraman pengaruh perusahaan, ia harus bisa melepaskan diri dari jebakan-jebakan yang dipasang pihak perusahaan yang membuatnya tak berkutik.
Adakah pimpinan buruh saat ini yang masih berjuang atasnama idealisme dan tanggungjawab sosial, serta dalam rangka ibadah membela kaum tertindas? Sulit rasanya saat ini.
Rasanya begitu banyak saat ini pimpinan buruh yang mengatasnamakan buruh untuk meraih obsesi pribadi baik politik maupun finasial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: