PILKADA

PILKADATak bisa disangkal lagi bahwa kita butuh pemimpin di daerah, krisis multi sektor yang berkepanjangan harus bisa dipulihkan oleh figur pemimpin yang mampu memadukan seluruh potensi masyarakat, bukan sosok pemimpin yang mementingkan diri sendiri atau kelompoknya semata.
Selama ini kita telah menangkap sinyal bahwa elit pemimpin di daerah hanya mengejar jabatan demi mementingkan kelompok dan dirinya saja, tanpa sanggup menjalankan dan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya, khususnya dalam bidang perlindungan buruh.
Raport merah atas kepemimpinan di daerah selama ini telah menyesakan dada kita kaum buruh, lihatlah tentang penetapan upah minimum yang rendah, yang tak pernah menyetuh level upah layak, atau tidak adanya kontrol yang tegas atas penyelewengan-penyelewengan yang terjadi, sehinga derita buruh terus terulang dari masa pemerintahan daerah yang satu ke masa pemerintah daerah berikutnya.
Ajang pemilihan kepala daerah (PILKADA), adalah ajang kita untuk berkiprah dan turut andil dalam menentukan siapa pemimpin daerah yang tepat. Kita harus pandai-pandai mengukur kemampuan calon pemimpin daerah kita.
Setiap orang yang merasa mampu bisa mencalonkan diri jadi kepala daerah, tidak ada larangan! Bisa saja calon kepala daerah adalah seorang ketua RT, pedagang pasar, penarik becak atau siapapun, baik yang diusung partai politik maupun non partai (independent), persoalan berikutnya adalah apakah nanti setelah ia menjabat kepala daerah dia mampu membuktikan kinerja dan tanggungjawab (mas’ulun) yang baik dan optimal ? apakah sanggup untuk meningkatkan kesejahteraan warganya? Atau jangan-jangan nanti hanya jadi bulan-bulanan dan penghinaan warga saja karena justru memperparah penderitaan warga.
Oleh karena itu, sebelum kita yakin untuk memilih seorang kepala daerah, pelajari dulu track record-nya, kenali dulu orangnya, ketahui dulu apa program-programnya, seberapa jauh kelompoknya mengendalikannya dll. Karena kalau kita salah memilih, bukan mustahil penderitaan kita akan terus bertambah parah.
Ingat….. jika kita salah memilih pemimpin, bukan hanya pemimpin terpilih yang akan diminta pertanggungjawaban, namun kita juga sebagai pemilih ikut berdosa dan akan diminta pertanggungjawabannya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mari berhati-hati memilih pemimpin daerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: