Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Harapan Baru-kah?

kabinet indonesiaRealita Buruh
Sulit untuk mengutarakan apa yang diharapkan oleh seorang buruh seperti saya, istri saya, saudara-saudara saya dan juga barangkali oleh jutaan buruh di Indonesia kepada pemerintahan Soesilo Bambang Yudoyono untuk periode yang kedua ini. Bukan karena tidak punya pengharapan, atau tidak punya keinginan namun karena dari masa ke masa dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan yang berikutnya toh nasib saya dan buruh pada umumnya tetap begitu-begitu saja, alih-alih terjadi peningkatan malah yang dirasakan makin kesini makin menyesakkan.
Upah yang layak yang diharapkan, upah minimum yang diterima, kebebasan berserikat yang diinginkan, penindasan yang diterima, perlindungan dari instansi ketenagakerjaan yang ditunggu tunggu, ketidakadilan yang kami terima, menjadi karyawan tetap yang dimimpikan, outsourching yang kami terima, satu keinginan yang diajukan, berjuta tuntutan yang didapat, menuntut kesejahteraan kepada pengusaha, malah PHK yang didapat, kalaupun toh diberi kesempatan untuk mengadu kepada instansi terkait, jawabannya cukup dengan “ya…. nanti kami tindak lanjuti” lalu selesai, atau sekali waktu diberi kesempatan mengadu nasib kepada wakil rakyat (DPR) jawabannya pun cukup ringkas dan mudah dipahami “Terima kasih, aspirasi anda sudah kami tampung!” dan yaa… begitulah. Hal ini terus terjadi, terulang lagi, terulang lagi dari masa ke masa, rupanya buruh masih identik dengan kesengsaraan.
Outsourching, upah dibawah standar, penangguhan upah yang tidak sesuai prosedur, kriminalisasi perburuhan, penindasan dan penyiksaan majikan, PHK semena-mena, penyelesaian kasus buruh yang berlarut-larut, penggelapan dana jaminan sosial, adalah beberapa masalah yang mendera buruh.
Buruh, begitu diburu saat jelang kampanye, buruh begitu disanjung saat jelang pilkada, namun buruh begitu saja dilupakan saat pemilu atau pilkada usai.
Sampai kapan perhatian pemerintah kepada buruh benar-benar nyata dan dapat dirasakan? Fungsi pengawasan dan fasilitator hanya dirasakan manfaatnya oleh pengusaha dan tidak untuk buruh.
Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan pemimpin negeri, Inikah titik awal kesejahteraan saya dan buruh pada umumnya ataukah inikah pemberhentian sejenak atas penderitaan dan kesengsaraan buruh.

Harapan Saya Cuma Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Ya.. Hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengetahuinya, hanya Tuhan yang dapat menyadarkan para pemimpin bangsa, hanya Tuhan yang memberi perlindungan, kesabaran dan memberi semangat bagi kami, hanya Tuhan yang dapat mengetahui segala tipu daya majikan dan penguasa kami, hanya Tuhan yang dapat menyadarkan pemerintah bahwa harga diri dan kesejahteraan rakyatnya yang lebih penting daripada kejayaan para investor kapitalis asing, hanya Tuhan yang bisa……
Hanya berkat Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat mengubah keadaan ini.

2 Balasan ke Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Harapan Baru-kah?

  1. […] BIN : Jenderal Polisi (Purn). Drs. Sutanto 37. Kepala BKPM : Irawan Wiryawan MBA.MPA. Baca juga tulisan yang berhubungan dengan […]

  2. baezur mengatakan:

    Namanya buruh hanya bsa berharap, walau trasa miris d hati d saat mendengar para mentri d usulkan naik gaji, namun justru qta kaum buruh dgn gji kecil harus brhadapan dgn resiko tinggi phk dan lain sbagainya saat mengusulkan knaikan gji.

    Namun prlu qta ingat, tanggung jwb mereka sangt berat dr pd qt, tdk hany dunia namun sampe akherat, mereka lebih dkt dgn ujung neraka dr pd surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: