Bipartit Deadlock?

“Aduh bipartit deadlock nih” kata Faisal, “tripartit juga deadlock!’ lanjutnya.
dalam menyelesaikan kasus perburuhan maka resiko deadlock adalah resiko yang sering dan bahkan pasti terjadi. jika kita tidak siap maka eksistensi SP dan kepercayaan anggota pasti berkurang.
Komentar Mang Rohman : “Ketidakberpihakan regulasi ketenagakerjaan kepada buruh sudah nyata sekali dirasakan, dari dulu posisi buruh terjepit apalagi ditambah perangkat SP/SB yg punya kepentingan lain dengan dalih popularitas dan eksistensi, maka semakin terjepitlah buruh”.
Komentar Ahmad Yani: “Ada kalanya dalam menyelesaikan perselisihan hak/kepentingan, mekanisme prosedural ditempuh.Tapi jauh-jauh hari kita sadah bisa memprediksi, mengklasifikasi, juga identifikasi akan berujung kemana kasus yang kita hadapi. Maka kita harus siapkan opsi-opsi strategis atas kemungkinan deadlock. Gunakan tekanan publik termasuk badan pengawas ketenaga kerjaan. Meski kita tak banyak berharap pada mereka tapi paling tidak ada ruang lindung bagi kita tatkala kasus ini berlanjut ke ranah yg lebih jauh, Jadi belajar menyelesaikan kasus tidak semata teksbook dari konsep undang-undang/peraturan belaka tapi kita harus mampu membuka mata mereka yg berkepntingan terhadap buruh”.
Semoga menjadi pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: