Perubahan : Strategi Memutus Rantai Kejenuhan

Jenuh, sebuah kata yang tak asing ditelinga dan ini melanda siapa saja. Jangankan penganggur yang tiap hari ongkang-ongkang, orang yang bekerja sibuk pun tetap diserang dengan yang namanya rasa jenuh mulai dari level OB bahkan manager sekalipun, hal ini sering disebabkan karena masa kerja yang sudah cukup lama dengan posisi jabatan yang statis.

Rasa jenuh adalah lumrah dan manusiawi, namun bagi pekerja rasa jenuh dapat mengakibatkan kerja jadi tak nyaman, dada sumpek, pikiran dan ide jadi buntu serta tak jernih, hati kesal, yang lebih parahnya lagi bisa berujung pada ledakan emosi.(semoga Tuhan melindungi)

Faktor penyebabnya beragam, namun pada umumnya kejenuhan itu disebabkan karena kita terlalu lama memfokuskan pada satu hal saja serta terjebak oleh rutinitas yang itu-itu saja.
Dalam ajaran agama kita mengenal istilah: “orang yang beruntung ialah orang yang pada hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini”, ini bermakna bahwa selain kita harus konsisten, kita juga dituntut untuk berupaya lebih baik.

Untuk mengatasi kejenuhan, diperlukan sebuah perubahan. Yakinlah bahwa tak ada satu situasipun yang abadi di dunia ini, gelap terang, suka-duka, semangat-tidak semangat datang silih berganti. Melakukan sebuah perubahan tentu menimbulkan konsekuensi, lalu pertanyaannya siapkah kita dengan segala konsekuensinya? Karena perubahan itu banyak tantangannya baik internal maupun eksternal. Untuk berubah kita tidak perlu melakukan hal-hal yang ekstrim dan radikal, misalnya karena jenuh lalu tiba-tiba kita ubah standar kerja seenaknya. Kita coba saja ubah dari hal-hal yang kecil.

Ada beberapa tips untuk melakukan perubahan mengatasi kejenuhan ini antara lain:
Mengenal diri, dengan proses introspeksi apa yang menjadi kelebihan, kelemahan, dan peluang serta tantangan kita atau kita mengenal istilah analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and treath).
Komitmen atau tekad untuk berubah, ini sangat penting karena adakalanya kita merasa nyaman dengan situasi yang sekarang, yakinlah bahwa apa yang kita kerjakan hari ini kurang optimal.
Belajar terus menerus, carilah ilmu dimanapun dan kapanpun baik dengan membaca buku, ikuti ceramah-ceramah, buka internet, ikut dalam diskusi-diskusi atau pelatihan dll.
Membuat variasi, carilah motivasi-motivasi lain dalam menyikapi sebuah keadaan, ubah cara pandang kita terhadap sebuah pekerjaan dari segi yang menarik.
Membuat system yang mendukung, jalinlah semangat kebersamaan dan solidaritas dengan teman-teman, ajaklah setiap orang untuk saling mengisi dan berperan dalam keahlian masing-masing.

Proses perubahan memang memerlukan waktu yang panjang, sepanjang usia kita, namun keputusan untuk berubah hanya sebentar, tergantung keinginan kita, apakah kita ingin berubah, atau terus diliputi rasa jenuh? Bila ingin segeralah dimulai dari sekarang dan mulailah dari hal sepele atau kecil, misalkan saja cobalah ubah posisi meja kerja, letakan sesuatu dengan rapi dll. Mengapa mulai dari hal-hal kecil seperti itu? Karena terang saja jika kita harus merubah hal yang sangat besar sangatlah sulit, dan butuh waktu.
Ibarat lari marathon, jika begitu start langsung “lari sprint” dengan speed yang tinggi, maka bisa dipastikan kita akan sampai di garis finish dengan tergopoh-gopoh, atau bahkan tidak sampai garis finish karena keburu pingsan, sebaiknya mulailah dengan lari kecil dan makin menuju finish makin kencang. Ini artinya pandai-pandailah mengatur strategi dan stamina, yang penting tujuan tercapai yakni semangat terus tanpa diliputi rasa jenuh.()

4 Balasan ke Perubahan : Strategi Memutus Rantai Kejenuhan

  1. fadillahcinta mengatakan:

    betul mas.. lari sprint langsung adalah tindakan konyol, tapi masalahnya dibelakang kita senantiasa terhunus pedang yang siap menusuk, dialah waktu

  2. baezur mengatakan:

    kejenuhan itu juga bagian dari hawa nafsu yang tak pernah puas dan kurang bersyukur terhadap apa yang kita dapat, dan menginginkan yang lebih menyenangkan namun tak kuasa untuk menggapainya,
    seharusnya kita bersyukur seperti halnya qta tak bosan untuk bernafas yang tiap waktu dilakukan berulang2 dan tak berharap nafak terlalu panjang atau pendek.

    tampilan blog udah bagus hanya sedikit tambahan assesoris dan renofasi, tampilan halaman utama.

  3. baezur mengatakan:

    Untuk menampilkan menu halaman di atas coba klik dasbhor – lalu klik tampilan – klik widget pilih halaman klik tambah.

  4. baezur mengatakan:

    coba tampilan thema nya di ganti mas,
    aku udah coba thema ini ternyata halaman menu di atas tdk muncul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: