Jangan Patah Semangat,Bung!

Sudah menjadi sunatullah, bahwa Tuhan YME menciptakan setiap sesuatu itu berpasang pasangan. Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada cinta ada benci dan lain sebagainya. Begitupun apa yang menimpa pada diri kita sedih senang, untung rugi, marah rindu, teman datang teman pergi dll.
Berkaca dari hal tersebut diatas, sudah tentu apapun yang menimpa pada diri kita harus kita terima dengan lapang dada.
Begitupun dalam kehidupan berorganisasi ada kalanya kita semangat ada pula waktunya kita lemah dan tak peduli apapun, adakalanya kita gigih berjuang adapula waktunya kita merenung dan berintrospeksi. Hasil perjuangan sebuah organisasi serikat pekerja adalah hasil dari kekuatan dan kelemahan kita, kesemangatan dan kemalasan kita, keseriusan dan dan ke-masabodohan kita, kekompakan dan keterpencaran kita. Apapun yang telah kita capai sampai saat ini, adalah hasil jerih payah kita, bukan hanya hasil jerih payah segelintir pengurus, bukan hanya hasil pemikiran ketua, dan bukan hanya hasil kekompakan anggota.
Masih tetap eksisnya serikat pekerja di perusahaan adalah salah satu bukti nyata hasil kerja keras.
Realitas bahwa setiap aktifis buruh diperusahaan manapun walaupun sudah berupaya keras untuk bersikap realistis dan logis tetap saja “diskrimidasi” ,”intimidasi” adalah resiko yang harus dihadapi, aktifis buruh adalah “persona non grata” bagi pengusaha, namun walaupun demikian kita tetap yakin dan percaya perjuangan untuk meraih kesejahteraan buruh akan tetap berlanjut bagaimanapun atau oleh siapapun pelakunya.
Kita punya prinsip bahwa pejuang sejati takkan pernah mengenal lelah, jika perjuangan dalam satu jalan atau cara sudah dianggap tidak maksimal, maka pejuang sejati akan tetap mencari cara agar tujuannya tercapai.
Setiap individu harus berprinsip seperti itu, sehingga manakala kita dihadapkan pada suatu permasalahan, kita sudah siap dengan seabreg tata cara penyelesaian. Namun perlu diingat bahwa organisasi tak perlu dikultuskan, seorang pimpinannya tak perlu diagungkan, pengurus serikat pekerja tak boleh jadi sandaran, kebesaran induk organisasi juga janganlah dijadikan sebuah jaminan. Yang paling penting dan paling mendasar adalah kita harus kembali mengetahui apa tujuan kita dahulu masuk organisasi? untuk siapakah perjuangan yang kita lakukan dalam organisasi? Untuk kepentingan apakah iuran yang kita berikan? Semua pertanyaan itu harus secara tegas kita jawab bahwa semua itu adalah DEMI KEPENTINGAN KITA SENDIRI.
Jika semuanya itu adalah demi kepentingan kita sendiri, maka setiap kita, baik itu ketua, pengurus, komisariat, maupun anggota berkewajiban untuk terus berperan aktif dalam kegiatan organisasi. Setiap peran aktif adalah perjuangan, dan perjuangan tentu beresiko pengorbanan.
Perjuangan yang dilakukan secara individu sudah tentu akan banyak menemui kegagalan, oleh karena itu dalam mencapai suatu tujuan yang sama diperlukan kebersamaan, ibarat sebuah lidi, takkan mungkin bisa berhasil membersihkan halaman rumah yang kotor dan berserakan, namun jika ribuan lidi sudah dipersatukan maka apapun halangan dan kotoran yang menghalanginya akan sangat mudah untuk dibersihkan.
Oleh karena itu mumpung kita masih dipersatukan oleh satu tujuan yang sama dan diikat oleh satu nama organisasi yaitu Serikat Pekerja, maka marilah kita bersama-sama teruskan perjuangan dengan kekuatan dan kekompakan yang kita miliki.()

Satu Balasan ke Jangan Patah Semangat,Bung!

  1. baezur mengatakan:

    organisasi adalah simbol keperkasaan, namun hanya persatuanlah inti dari kekuatan,
    kesabaran dan keikhlasan adalah sebagai sandaran agar kita tetap bertahan dalam segalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: