MK: Tak Digaji 3 Bulan, Buruh Bisa Minta PHK

16 Juli 2012

DENGAN PUTUSAN INI, PERUSAHAAN TAK BISA MAIN-MAIN LAGI DENGAN BURUH

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

VIVAnews – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan seorang buruh, Andriyani, yang mengajukan gugatan uji materiil Pasal 169 ayat 1 huruf c Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan putusan ini, maka buruh kini dapat mengajukan PHK bila tidak menerima gaji selama tiga bulan berturut-turut.

“Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua MK, Mahfud MD, saat membacakan amar putusan dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Senin 16 Juli 2012.

Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan, Pasal 169 ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bertentangan dengan UUD 1945. Pasal itu dinilai telah menimbulkan ketidakpastian hukum
Pasal itu bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai “Pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha tidak membayar upah tepat waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih, meskipun pengusaha membayar upah secara tepat waktu sesudah itu”.

Menurut Mahkamah, dengan lewatnya waktu tiga bulan berturut-turut pengusaha tidak membayar upah secara tepat waktu kepada pekerja, sudah cukup alasan menurut hukum bagi pekerja untuk meminta PHK. “Hak ini tidak hapus (hilang) ketika pengusaha kembali memberi upah secara tepat waktu setelah (tiga bulan lebih) pelanggaran itu terjadi,” kata Hakim Konstitusi, Hamdan Zoelva, saat membacakan pertimbangan putusan.

Ketentuan Pasal 169 ayat 1 huruf c Undang-Undang a quo ini tidak memberi kepastian, apakah dengan pembayaran upah secara tepat waktu oleh pengusaha kepada pekerja setelah pengusaha tidak membayar upah secara tepat waktu selama lebih dari tiga bulan berturut-turut, menggugurkan alasan pekerja untuk mendapatkan PHK.

Untuk itu, dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai, hak pekerja mendapatkan PHK tidak terhalang jika pengusaha kembali membayar upah pekerja secara tepat waktu setelah adanya permohonan PHK oleh pekerja ke pengadilan. Namun dengan ketentuan, pekerja telah melakukan upaya yang diperlukan untuk mendapatkan haknya agar upah dibayarkan secara tepat waktu, namun tidak diindahkan oleh pengusaha.

Dalam permohonannya, Andriyani menyatakan, hak konstitusionalnya untuk mengajukan PHK akibat tidak menerima gaji selama tiga bulan berturut-turut telah dilanggar.

Kasus yang dialami Pemohon ini ternyata di Pengadilan Hubungan Industri (PHI) permohonan PHK-nya ditolak pengadilan, karena pengusaha kembali membayar upah pemohon secara tepat waktu setelah sebelumnya tidak membayar secara tepat waktu lebih dari tiga bulan berturut-turut.

“Walaupun Mahkamah tidak mengadili perkara konkrit, telah cukup bukti ketentuan pasal a quo telah menimbulkan ketidakpastian hukum yang adil dan hilangnya hak konstitusional pekerja untuk mendapatkan imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja yang bertentangan dengan prinsip-prinsip konstitusi,” kata Hamdan.

Pemohon Kembali Gugat Perusahaan

Adapun putusan Majelis Hakim PHI didasarkan atas fakta PT.Megahbuana Citramasindo yang telah melakukan pembayaran tepat waktu sebelum Andriyani mengajukan gugatan. Karena itu, Andriyani tidak dapat mengajukan PHK. “Semacam ada akal-akalan dari pihak pengusaha atas gugatan saya,” ujar Andriyani usai sidang.

Untuk itu, Andriyani menyatakan, akan kembali mengajukan gugatan ke PHI dengan menggenggam putusan ini sebagai dasar hukumnya. “Hak saya telah mendapat kepastian hukum dengan putusan ini. Langkah selanjutnya, saya akan kembali mengajukan gugatan ke PHI dengan menyertakan putusan MK sebagai bukti,” kata dia.

Untuk informasi, Andriyani mengujimateriilkan Pasal 169 ayat 1 huruf c UU Ketenagakerjaan ke MK, lantaran gugatan PHK-nya ditolak PHI Jakarta. Alasan ditolaknya gugatan PHK itu dikarenakan upah yang terlambat sudah dibayar perusahaan sejak persoalan ini diadukan ke Sudinakertrans pada Desember 2010.

Andriyani sendiri merupakan karyawan swasta yang pernah bekerja di PT.Megahbuana Citramasindo (PJTKI) sejak 2 Januari 1998 sebagai staf pengadaan tenaga kerja. Namun, sejak bulan Juni 2009 hingga November 2010 pembayaran upahnya sering mengalami keterlambatan.

Sejak perusahaan membayar upahnya itu sejak telat membayar selama tiga bulan berturut-turut, haknya mengajukan PHK menjadi hilang. Hal ini mengakibatkan hubungan kerja menjadi tidak harmonis.

Menurut pemohon, pasal itu dapat sengaja disalahgunakan perusahaan agar pekerja/ buruhnya mengundurkan diri karena tidak mampu bertahan jika diberikan upah yang tidak tepat waktu.

Untuk itu, pemohon meminta agar Pasal 169 ayat 1 huruf c UU Ketenagakerjaan sepanjang frasa “tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama tiga bulan berturut-turut atau lebih” bertentangan dengan Pasal 28D ayat 1 UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. (adi)

***************************************************************

Berikut ini dilampirkan Ringkasan Perkara, Risalah Sidang dan Putusan Sidang Perkara Andriyani (Perkara No.58/PUU-IX/2011)
• RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN PERKARA
• RISALAH SIDANG
• PUTUSAN SIDANG

Yo kita support Andriyani untuk mendapatkan keadilan, lewat perjuangannya yang panjang dan gigih akhirnya buruh/pekerja dapat kepastian hukum dari MK.
Salam.

Sumber Berita : Vivanews
Sumber Arsip : Mahkamah Konstitusi
Sumber Gambar : Ipabionline


Jangan Mencibir Saat Buruh Minta Upah Layak

13 Juli 2012

Mendengar kata “MENUNTUT UPAH LAYAK” masyarakat awam (non buruh) pasti berasumsi lain, “Kerja di pabrik aja koq nuntut upah layak segala sih” begitu mungkin pada umumnya. Kata “LAYAK” itulah yang dianggap “WAH” oleh masyarakat awam non buruh, Tak pernah mau tau tentang apa saja sih sebenarnya yang dikatakan layak bagi buruh menurut peraturan perundang-undangan.
Nah biar khalayak tahu, serta tidak mencibir atau mengomel lagi saat ada aksi buruh yang menuntut upah layak, dibawah ini saya rinci apa saja komponen yang dianggap “LAYAK” menurut pemerintah versi Permenaker No. 17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Harapan saya semoga, khalayak bisa menyimpulkan apakah benar yang dikatakan LAYAK bagi buruh adalah mengacu pada komponen dan takaran seperti ini?

KOMPONEN MAKANAN DAN MINUMAN
1. Beras (kualitas sedang) :10 Kg / bulan
2. Sumber Protein: Daging 0.75 kg/bulan, Ikan Segar 1.2 Kg/bulan dan Telor : 1 Kg/bulan
3. Kacang-kacangan: Tahu tempe (kualitas baik) 4,5 kg/bulan
4. Susu Bubuk (kualitas sedang) : 0.9 kg/bulan
5. Gula Pasir (kualitas sedang) : 3 Kg/bulan
6. Minyak Goreng (Minyak Curah): 2 Kg/bulan
7. Sayur-sayuran (kualitas baik): 7.2 Kg/bulan
8. Buah-buahan (setara pisang dan pepaya/kualitas baik) : 3 kg/bulan
9. Karbohidrat lain (setara tepung terigu/kualitas sedang) : 3 kg/bulan
10. Teh Celup : 1 dus @ 25 pcs/bulan, atau Kopi : 300 gram/bulan
11. Bumbu-bumbuan : senilai 15% dari nilai Komponen Makanan dan Minuman (point 1-10)

KOMPONEN SANDANG
12. Celana Panjang/Rok: (Katun kualitas sedang) : 1 potong / 2bulan, atau ½ potong/bulan
13. Kemeja lengan pendek/blus: (setara katun): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
14. Kaos Oblong/BH: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
15. Celana Dalam: (Kualitas sedang): 1 potong / 2 bulan, atau ½ potong/bulan
16. Sarung/Kain Panjang: (Kualitas sedang): 1 helai / 12 bulan, atau 1 helai/tahun
17. Sepatu : Kulit Buatan(sintetis): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
18. Sandal Jepit: (Bahan Karet): 1 pasang / 6 bulan, 2 pasang / tahun
19. Handuk: (ukuran 100 x 60cm) : 1 potong/tahun.
20. Perlengkapan Ibadah: (Sajadah/Mukena dll): 1 set / tahun

KOMPONEN PERUMAHAN
21. Sewa Kamar ( Sederhana ) : 1 kali/bulan
22. Dipan/Tempat tidur ( No.3 polos ) : 1 buah / 4 tahun.
23. Kasur dan Bantal ( Busa ): 1 buah / 4 tahun
24. Sprey dan sarung bantal ( Katun ) : 1 set / 6 bulan atau 2 set / tahun
25. Meja dan Kursi ( 1 Meja 4 kursi) : 1 Set / 4 Tahun
26. Lemari Pakaian ( Kayu sedang) : 1 buah / 4 tahun
27. Sapu Ijuk ( sedang ) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
28. Perlengkapan makan : Piring Polos, Gelas Polos serta Sendok Garpu masing-masing : 1 buah/ 4 bulan atau 3 buah / tahun
29. Ceret Almunium (ukuran 25 cm) : 1 buah / 2 tahun
30. Wajan Almunium ( ukuran 32 cm) : 1 buah / 2 tahun
31. Panci Almunium (ukuran 32 cm) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah/ tahun
32. Susuk/sendok masak (almunium) : 1 buah/ tahun
33. Kompor minyak tanah (16 sumbu) : 1 buah / 2 tahun.
34. Minyak Tanah ( eceran) : 10 liter / bulan
35. Ember Plastik (isi 20 ltr) : 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
36. Listrik ( 450 watt) : 1/ bulan
37. Lampu Listrik : Pijar 25 watt : 1 buah/ 2 bulan dan Neon 15 watt: 1 buah / 4 bulan
38. Air Bersih (standar PDAM) : 2 Meter Kubik / bulan
39. Sabun Cuci : (Krim Detergen) : 1.5 kg/bulan

KOMPONEN PENDIDIKAN
40. Bacaan/Radio: Tabloid: 4 eksemplar/bulan dan Radio 4 band: 1 unit / 4 tahun.

KOMPONEN KESEHATAN
41. Sarana Kesehatan: Pasta Gigi (80 gr) : 1 tube/ bulan, Sabun Mandi (80 gr): 2 batang/bulan, Sikat Gigi (lokal) : 1 buah/ 4 bulan, Shampo (lokal) : 100 ml/bulan, Pembalut (u/wanita): 10 pcs/bulan, alat cukur (u/pria) : 1 buah / bulan
42. Obat Anti Nyamuk (bakar): 3 dus/ bulan
43. Potong rambut (di tukang cukur salon): 1 kali / 2 bulan, atau 6 kali / tahun

KOMPONEN TRANSPORTASI
44. Transport kerja dan lainnya (Biaya angkutan Umum): 30 hari PP/ bulan

KOMPONEN REKREASI DAN TABUNGAN
45. Rekreasi (daerah sekitar) : 1 kali / 6 bulan atau 2 kali / tahun
46. Tabungan: 2 % dari nilai point 1 s/d 45.

Gambar Ilustrasi

PERMENAKERTRANS NO.13 TAHUN 2012 SEBAGAI ACUAN KHL 2013

Berikut 14 komponen yang ditambahkan CaK Imin (Muhaimin Iskandar) dalam me-revisi Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: Per.17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian KHL.

Jumlah jenis kebutuhan yang semula 46 komponen dalam “penyempurnaan” Permenakertrans menjadi 60 komponen KHL. Penambahan 14 komponen baru tersebut adalah sebagai berikut :

47. Ikat pinggang, ( kulit sintetis/ Imitasi) : 1 buah / tahun
48. Kaos kaki,( setara katun) 1 pasang/ 3 bulan atau 4 pasang / tahun
49. Deodorant (kapasitas 100 ml/g) : 1 botol / 2 bulan atau 6 botol / tahun
50. Seterika 250 watt, (merk lokal) : 1 buah / 4 tahun
51. Rice cooker (ukuran 1/2 liter) : 1 buah / 4 tahun
52. Celana pendek, ( setara katun) : 1 potong / 6 bulan atau 2 potong / tahun
53. Pisau dapur ( almunium) : 1 buah / 3 tahun
54. Semir (lokal) 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun dan sikat sepatu (ijuk) 1 buah / tahun
55. Rak piring ( rak portable plastic) , 1 buah / 2 tahun
56. Sabun cuci piring (colek) 500 gr / bulan
57. Gayung plastik ukuran sedang, 1 buah / tahun
58. Sisir, (plastik): 1 buah / 6 bulan atau 2 buah / tahun
59. Ballpoint/pensil, 1 buah / 2 bulan atau 6 buah / tahun.
60. Cermin (Ukuran 30 x 50 cm) 1 buah / 3 tahun

Selain penambahan 14 jenis komponen baru, terdapat pula penyesuaian/ penambahan Jenis kualitas dan kuantitas KHL serta perubahan jenis kebutuhan.

Penyesuaian/penambahan jenis kualitas dan kuantitas KHL, yaitu :
1. (lihat point No. 20) Sajadah/mukenah/peci, dll ( semula sajadah, mukenah, dll ).
2. (lihat point No. 12) Celana panjang/rok/pakaian muslim ( semula celana panjang/rok ).
3. (lihat point No. 16) Sarung/kain panjang volume 3/24 ( semula volume 1/12 )
4. (lihat point No. 21) Sewa kamar sederhana yang mampu menampung jenis kebutuhan KHL lainnya ( semula sewa kamar sederhana ).
5. (lihat point No. 23) Kasur dan bantal busa ( semula 1/48 ) menjadi kasur busa volume 1/48 dan
6. (lihat point No. 23) Bantal busa ( semula volume 1/48 ) menjadi 2/36.
7. (lihat point No. 37) Semula bola lampu pijar/neon 25 watt/15 watt volume 6/12 atau 3/12 menjadi bola Lampu Hemat Energi (LHE) 14 watt dengan volume 3/12.
8. ( lihat point No. 36) Listrik dari 450 watt menjadi 900 watt.

Perubahan jenis kebutuhan, yaitu:
( lihat point No. 33 dan 34) Kompor minyak 16 sumbu dan minyak tanah 10 liter, diubah menjadi: 1).Kompor gas dan perlengkapannya : a. Kompor gas 1 (satu) tungku, volume 1/24 b. Selang dan Regulator, volume 1/24 c. Tabung gas 3 kg, volume 1/60 2) Gas elpiji 2 tabung @ 3 kg

Nah, setelah membaca dan menelaah tentang 46 komponen layak versi Permenaker No.17 tahun 2005 ditambah lagi 14 komponen “makin” layak versi Permenaker No.13 tahun 2012, apakah hidup buruh makin LAYAK atau makin LOYO? silahkan berkomentar!

Permenakertrans No 13/2012 ini adalah Jalan Terbaik dan Paling adil! begitu kalo kata Muhaimin, mah!

Selamat menempuh HIDUP LAYAK versi Cak Imin

Kesempurnaan Hanya Milik Alloh SWT sementara Gambar Ilustrasi diatas Milik Hileud


Obrolan Mayday di Pesbuk

12 Mei 2012

Versi Buruh Bandung

Nyimak obrolan tentang mayday versi buruh bandung di pesbuk..seru juga.
ini status Tony Ahmad yang sy share:

Tony Ahmad:
Ceritanya buruh itu pnya keinginan dan cita cita untuk memperjuangkan nasibnya….namun selama ini keinginan itu cuma angan angan belaka.Padahal bnyk kelompok atw orng orng yg berteriak katanya berjuang demi buruh,apa yg salah dari kaum buruh…? MAYDAY aja sudah d sulat jd hiburan dan panen komisi elite elite buruh…masa MAYDAY buruh d ajak bersihin sungai citarum,di ajak muter muter situ patengan….,kyknya cita cita buruh tlah hanyut d sungai citarum,atw jg harapan buruh tlah tenggelam d situ patengan…??? Sungguh IRONIS…TRAGIS…

Komentar-Komentar:

Three Boyz Kids :
hanya sebuah angan dan harapan sj yg kta dapatkan dalam sebuah gerakan ternyata dan ternyata kaum elit politik telah mengecoh kta dalam menenangkan hati buruh kesebuah hiburan atau membershkan jalur citarum dan muter”patenggang.itu hanya peringatan sja MayDay gerakan tetap maju

Tony Ahmad:
taun depan MAYDAY buruh hrs dibawa ke Bank Indonesia…..dgn melihat tumpukan uang hati dan pikiran buruh di harapkan kembali pd ideologinya….

Three Boyz Kids :
urang mah kang saukur objek para nu bga duit….d titah kie ktu oge kdu nurut meureun

Andry Ansyah:
hatur nuhun kana nasehatna ngan ieu patuangan ngerebeuk,k kantin heula coy

Buddy Xatria:
Lawan Lawan…dengan bekerja keras….sugan Caina herang Laukna Luncat….
hahahahahaha….
ngabaso heula Baraya…nu Alit 1000
anu ageung 5000.

Tony Ahmad:
lain kudu ngalawan urng mah….tp posisiken pd porsina,eta pikiran nu salah mun urng kdu ngalawan pengusaha.Jaman nabi geus aya istilah budak belian/ eta teh buruh mun ayena mah….ku nabi di perjuangkeun supaya sistem perbudakan di hapus,supaya buruh boga hak nu pantes hak nu setara.Ieu perjuangan buruh nu hakiki.Urng hyng meureun d perlakukeun secara manusiawi jd garis bawahi cing gede BURUH BUKAN UNTUK MELAWAN PENGUSAHA

Iqbal RD:
hayang senang mah kudu jadi bos .jadi moal nurut kana curuk batur [sabar]

Buddy Xatria:
Anjuran Nabi, 10 pekerjaan diantaranya ada 7 untuk berniaga …dan 3 diantaranya dibawah Curuk Batur…
sudahkah yang 7 itu kita Laksanakan …atw lang sung yang 3 itu.
dengan cara Koneksi lagi…
hahahahahahaha
haduh lada …sambelna Sageulas.

Iqbal RD:
Udangn 2 menang jelema matak moal baleg, Jangan Menyerah
Jangan Menyerah kawan, tidak
ada alasan untuk menyerah.

Yusuf Nugraha:
tina naminaoge urang parantos tiasa nyimpulkeun yen jengan buruh teh hanteu layak,diskriminatip jeug ironis . saha nu bisa ngarobah eta ngaran buruh teh ? ceuk kami iwal pribadi2na ,pek robah eta imej atawa ngaran buruh teh ku naekna prilaku ,ka mampuhan ,kaweruh tur pangabisa robaah pamahaman tunjukeun yen nu boga modal butuh ayanajeng kamampuhan urang lain urang nu nyogrog2maneh dina politik bisnis aya ngaran kieu urang butuh nu nawar murah batur nu butuh di beuli kalayan harga mahal. tah kesan buruhteh ibarat nu butuh jadi pasisi leugena pasti di handap (leugeun di luhur leuwih hade dibaning leungeun dihanap jadi argumenna nudi beremah kumaha numere,jasa urangmah salaku pagawe di angap euweuh da ditinggalina kabutuh urangna lain jasana rek pengusaha tawa pamarentah nganggap buruh kaum atawa golongan marjinal.tapi ,te sadaya pamarentah atawa pangusaha ninggali buruh jiga eta ,yu urang rubah eta imejteh babarengan jang kamajuan jeung hargadiri pribadiatasnama buruh tawa pagawe da kabeh oge sa masih di dunya kenehmah pagawe pdah beda cabak

Three Boyz Kids :
sok urang tata tutur jeng robah sagla anu bisa buruh jdi berharga d mata pengusa kdu kumaha tah ameh gawe hade duit gede urang kapake

Tony Ahmad:
koncina hiji….ulah ngarasa hina jd buruh,sabab buruh oge boga harkat jng martabat di hadapan ALLOH AZZA WAJALA mah,tah tiayena kapayun hayu urng ronjatken kwalitas urng masing2 ulah belet wae,ulah cebew wae,ulah pehul wae,ulah boke wae,ulah heureui wae,ulah beger wae,ulah kedul wae,ulah molor wae,jng wae wae nu sejena

Parishakufa Alfansyah:
kmh Ceuk Bang Haji…. ada baik-ada jg yg jahat, ada siang-ada malam, ada kaya-ada miskin, ada pengusaha-ada buruh
“smua dah diatur tinggal kite mo pilih yang mana…”
Dipilih…dipilih….dipilih
Smua saling berkaitan,berhubungan erat untuk menggerakkan roda

Tony Ahmad:
Apa makna dari sebuah kata MAYDAY….?
Bukankah dgn istilah itu terciptanya garis pemisah antara tuan dan budak,si miskin dan sikaya..???

Notes:
Logo Fb hanya milik facebook
Kekuasaan hanya milik Alloh SWT


Kebaikan Versus Keburukan SBY di Google

1 Maret 2011

Penasaran dengan hebohnya “kebaikan SBY” di mbahnya mesin pencari Google.
Saya pun ikut latah nyoba iseng-iseng ikutan nge-search dengan kata “kebaikan SBY” tgl 01/03/2011 jam 23.00 malam, ternyata hasilnya seperti yg tampak pada screenshot dibawah.
Seperti kebanyakan isu santer yang lainnya, suggest/saran mbah Google yang berbunyi ; ‘mungkin maksud anda adalah; keburukan SBY’ pun akhirnya muncul menjadi topic yang ramai diperbincangan baik di situs jejaring social maupun situs lainnya.
Banyak tokoh-tokoh politik yang angkat bicara baik yang berasal dari kubu SBY maupun yang berasal dari kubu lawan politiknya.
Tokoh-tokoh dari lawan politik banyak yang girang tertawa, seraya berkata “tuh kan teknologi canggih yang diterapkan google aja gak mampu mendeteksi ‘kebaikan SBY’ !” , sementara tokoh-tokoh dari kubu SBY yang “kebakaran jenggot” sibuk kesana kemari mencari sang aktor intelektual, mendeteksi para pelaku, mencari ‘wedhus ireng’ , dan berkomentar bahwa telah terjadi utak-atik data pada situs google tsb, Ada orang sentimen, dll-dll.
Sederhana saja memaknai fenomena ini, cobalah tanya dan introspeksi masing-masing adakah ”kebaikan SBY” yang dirasakan selama ini?, ada atau itu kan hal yang sangat relatif.
Sebagai orang awam yang kurang begitu faham teknologi, dan sebagai rakyat kebanyakan, kita sih sekedar mengingatkan bahwa kejadian ini harusnya memacu “SBY dan Jajarannya” untuk ber-introspeksi, serta lebih banyak “berbuat baik”.
Dengan CATATAN “kebaikan” tersebut haruslah benar-benar nyata dan dirasakan, bukan rekayasa atau manipulasi.
Dengan “kebaikan” yang nyata, rakyat secara sukarela beramai-ramai memposting “kebaikan” tersebut pada blog-nya, atau pada situs-situsnya, dengan demikian si mbah google tidak akan memberikan suggest yang lain-lain.
Setelah heboh kasus boikot-memboikot media yang kini berujung pada acara gugat-menggugat, Sebaiknya kasus ini tidak usah dibesar-besarkan lah, ambil hikmahnya saja, tidak perlu juga menggugat Google demi mengembalikan citra, toh citra positip akan terbentuk dengan sendirinya melalui karya nyata.
“jangan menggaruk borok dengan tangan yang borok, nanti makin parah”.

'kebaikan SBY'


PILKADA

26 Oktober 2009

PILKADATak bisa disangkal lagi bahwa kita butuh pemimpin di daerah, krisis multi sektor yang berkepanjangan harus bisa dipulihkan oleh figur pemimpin yang mampu memadukan seluruh potensi masyarakat, bukan sosok pemimpin yang mementingkan diri sendiri atau kelompoknya semata.
Selama ini kita telah menangkap sinyal bahwa elit pemimpin di daerah hanya mengejar jabatan demi mementingkan kelompok dan dirinya saja, tanpa sanggup menjalankan dan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya, khususnya dalam bidang perlindungan buruh.
Raport merah atas kepemimpinan di daerah selama ini telah menyesakan dada kita kaum buruh, lihatlah tentang penetapan upah minimum yang rendah, yang tak pernah menyetuh level upah layak, atau tidak adanya kontrol yang tegas atas penyelewengan-penyelewengan yang terjadi, sehinga derita buruh terus terulang dari masa pemerintahan daerah yang satu ke masa pemerintah daerah berikutnya.
Ajang pemilihan kepala daerah (PILKADA), adalah ajang kita untuk berkiprah dan turut andil dalam menentukan siapa pemimpin daerah yang tepat. Kita harus pandai-pandai mengukur kemampuan calon pemimpin daerah kita.
Setiap orang yang merasa mampu bisa mencalonkan diri jadi kepala daerah, tidak ada larangan! Bisa saja calon kepala daerah adalah seorang ketua RT, pedagang pasar, penarik becak atau siapapun, baik yang diusung partai politik maupun non partai (independent), persoalan berikutnya adalah apakah nanti setelah ia menjabat kepala daerah dia mampu membuktikan kinerja dan tanggungjawab (mas’ulun) yang baik dan optimal ? apakah sanggup untuk meningkatkan kesejahteraan warganya? Atau jangan-jangan nanti hanya jadi bulan-bulanan dan penghinaan warga saja karena justru memperparah penderitaan warga.
Oleh karena itu, sebelum kita yakin untuk memilih seorang kepala daerah, pelajari dulu track record-nya, kenali dulu orangnya, ketahui dulu apa program-programnya, seberapa jauh kelompoknya mengendalikannya dll. Karena kalau kita salah memilih, bukan mustahil penderitaan kita akan terus bertambah parah.
Ingat….. jika kita salah memilih pemimpin, bukan hanya pemimpin terpilih yang akan diminta pertanggungjawaban, namun kita juga sebagai pemilih ikut berdosa dan akan diminta pertanggungjawabannya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mari berhati-hati memilih pemimpin daerah.


%d bloggers like this: