Tunjangan Pesangon, Masuk Program BPJS?

KJI Usulkan Pesangon Masuk Program BPJS
Senin, 14 Februari 2011 , 20:11:00 WIB
Laporan: Feril Nawali

RMOL. Banyaknya sengketa ketenagakerjaan yang berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) mendorong Komunitas Jaminan Sosial Nasional Indonesia (KJI) mengusulkan pesangon masuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Apalagi, dalam pengelolaan jaminan sosial, pesangon merupakan salah satu program yang tak bisa dikesampingkan.

“Jadi sebaiknya, program jaminan sosial yang dikelola BPJS ditambah lagi tiga program, yaitu jaminan perumahan, jaminan pesangon dan jaminan pendidikan,” kata Ketua Komunitas Jaminan Sosial Nasional Indonesia (KJI), Tjarda Muchtar, di Jakarta, Senin (14/2).

Seperti diketahui, pembahasan RUU BPJS yang dibahas di DPR masih berlangsung alot terkait pengaturan petunjuk pelaksanaannya. Padahal, UU SJSN ditandatangani Presiden pada 19 Oktober 2004 dan diisyaratkan dalam lima tahun atau pada 19 Oktober 2009 bisa diberlakukan oleh BPJS. UU SJSN sendiri memandatkan BPJS melaksanakan lima program jaminan sosial, meliputi, Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian.

Namun, kata Tjarda yang juga bekas Direktur Operasi dan Pelayanan Jamsostek (Persero), berdasarkan pengalaman empiris selalu ada kebijakan tentang perumahan, pendidikan dan proses program pesangon. Karena itu, lanjut dia, KJI mengusulkan dalam Juklak BPJS nanti ditekankan perlunya iuran pasti bagi peserta, sehingga program pesangon dapat terwujud. Jika itu bisa dilakukan, kata dia, maka tambahan program itu bisa memperkuat program Jaminan Hari Tua (JHT).

Dia menyesalkan sejauh ini masih banyak pihak belum satu persepsi terkait pembahasan Juklak BPJS.

“Mestinya disepakati dulu yang mendasar bahwa BPJS merupakan BUMN dan melaksanakan prinsip nirlaba,” terangnya.

Dari situ, lanjut Tjarda, bisa dilanjutkan dengan pembahasan lebih detil lagi sehingga pembahasan Juklak BPJS tidak terus tertunda-tunda.

“Kita juga sesalkan jika pembahasannya menjadi deadlock, karena berarti kita membuang waktu terlalu lama melaksanakan amanat sebagai negara kesejahteraan,” kata bekas anggota DPR Komisi III itu. [ald]

About these ads

2 Balasan ke Tunjangan Pesangon, Masuk Program BPJS?

  1. T.Afkanasri mengatakan:

    jangan coba2 pesangon masuk dalam BPJS, aja belum jelas juntrungannya , apa mau menyengsara kan pekerja … kalau pengusha kacangan ya bermasalah dengan pesangan, tapi bagi kami yang di perusahaan yang bonafid dan multi nasional di sederhanakan gitu jadi masalh besar nanti nya ….. BPJS ( SJN ) itu kan kewajiban pemerintah yang sudah hampir dua periode tidak di jalan kan …. cari ide dong .. jangan tatanan yang sudah ada di rusak……katanya mau buat jaminan berlapis …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: